<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924</id><updated>2011-04-22T03:22:44.202+07:00</updated><title type='text'>tukangkhayal</title><subtitle type='html'>Just a piece of silly living creature trying to live life to the fullest</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>103</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-8720493862749093645</id><published>2008-09-24T01:59:00.004+07:00</published><updated>2008-09-24T19:25:31.322+07:00</updated><title type='text'>Kembali ke Jakarta, Kembali ke Kantor</title><content type='html'>Kembali ke Jakarta. Sudah 3 bulan saya kembali ke Jakarta, dan kurang lebih dua bulan balik ke kantor lagi. Masih kantor yang sama. Rasanya masih malas, tapi ada baiknya juga beraktivitas daripada nggak produktif di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting terakhir saya ternyata di bulan Mei 2008. Setelah hari itu banyak hal yang terjadi, mulai dari proses penyelesaian skripsi, sidang, wisuda (berikut kedatangan ibu saya ke Lund, yang ternyata sangat membahagiakan buat dia. Glad you liked it, Mom!), balik ke Jakarta, balik ke kantor, sampai sakit typhus akibat jajan sembarangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kejadian yang membuat saya kaget, karena semua itu terjadi dalam hitungan bulan saja. Misalnya di bulan Februari lalu saya masih struggle untuk menemukan fokus tesis saya, sekarang di bulan September saya sudah dua bulan kembali bekerja. Sungguh sekejap saja rasanya waktu sekolah saya kemarin dan kadang saya merasa tidak ada perbedaan antara sekarang dan dua tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke kantor lagi cukup  challenging buat saya, sama tantangannya seperti saat saya harus beradaptasi dengan dunia sekolah setelah bertahun-tahun kerja. Apalagi dengan adanya perubahan manajemen di kantor, berikut office politics-nya, saya harus beradaptasi lagi dengan dinamika kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan saya terganggu dengan hubungan "saya-dia" di kantor, atau "kita-mereka". Saya pikir bentuk hubungan seperti ini harusnya sudah lama ditinggalkan, apalagi untuk pekerja agen pembangunan internasional yang menjunjung tinggi kesetaraan. Apakah establishment hubungan "saya-dia" itu penting untuk performance kerja kita? apakah pembedaan kelas penting untuk dianut oleh para staf senior yang intelek, ketika banyak orang terlanjur percaya kalau mereka sudah terbuka wawasannya dan kaya asam garam? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih penting lagi, bukankah pembedaan antara "we-they" yang notabene adalah hubungan antara "donor-recipient country" harusnya ditebas dan bukan dipraktekkan oleh para "development workers" itu sendiri? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita berkontemplasi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-8720493862749093645?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/8720493862749093645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=8720493862749093645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8720493862749093645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8720493862749093645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/09/kembali-ke-jakarta-kembali-ke-kantor.html' title='Kembali ke Jakarta, Kembali ke Kantor'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-98666651320900444</id><published>2008-05-15T03:31:00.002+07:00</published><updated>2008-05-15T03:42:41.445+07:00</updated><title type='text'>Fear</title><content type='html'>Rasanya rindu. Rindu pada kebebasan. Pada hari-hari tanpa beban, tanpa pikiran. Rindu menjalani hidup apa adanya tanpa kecurigaan dan ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fear. Is it just our imagination? Or is it there to give us sign? How can we be so blind to see what it actually is?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Freedom from fear... How do we get there?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-98666651320900444?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/98666651320900444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=98666651320900444&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/98666651320900444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/98666651320900444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/05/fear.html' title='Fear'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-2907946681833876524</id><published>2008-04-22T01:21:00.010+07:00</published><updated>2008-04-22T05:18:08.691+07:00</updated><title type='text'>Are you using up all your energy to make other people happy?</title><content type='html'>Ini dia daily horoskop saya hari ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;"Are you using up all of your energy trying to make other people happy? Not only is this a bad idea, it's an attitude that will only leave you unhappy -- which is unacceptable. Today, reserve your energy for your own issues, and don't worry that someone will think you're selfish. There is nothing wrong with putting yourself first once in a while. Your life is your journey, and if you're never taking care to make it enjoyable, then you are doing it wrong" &lt;/span&gt;   (http://www.friendster.com/horoscope.php?hid=Cancer)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rrggh.. agak bingung juga apa semua yang saya lakukan belakangan ini adalah untuk orang lain atau untuk diri sendiri???&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anyway, kali ini saya nggak mau sibuk dengan kehidupan pribadi, tapi mau sedikit &lt;span style="font-style:italic;"&gt;explore&lt;/span&gt; tentang '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;using up all of your energy to make others happy&lt;/span&gt;' berkaitan dengan tesis saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini saya merasa menjalani hari-hari yang sangat berat karena tesis. Hampir dua bulan saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;struggle&lt;/span&gt; dengan teori-teori sosial dan bagaimana menghubungkannya dengan topik penelitian saya. Saya memang lamban dan agak-agak gak nyambung dalam memahami teori-teori itu. Untung saja ada sang&lt;span style="font-style:italic;"&gt; supervisor&lt;/span&gt; yang selalu mengarahkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini saya baru selesai bimbingan. Bimbingan di jurusan saya agak unik karena dilakukan secara berkelompok dan kita dipasangkan dengan satu orang lain untuk saling me-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;review&lt;/span&gt;. Sang supervisor akan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;roaming&lt;/span&gt; ke tiap pasangan, dan di akhir session akan ada pembahasan tentang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;general issue&lt;/span&gt; yang sedang kita hadapi. Jika masih butuh diskusi detil, kita bisa minta &lt;span style="font-style:italic;"&gt;individual session &lt;/span&gt;dengan sang supervisor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tadi saya minta waktu untuk bicara secara individual. Saya minta pendapat supervisor saya tentang rencana analisa yang akan saya buat, dan apakah saya cukup masuk akal dalam meng-apply teori yang saya acu. Memang ada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;progress&lt;/span&gt; dalam tulisan saya, tapi dia kerap kali berkata 'jangan menggunakan teori yang tidak sesuai dengan kasusmu haya karena orang lain menganjurkannya demikian'. Aduh, saya tahu, pasti saya salah mengartikan teori yang saya baca, atau saya belum begitu menguasainya. Saya sedih. Saya agak down mendengarnya karena saya menunda mengerjakan banyak hal demi mempelajari teori-teori itu dan ternyata&lt;span style="font-style:italic;"&gt; it  did not work nicely&lt;/span&gt;. Intinya, seperti kata James Ingram: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I did my best.. but I guess my best wasn't good enough&lt;/span&gt;..." S.A.P.I (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;my way of cursing, red.&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anyway&lt;/span&gt;, mungkin ini nggak ada hubungannya dengan horoskop saya hari ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Besides, only silly people would relate their life to daily horoscope constantly&lt;/span&gt;. Tapi kalimat pertama '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;are you using up too much energy to make other people happy&lt;/span&gt;...' agak menggelitik.&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Yes, I used too much energy for something lately, but definitely it was not to make other people happy&lt;/span&gt;. Saya hanya mencoba memahami apa yang sang supervisor bilang dan ternyata.. saya salah. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I guess was just too stupid by dipping myself into theory too far that I could let myself drawning.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anyway... time to take a break and refine my work style, I guess&lt;/span&gt;. Seperti yang banyak orang bilang: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dont work hard. Work smart".&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu supervisor... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;I will let you know that I understand what I'm writing.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Let's see.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-2907946681833876524?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/2907946681833876524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=2907946681833876524&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2907946681833876524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2907946681833876524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/04/are-you-using-up-all-your-energy-to.html' title='Are you using up all your energy to make other people happy?'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-361908116079783874</id><published>2008-04-21T01:35:00.010+07:00</published><updated>2008-04-21T02:27:07.960+07:00</updated><title type='text'>Juki dan Harvest</title><content type='html'>Tadi malam saya buka friendster. Sudah lama sekali tidak berkunjung ke sana setelah gempuran facebook dan juga pastinya.. tesis. Saya lelah belajar dan hanya ingin membayangkan berada di rumah, di Jakarta. Jadilah saya buka friendster account saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada teman SMP yang meminta jadi teman saya. Teman sebangku waktu SMP. Dari sana saya melihat banyak teman-teman SMP yang lain. Salah satunya adalah teman saya, Juki. Cowok lemah lembut yang sering saya 'kerjain' karena baik hati, nrimo dan pendiam. Rambutnya selalu rapi dan klimis. Duduknya juga di deretan paling depan. Dulu kami sama-sama ikut extrakurikuler PMR. Rumahnya juga tidak berapa jauh dari rumah saya. Sama-sama di kampung. Kami malah ikutan mobil jemputan yang sama. Haha. Waktu tamat SMP Juki lanjut ke SMEA. Aneh juga bagi kami kenapa dia, laki-laki, pilih SMEA (maklum, dulu pikiran saya dan teman-teman masih sangat naif). Ternyata dia suka pelajaran "Jasa" alias 'Tata Buku'. Oalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari halaman friendster-nya saya tahu dia sudah menikah dan punya anak satu. Sepertinya dia kerja sebagai marketing atau semacam itulah. Saya senang dan bangga padanya. Dia begitu bahagia dengan karir dan keluarganya. Bahkan ada beberapa album foto yang dia pasang: satu album foto khusus untuk anaknya, satu album untuk istrinya, dan dua album ketika keluarga mereka jalan-jalan. Satu ke Bali dan satu lagi ke Kebun Binatang Ragunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang menyentuh hati saya ketika melihat album foto isterinya. Saya melihat satu foto bergambar dia dan isterinya dengan latar belakang puisi cinta. Mirip seperti kartu ucapan Harvest, yang jaman dulu sering jadi andalan anak muda untuk kirim-kirim kartu, entah itu valentine, lebaran, natal, ulang tahun, atau sekedar bilang "aku rindu" atau "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;I&lt;/span&gt; Love You". Haha, buat yang pernah akrab dengan kartu Harvest, pasti tahu maksud saya. Kartu itu agak norak memang untuk sebagian orang, tapi buat sebagian orang lainnya, itu benar-benar '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;in&lt;/span&gt;'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun awalnya tertawa melihat foto itu. Tapi menit kemudian saya terdiam. Saya jadi kagum dengan Juki yang bangga dengan gaya 'Harvest'nya dalam mengungkapkan cinta pada istrinya. Mengingat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;how such a 'sweet boy' he was&lt;/span&gt;, saya bisa merasakan begitulah cara dia mengungkapkan perasaannya. Pilihan yang untuk sebagian orang agak norak mungkin, tapi jujur. Foto itu berbicara tentang kesederhanaannya, kejujurannya akan menjadi sederhana, dan keberaniannya untuk dianggap norak bagi sebagian orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada lagi satu album foto keluarganya ketika jalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan. Saya sungguh tersentuh. Ketika saya memasang foto perjalanan ke beberapa kota di Eropa, teman-teman lain juga melakukan perjalanan yang mungkin jarang dilakukan orang lain, dia dengan bangganya memasang foto anak dan istrinya di depan patung gorila di Kebun Binatang Ragunan. Buat sebagian orang tentu saja kebun binatang tidak 'h&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ip&lt;/span&gt;', apalagi Ragunan. Tapi untuk Juki dan keluarga, trip itu mungkin sangat berarti. Sama seperti banyak orang yang menghabiskan hari libur dengan tamasya di Ancol, Monas, atau Taman Mini. Tamasya lokal sungguh mengasyikkan dan rasanya mimpi untuk travel ke luar kota apalagi ke luar negeri, tidak pernah terpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahagianya menjadi orang sederhana. Lebih bahagia lagi orang yang berani jujur dengan kesederhanaannya. Bagi saya, kesederhanaan adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'state of being&lt;/span&gt;', bukanlah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;'end'&lt;/span&gt;. Sederhana bukanlah tujuan seperti orang-orang kaya yang mencari nilai hidupnya dengan bermeditasi atau berlibur di desa demi bisa merasakan gaya hidup sederhana. Sederhana bukan juga suatu ketertinggalan seperti yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;development workers&lt;/span&gt; pikirkan, harus di-&lt;span style="font-style:italic;"&gt;empower &lt;/span&gt;dan dibebaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana adalah pengejawantahan dari kejujuran hati. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;It speaks by itsel&lt;/span&gt;f, seperti foto-foto si Juki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;[Kalau baca ini, kapan kita ketemuan, Juk?]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-361908116079783874?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/361908116079783874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=361908116079783874&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/361908116079783874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/361908116079783874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/04/juki.html' title='Juki dan Harvest'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6874581319379601144</id><published>2008-04-13T18:43:00.003+07:00</published><updated>2008-04-13T18:50:15.119+07:00</updated><title type='text'>Tanah Airku</title><content type='html'>A sweet reminder dari Greta yang muncul di Wallpaper Facebook saya. Right after I turned the computer on, few seconds after getting back to Lund. Makasih Gret.... jadi malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;++++++++++++++++++++++++++++++++++++&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Greta Sitompul (no network) wrote&lt;br /&gt;at 6:31am on April 7th, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Git, gw mo ngasih lagu nih...kaya'nya cocok buat elo, cocok kalo kita nyanyiin pas lagi jalan jalan ke puncak gunung..., liat yang hijau hijau dan sejuk sejuk... :)) damai, tentrem rasanya... wekekek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tanah Airku "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karangan / Ciptaan : Ibu Sud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah airku tidak kulupakan&lt;br /&gt;Kan terkenang selama hidupku&lt;br /&gt;Biarpun saya pergi jauh&lt;br /&gt;Tidak kan hilang dari kalbu&lt;br /&gt;Tanah ku yang kucintai&lt;br /&gt;Engkau kuhargai&lt;br /&gt;Walaupun banyak negri kujalani&lt;br /&gt;Yang masyhur permai dikata orang&lt;br /&gt;Tetapi kampung dan rumahku&lt;br /&gt;Di sanalah kurasa senang&lt;br /&gt;Tanahku tak kulupakan&lt;br /&gt;Engkau kubanggakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6874581319379601144?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6874581319379601144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6874581319379601144&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6874581319379601144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6874581319379601144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/04/tanah-airku.html' title='Tanah Airku'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6810269399156325424</id><published>2008-04-13T17:24:00.008+07:00</published><updated>2008-04-13T18:50:37.220+07:00</updated><title type='text'>Oleh-oleh dari Berlin, Prague dan Vienna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrrfdFudI/AAAAAAAAAFo/6BcwtKwRjBU/s1600-h/IMG_0676.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrrfdFudI/AAAAAAAAAFo/6BcwtKwRjBU/s200/IMG_0676.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188687378117933522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrrvdFueI/AAAAAAAAAFw/2DAhrP_UXro/s1600-h/IMG_0945.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrrvdFueI/AAAAAAAAAFw/2DAhrP_UXro/s200/IMG_0945.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188687382412900834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrrvdFufI/AAAAAAAAAF4/UWe_pcqUYwM/s1600-h/IMG_1220.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrrvdFufI/AAAAAAAAAF4/UWe_pcqUYwM/s200/IMG_1220.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188687382412900850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrr_dFugI/AAAAAAAAAGA/Wv-rdNaVI9w/s1600-h/IMG_1261.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrr_dFugI/AAAAAAAAAGA/Wv-rdNaVI9w/s200/IMG_1261.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5188687386707868162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu satu minggu penuh saya melarikan diri untuk travel ke beberapa tempat. Sebenarnya travel itu agak tidak pada tempatnya karena saya sedang sibuk dikejar deadline. Tapi ya sudahlah daripada stress dan tidak produktif, lebih baik jalan-jalan. Memang kepikiran tesis selama perjalanan, tapi yang penting gak ada di rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pertama ke Berlin, saya travel selama weekend di akhir maret. Sendirian dan naik bis. Last minute decision karena teman-teman saya rata-rata sudah pernah ke Berlin tahun lalu. Keputusan gila tapi menyenangkan karena bisa mewujudkan itu. Travel sendirian. Menyenangkan walaupun sepi. Tapi saya memang butuh waktu untuk sendirian kala itu. Banyak pikiran mengganggu selain tesis yang saya takut kalau saya travel dengan orang lain akan jadi annoying. Berlin was nice. Menarik dan punya karakter Eropa Timur (saya memang tertarik dengan kultur Eropa Timur setahun ini) walaupun tetap banyak pengaruh baratnya. Tapi tetap, perpaduan Timur dan Barat itu yang membuat Berlin menjadi unik. Banyak graffiti yang berbau perpaduan Jerman Barat dan Timur, dan ada juga berbagai gereja dan museum yang menjadi khas peradaban barat. Ada satu kata yang mematok pandangan saya pertama kali bis saya memasukin Berlin. Wedding. Ah, ternyata satu daerah di Berlin namanya Wedding. Haha, saya pikir itu teguran buat saya. Hihihi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Berlin saya sempat balik ke Lund satu hari untuk bimbingan. Esoknya saya beragkat ke Prague lanjut ke Vienna. Kali ini tidak sendirian. Saya dan satu orang teman, Stef, sudah pesan tiket sejak lama untuk perjalanan ini. Tadinya saya sempat ragu karena setelah bimbingan kemarin saya sadar banyak hal yang harus saya lakukan untuk tesis. Bacaan yang menggunung, dan pastinya, proses berpikir setelah membaca, pastinya butuh waktu lama. Selain juga badan saya sangat lelah setelah trip last minute ke Berlin. Tapi ya sudahlah, daripada tiket hangus (kami nggak bisa merubah tanggal karena itu tket murah.. Haha), jadilah kami berangkat. Seperti sebelumnya, tesis tetap kepikiran. Kami bawa buku-buku untuk dibaca yang pada akhirnya memang tidak dibaca :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prague was nice too. Lagi-lagi, Eropa Timur memang menarik buat saya. Banyak bangunan seperti jembatan, kastil, museum dan gereja yang bersejarah. daerah Old Town dan Kampa Island sangat berkesan buat saya. Old Town sangat berkarakter (tua) dan banyak gereja dan astrological clock yang terkenal itu. Kampa Island berkesan buat saya karena sangat peaceful. Banyak foto2 cantik yang saya ambil, terutama foto Charles Bridge di atas, di mana saya berhasil menangkap pelangi di sana. Cantik.. Prague ternyata tidak terlalu murah seperti Eropa Timur lain (Budapest, misalnya) tapi orang-orang Prague lumayan ramah dan humble. O ya, mereka juga disiplin dan taat peraturan (kami sempet kena denda karena nggak men-stamp karcis trem. Hihihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir kami ada di Vienna. This city was not so me. Kota in sangat cantik dan perfect. Sangat rapi, klasik, dan mahal. Semua bangunan tertata dan sangat posh. Sepertinya hidup sangat sempurna, seperti di fairy tale. Di Hofburg, Old Town-nya Vienna, banyak bangunan tua yang memang menjadi pusat pariwisata seperti Museum Sisi, Imperial Palace, National Museum, Ethnology Museum, Museum of Contemporary Art, Albertina, dan pastinya berbagai gereja. Banyak sekali kereta kuda yang disewakan untuk turis yang mau keliling, dan juga berbagai sales tiket opera yang memakai kostum seperti kaum noble. Saya notice semua bangunan di Vienna sangat 'grand'. Entah apa yang ingin ditampilkan Vienna, mungkin kesempurnaan atau kemewahan. Tanda kekayaan atau intelektualitaskah? Atau simbol kebangsawanan dan status? Lihat saja istana 'Schonbrun' yang notabene adalah tempat tinggal Ratu Maria Teresa di tahun 1700an. Indah tapi tidak ramah. Kaku dan dingin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung saja di sana ada taman yang dibuat untuk anak-anak. Taman yang dibuat di abad 20an. Buat anak-anak yang tidak peduli pada semua simbol kemewahan karena mereka hanya ingin bermain. Ada taman labirin di sana. Saya dan Stef pun menelusuri taman itu dengan perasaan campur aduk. Takut tersesat tapi penasaran. Beberapa kali kami terpisah dan saling memanggil. Banyak jalan yang menyesatkan, banyak shortcut yang ternyata buntu. Satu cara yang bisa membawa kami pada pintu keluar hanyalah menelusuri lorong itu tanpa tergoda untuk mencoba shortcut. Voila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu yang singkat dan padat. Sempat membawa saya pada refleksi tentang kehidupan. Manakah yang akan saya pilih nanti? Humble life dan kehangatan seperti di Prague atau kebanggaan akan intelektualitas, status, materi yang gemerlap tapi dingin seperti Vienna? Critical moment yang hampir semua orang pernah temui mungkin. Apapun pilihan hidup yang akan saya (dan kita) buat, ada satu pelajaran yang ingin saya catat: Menjalani hidup itu seperti berjalan di labirin panjang. We will never know when and how to get there, but for sure we will be there. Shortcut bisa menjadi baik, tapi bisa juga buntu. Cara teraman adalah menjalani jalur yang terbentang di depan mata dengan sabar dan tidak panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lund 13 April 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6810269399156325424?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6810269399156325424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6810269399156325424&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6810269399156325424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6810269399156325424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/04/oleh-oleh-dari-berlin-prague-dan-vienna.html' title='Oleh-oleh dari Berlin, Prague dan Vienna'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/SAHrrfdFudI/AAAAAAAAAFo/6BcwtKwRjBU/s72-c/IMG_0676.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-1232218755423330014</id><published>2008-03-26T16:41:00.001+07:00</published><updated>2008-03-26T17:33:37.026+07:00</updated><title type='text'>Sorry again</title><content type='html'>Mom, sorry. It's snowing hard again today. Hiks.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-1232218755423330014?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/1232218755423330014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=1232218755423330014&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/1232218755423330014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/1232218755423330014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/sorry-again.html' title='Sorry again'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3809621827397747187</id><published>2008-03-25T02:54:00.007+07:00</published><updated>2008-03-25T04:28:40.055+07:00</updated><title type='text'>The Charm of Being Old, Wise and Mature</title><content type='html'>Saya senang orang yang sudah tua. Entahlah sejak kuliah di Bandung, teman-teman tahu saya suka laki-laki tua brewokan, apalagi dengan suara bariton. Haha. Sejak pulang ke Jakarta dan kerja di kantor organisasi asing, bule-bule yang sudah berumur dan berambut putih kayaknya ganteng banget. Haha. Aneh memang. Tapi memang begitu adanya. Waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ada charm tersendiri ketika kita melihat orang tua yang aktif dan exist. Saya selalu kagum pada mereka. Di Hanoi, saya menikmati pemandangan dua kakek yang berjalan kaki di taman, empat kakek yang nongkrong dan ngobrol di pinggir danau, atau beberapa nenek yang senam taichi di pinggir danau sore-sore. Di sini, saya kagum pada nenek yang masih berbelanja dengan troli dorongnya di tengah tiupan angin winter. Saya juga kagum pada Ompung Ana, nenek dari pihak ayah saya, yang tetap mampu bertahan hidup bersama kami, 5 cucunya yang masing-masing punya hobi pasang musik keras, pulang pagi, pacaran dan macem-macem lagi. Benar-benar mengagumkan. Tough people memang tidak tergilas musim dan zaman...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar sekarang, ketertarikan saya pada orang-orang tua rupanya bukanlah pada fisik mereka lagi tapi pada sikap bijaksana dan mature mereka. Saya menemukan comfort pada sosok orang-orang tua itu, kenyamanan karena merasa cukup akan hidup dan sudah melewati banyak hal: susah, senang, takut, sedih, depresi, berkarir, berkiprah. Kesan di mata saya, semua series of life sudah lewat bagi mereka dan rasanya hidup lebih ringan berjalan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja tidak semua orang tua itu bijak dan juga bukan hanya orang yang berumur saja yang mature dan bijak. Ada juga pribadi-pribadi belia yang mature dan dewasa. Sasha, keponakan saya, adalah satu contoh pribadi anak yang mature. Sejak dia lahir, saya belajar banyak sekali dari dia tentang menjadi berani, menjadi diri sendiri, dan berani mencoba hal baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyaman sekali bisa menemukan pribadi dewasa dan matang, apalagi ngobrol dengan mereka. Rasanya tidak ada lagi rasa takut dalam hidup. Saya belajar banyak dari mereka dan saya tahu saya akan tetap membutuhkan mereka sampai kapan pun. Selalu akan ada orang-orang yang lebih matang dan bijak dari saya, walaupun saya berumur tua nanti.. Di tengah kesulitan, saya akan cenderung mencari pribadi-pribadi itu. Pribadi yang membebaskan saya dari ketakutan dan menginspirasi saya untuk tetap berjalan dan berusaha. Walaupun sedikit, walaupun perlahan-lahan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3809621827397747187?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3809621827397747187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3809621827397747187&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3809621827397747187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3809621827397747187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/charm-of-being-old.html' title='The Charm of Being Old, Wise and Mature'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-8705929889494528241</id><published>2008-03-24T20:54:00.001+07:00</published><updated>2008-03-24T20:56:13.908+07:00</updated><title type='text'>On Marriage</title><content type='html'>Satu lagi dari Paulo Coelho (Oh, I'm obsessed!)&lt;br /&gt;------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Just like marriage&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia spent the whole autumn sowing and preparing his garden. In the spring, the flowers opened, and Nadia noticed a few dandelions that he had not planted.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia pulled them up. But the seeds had already spread, and others grew. He tried to find a poison that would kill only dandelions. An expert told him that any poison would end up killing all the other flowers too. In despair, Nadia sought help from a gardener.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘It’s just like marriage,’ said the gardener. ‘Along with the good things, there are always a few inconveniences.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘What should I do, then?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Nothing. They may not be the flowers you intended to have, but they are still part of the garden.’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-8705929889494528241?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/8705929889494528241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=8705929889494528241&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8705929889494528241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8705929889494528241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/on-marriage.html' title='On Marriage'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6562851916755936224</id><published>2008-03-24T20:49:00.003+07:00</published><updated>2008-03-24T20:54:32.012+07:00</updated><title type='text'>On Decisions</title><content type='html'>Tulisan Paulo Coelho selalu meng-inspire saya. I wonder how could he come up with such wisdom. Seperti yang saya temukan di blog beliau (www.paulocoelhoblog.com) berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Decisions are only the beginning of something.&lt;br /&gt;When someone makes a decision he is, in fact,&lt;br /&gt;plunging into a powerful current&lt;br /&gt;that carries him to a place&lt;br /&gt;he had never even dreamed of&lt;br /&gt;when he made that initial decision.&lt;br /&gt;(The Alchemist)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6562851916755936224?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6562851916755936224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6562851916755936224&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6562851916755936224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6562851916755936224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/on-decisions.html' title='On Decisions'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3924851257851481922</id><published>2008-03-23T18:42:00.002+07:00</published><updated>2008-03-23T18:54:16.831+07:00</updated><title type='text'>Questions</title><content type='html'>Bagaimana caranya kita bisa memahami hati? Berapa lama kita bisa mencapai pemahaman itu? Apa yang harus dilakukan untuk itu? Berpikirkah? Membiarkan waktu berjalan sambil menyerahkan semuanya pada Tuhan? Dimanakah ikhtiar? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"There is always a gap between when the question is posted and the answer"&lt;/span&gt; (Fred Armah, Coffee Break, March 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi.. ketika kita pikir sudah ada jawabannya, benarkah itu jawabannya? Jujurkah kita pada diri sendiri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3924851257851481922?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3924851257851481922/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3924851257851481922&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3924851257851481922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3924851257851481922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/questions.html' title='Questions'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-4894241671520967095</id><published>2008-03-18T04:57:00.005+07:00</published><updated>2008-03-22T05:30:58.723+07:00</updated><title type='text'>Snow for my mom</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R-Q3DWY9AdI/AAAAAAAAAFY/HrN_MitkKVg/s1600-h/IMG_0408.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R-Q3DWY9AdI/AAAAAAAAAFY/HrN_MitkKVg/s200/IMG_0408.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180326002072289746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R-Q3EGY9AeI/AAAAAAAAAFg/3i9d0dZE_nE/s1600-h/IMG_0411.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R-Q3EGY9AeI/AAAAAAAAAFg/3i9d0dZE_nE/s200/IMG_0411.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5180326014957191650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R9-PfzlUzqI/AAAAAAAAAFQ/kyMdHya1ZSk/s1600-h/IMG_0421.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R9-PfzlUzqI/AAAAAAAAAFQ/kyMdHya1ZSk/s200/IMG_0421.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179015873084837538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R9-OcTlUzoI/AAAAAAAAAFA/zj3-oRJPZHA/s1600-h/IMG_0466.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R9-OcTlUzoI/AAAAAAAAAFA/zj3-oRJPZHA/s200/IMG_0466.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179014713443667586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R9-OcjlUzpI/AAAAAAAAAFI/vFKem_C8oA0/s1600-h/IMG_0448.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R9-OcjlUzpI/AAAAAAAAAFI/vFKem_C8oA0/s200/IMG_0448.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5179014717738634898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Here is today's swedish spring. Bunga-bunga sudah bermunculan tapi salju masih turun. Belakangan memang cuaca selalu gloomy, seperti biasanya cuaca di sini, tapi sudah ketahuan musim semi datang. Matahari muncul lebih lama seminggu ini dan setiap weekend rasanya suhu udara mulai menghangat. Mungkin sekitar 10 derajat. Saya kira temperatur tidak akan drop lagi. Ternyata.. saya salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi saya pikir salju hanya sebentar, mungkin hanya satu jam. Tapi lagi-lagi saya salah. Sudah sehari penuh salju turun dengan konstan, bahkan sampai sekarang. Temperatur diluar hanya 1 derajat, tidak seberapa dingin dibanding daerah utara Swedia atau negara Nordic lainnya. Tapi buat saya yang katanya 'gadis tropis', tentu saja saya kedinginan. Belum lagi angin yang kencang yang menjadi notabene cuaca di Lund. Rasanya salju ini lebih dingin dari temperatur yang sebenarnya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi siang saya berjalan kaki ke kampus, demi menyeami salju. Perasaan saya tentu saja campur aduk antara senang dan gamang. Senang karena bisa mengalami swedish winter lagi, tapi di saat yang sama saya bertanya pada diri sendiri, mungkinkah ini swedish winter terakhir buat saya?  Ah mudah-mudahan bukan. Pikiran saya melayang ke ibu saya yang beberapa bulan lalu berniat ingin berkunjung kemari untuk melihat salju. Tapi waktu itu saya larang karena saya tahu ibu saya tidak tahan dingin dan beliau pasti tidak bisa menikmati kota dan jalan-jalan... Lagipula, winter di Lund pas bulan Februari rasanya sudah tidak akan bersalju lagi. Jadi, ibu saya pasti hanya bisa menikmati dinginnya Swedia tanpa melihat salju..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saya salah lagi. Sudah sebulan lebih saya di sini, sudah dua kali turun salju tebal.  Dua kali juga saya menyesal karena melarang ibu saya ke sini. Rasanya saya mau mengirimkan tiket segera buatnya supaya bisa kemari mumpung salju masih ada. Rasanya saya ingin menarik kata2 saya kembali dan mendukung rencananya buat ke sini. Saya ingin mewujudkan keinginannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya cuma bisa berjalan di bawah salju sepulang dari kampus dan mengambil gambar sebanyak-banyaknya untuk dikirim ke Jakarta. Saya tahu ketika ibu saya melihat foto-foto itu dia pasti tetap ingin melihat langsung dan memegang saljunya. Saya tahu dia pasti akan sedih dan menyayangkan rencananya yang gagal terwujud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm sorry mom, thought you might not be able to go out in this cold weather. Thought snow is not gonna come again after January. Thought Lund does not have thick enough snow to enjoy and see. Sorry Mom. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hope we can make it again sometime. Sometime when you don't have to spend big money to visit me. Sometime when I can afford to fly you here. Sometime when  you can see me having a new life and be happy about it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's cross our fingers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-4894241671520967095?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/4894241671520967095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=4894241671520967095&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4894241671520967095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4894241671520967095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/snow-for-my-mom.html' title='Snow for my mom'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R-Q3DWY9AdI/AAAAAAAAAFY/HrN_MitkKVg/s72-c/IMG_0408.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7669293797633044022</id><published>2008-03-07T05:41:00.005+07:00</published><updated>2008-03-07T05:51:34.563+07:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Perempuan Sedunia</title><content type='html'>Sekali lagi saya baca transkrip interview dengan beberapa perempuan desa korban perdagangan manusia di Vietnam. Sekali lagi kisah mereka menguatkan saya untuk terus berjuang menyelesaikan ini, menjadikan kisah mereka tercatat walaupun hanya di sebuah tugas sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berhutang pada mereka. Berhutang atas waktu yang mereka berikan pada saya. Atas kepercayaan mereka berbagi cerita pada saya. Atas emosi dan trauma yang mereka coba kalahkan demi bisa berbagi dengan saya. Saya benar-benar berhutang pada mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan apa yang saya 'ambil' dari mereka tidak menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih atas bantuannya, teman-temanku di Bac Giang dan An Giang. Selamat hari perempuan sedunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7669293797633044022?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7669293797633044022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7669293797633044022&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7669293797633044022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7669293797633044022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/selamat-hari-perempuan-sedunia.html' title='Selamat Hari Perempuan Sedunia'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-8414725177181965072</id><published>2008-03-01T18:30:00.002+07:00</published><updated>2008-03-01T19:57:18.679+07:00</updated><title type='text'>Dompet</title><content type='html'>Saya hampir kehilangan dompet lagi. dasar ceroboh... ceroboh.. dan pikun.. Minggu lalu saya belanja kebutuhan dapur dengan teman sekoridor saya, Annika. Kami pergi ke Citi Gross, supermarket yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Selesai belanja saya sibuk memasukkan barang-barang ke dalam ransel saya, dan tidak sadar kalau dompet saya belum saya masukkan ke dalam ransel. Santai saja kami berjalan pulang sambil menyumpahi cuaca dingin Lund.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya di rumah ketika saya sedang beberes mempersiapkan barang yang harus saya bawa ke kampus, saya baru ingat kalau dompet itu tidak ada. Saya tanya ke Annika apa dia melihat saya memasukkan dompet ke dalam tas, jawabannya tentu saja tidak. Huh, pasti ketinggalan di Citi Gross. Kami sepakat untuk balik lagi ke sana dan bertanya pada sang kasir. Mudah-mudahan ia menyimpannya karena saya adalah orang terakhir yang ada di kasir itu sebelum mereka tutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paginya saya balik ke sana, dengan perasaan setengah yakin dan setengah tidak kalau dompet saya akan disimpan. Mungkin akan disimpan sama manager tokonya, atau mungkin juga ada orang iseng dari kasir sebelah yang mencurinya. Kalau hilang, saya akan sibuk menutup rekening bank di Jakarta (dan ini akan repot sekali karena harus menelpon dari sini), dan membukanya kembali ketika saya pulang. Plus, saya juga harus membuat laporan polisi. Untung paspor saya tidak ikutan ketinggalan. Kalau iya, bisa terulang lah kerepotan waktu di Belanda tahun lalu.. Kalau urusan bank di Swedia sih, untungnya gampang, saya tinggal telepon bank dan mereka tinggal blokir saja kartu saya yang hilang, kemudian membuatnya dengan yang baru. Kartu barunya pun langsung dikirim ke rumah, saya tidak perlu menjemput dan menunjukkan surat keterangan polisi. They are so trusting here!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya sampai di Citi Gross dan melapor ke customer service, dan begini percakapannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: Hej, saya ketinggalan dompet tadi malam di Kassa 5&lt;br /&gt;Customer Service: Oh, siapanya?&lt;br /&gt;Saya: Nama saya?&lt;br /&gt;Customer Service: iya&lt;br /&gt;Saya: Gita&lt;br /&gt;Customer: Oh iya, kita punya dompet kamu&lt;br /&gt;Saya: Wah, terima kasih banyak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lega sekali rasanya. Si mbak customer service pun menelepon salah satu temannya dan bilang bahwa saya, yang punya dompet ada di bawah. Saya disuruh tunggu karena sebentar lagi dompet saya akan diantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, setelaj 5 menit menunggu, akhirnya ada petugas Citi Gross yang datang dan menyerahkan dompet saya. Dia cuma bilang "Here it is" dan kembali lagi ke dalam. Tidak ada formulir yang harus saya isi. Tidak ada tanda bukti yang harus saya tunjukkan bahwa saya memang si empunya dompet. Semua berjalan seperti biasa, sepertinya mengembalikan barang yang bukan miliknya adalah satu hal yang biasa, seperti kita membayar satu botol Coca Cola di Seven Eleven. Wah, lagi-lagi saya pikir, they are so trusting! (Atau mungkin nggak ada yang bisa diambil dari dompet saya? hehehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senangnya menemukan kembali dompet saya. Dompet ini sudah dua kali hampir hilang. Yang pertama di Hanoi, di salah satu restoran tempat farewell dinner saya dengan teman IOM, di malam terakhir sebelum saya pulang dan meninggalkan Vietnam. Untungnya sang manajer restoran menyimpannya, dan saya kembali ke restoran itu sebelum mereka tutup. Akhirnya saya pun bisa pulang ke Indonesia dengan selamat tanpa kehilangan apapun. Lagi-lagi, saya memang ceroboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, saya memang ceroboh dan tidak menghargai betapa bernilainya dompet kusam saya itu. Sebenarnya, saya tahu betapa berartinya si dompet itu, mengingat berbagai kartu ATM dan ID yang memang saya butuhkan untuk bisa tinggal di sini dan bertransaksi belanja. Semua memang bisa diurus gantinya kalau hilang, tapi itu makan waktu dan tenaga. Annoying juga sih. Beruntung ada orang-orang jujur dan trusting yang mengembalikan dompet saya beserta isinya dengan utuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun berkaca, mungkin bukan hanya dompet yang selama ini saya 'kecilkan' nilainya. Bisa jadi benda-benda lain, orang lain, ataupun malahan berbagai kesempatan yang sudah saya punya, sudah saya pinggirkan artinya. Masih beruntung, mereka belum hilang dan tetap bisa saya miliki. Kalau sudah hilang, saya mungkin akan menyesal dengan sangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menyesal, waktunya sadar diri. Saya memang harus belajar lebih menghargai setiap hal yang melekat pada saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-8414725177181965072?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/8414725177181965072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=8414725177181965072&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8414725177181965072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8414725177181965072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/03/dompet.html' title='Dompet'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7972340291522749453</id><published>2008-01-18T23:43:00.000+07:00</published><updated>2008-01-19T00:31:32.881+07:00</updated><title type='text'>Sasha and Daniel Powter</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R5Dh9MrAz5I/AAAAAAAAAE4/aKSA4RifcGU/s1600-h/Photo+10.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R5Dh9MrAz5I/AAAAAAAAAE4/aKSA4RifcGU/s200/Photo+10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5156870014829121426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lagi suntuk dan males pulang. Nongkrong di Avenue Cilandak Town Square gara2 kepincut sama live band nya malam ini. Lumayan juga, beberapa menit duduk di sini, mulai mengalir mood bagus dan mood kerja muncul :) Walaupun sedikit, at least there is something done. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak tahu apa nama band nya, yang pasti lagu-lagunya bikin mood saya berubah jadi bagus. Beberapa lagu kayak Everybody's Changing-nya Keane, Friday Im in Love-nya The Cure, atau yang anyar kayak Sempurna-nya Andra and the Backbone bikin saya nyanyi sambil kerja. Asik banget. Lagu-lagu itu juga membawa saya ke beberapa tahun silam ketika saya sering-seringnya nongkrong tiap pulang kerja sekedar nunggu macet atau curhat. Hehehe. Setiap lagu punya nilai tersendiri buat saya, karena ada kejadian yang diwakilinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti lagu Bad day-nya Daniel Powter. Ada satu masa di mana saya selalu mendengarkan lagu ini tiap berangkat kerja. Waktu itu saya lagi patah hati berat dan setiap hari adalah bad day buat saya. Tapi masa itu lewat juga dan saya pun menolak untuk mendengar lagu ini karena saya gak mau punya bad days lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi satu tahun ini, lagu Bad Day-nya Daniel Powter mengingatkan saya pada Sasha, my little wise niece.  Saya tahu kalau Sasha suka lagu ini sejak kecil, memang kami (mami dan tante-tantenya) punya peran dalam memperkenalkan lagu ini. Tapi yang buat saya terkagum-kagum adalah dia hafal lirik lagu ini. Dan rasanya pas betul kalau lagu ini dinyanyikan Sasha, si kecil yang mature dan wise. Sang princess makin membuat saya kagum dengan berbagai sikapnya yang dewasa, yang sejak ia kecil (tanpa dia tahu) mengajarkan saya untuk menjadi spontan dan apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, sekarang lagu Bad Day-nya Daniel Powter memang mengingatkan saya pada Sasha. I really miss her, dan saya tahu, semakin ia tumbuh besar, makin saya akan jauh darinya. Saya masih ingat tangisannya ketika saya pergi ke Hanoi, atau ketika saya pulang dari Singapore ke Jakarta. Saya ingat ketika dia bilang "Tante Gita, I really miss you" waktu kami sedang menggambar  sama-sama di rumah. Atau lain waktu dia memasang tampang sedih di airport dan bilang "I will give you an ugly look if you go" atau seringkali dia bilang "Tante Gita, I don't want you to go" ketika saya mau ke Jakarta kemarin. Saya sedih dan teharu karena perpisahan kami tidak hanya saya rasakan, tapi sekarang dia juga sudah bisa merasakan dan mengekspresikannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukanlah tante yang istimewa buat Sasha, tapi Sasha istimewa sekali buat saya. Kecerdasan dan kedewasaannya mengagumkan, dan itu sering mengajarkan saya untuk selalu happy, berani, spontan dan orisinil. Abang and Eva, what a great treasure you have..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Bad Day&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Daniel Powter&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Where is the moment when we needed the most&lt;br /&gt;You kick up the leaves and the magic is lost&lt;br /&gt;They tell me your blue skies fade to gray&lt;br /&gt;They tell me your passion's gone away&lt;br /&gt;And I don't need no carryin' on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You stand in the line just to hit a new low&lt;br /&gt;You're faking a smile with the coffee you go&lt;br /&gt;You tell me your life's been way off line&lt;br /&gt;You're falling to pieces every time&lt;br /&gt;And I don't need no carryin' on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Because you had a bad day&lt;br /&gt;You're taking one down&lt;br /&gt;You sing a sad song just to turn it around&lt;br /&gt;You say you don't know&lt;br /&gt;You tell me don't lie&lt;br /&gt;You work at a smile and you go for a ride&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;The camera don't lie&lt;br /&gt;You're coming back down and you really don't mind&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Will you need a blue sky holiday?&lt;br /&gt;The point is they laugh at what you say&lt;br /&gt;And I don't need no carryin' on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;You're taking one down&lt;br /&gt;You sing a sad song just to turn it around&lt;br /&gt;You say you don't know&lt;br /&gt;You tell me don't lie&lt;br /&gt;You work at a smile and you go for a ride&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;The camera don't lie&lt;br /&gt;You're coming back down and you really don't mind&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Oooh.. a holiday..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes the system goes on the blink&lt;br /&gt;And the whole thing turns out wrong&lt;br /&gt;You might not make it back and you know&lt;br /&gt;That you could be well oh that strong&lt;br /&gt;And I'm not wrong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(yeah...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So where is the passion when you need it the most&lt;br /&gt;Oh you and I&lt;br /&gt;You kick up the leaves and the magic is lost&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cause you had a bad day&lt;br /&gt;You're taking one down&lt;br /&gt;You sing a sad song just to turn it around&lt;br /&gt;You say you don't know&lt;br /&gt;You tell me don't lie&lt;br /&gt;You work at a smile and you go for a ride&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;You've seen what you like&lt;br /&gt;And how does it feel for one more time&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;br /&gt;You had a bad day&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7972340291522749453?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7972340291522749453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7972340291522749453&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7972340291522749453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7972340291522749453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/01/bad-day-daniel-powter.html' title='Sasha and Daniel Powter'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/R5Dh9MrAz5I/AAAAAAAAAE4/aKSA4RifcGU/s72-c/Photo+10.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-647339324372539573</id><published>2008-01-07T15:50:00.000+07:00</published><updated>2008-01-07T18:12:23.173+07:00</updated><title type='text'>Take and Give</title><content type='html'>Hidup memang bisa memberikan apapun bagi manusia. Dan saya bersyukur bisa menjalani hidup dan menikmatinya. Saya merasa Tuhan telah memberikan segala yang saya mau selama ini. Terima kasih, Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang rasanya malu ketika saya berdoa dan meminta pada Tuhan tentang banyak hal yang saya mau. Rasanya saya selalu meminta pada-Nya tanpa mampu memberikan apapun pada Dia. Tapi apa yang bisa saya berikan padaNya? Apa yang pantas saya berikan pada Tuhan saya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah relationship adalah sesuatu yang bersifat take and give. Hubungan vertikal manusia dengan Tuhan, menurut saya, juga satu bentuk hubungan take and give. Tapi dalam hati saya, ketika saya menilai hubungan saya dengan Dia, sepertinya semua ini, sampai hari ini, masih one-sided. Saya hanya mengambil, meminta, memohon segalanya padaNya, tapi saya belum pernah secara sadar memberikan apapun padaNya. Apa yang sudah saya berikan pada Dia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang, kita harus berserah diri kepadanya, bersyukur atas apa yang sudah diberikan pada kita, mengamalkan ajarannya. Itu bentuk taqwa manusia, kesempatan bagi kita untuk memberikan 'sesuatu' pada Tuhan, walaupun Dia juga tidak meminta itu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya pikir, Tuhan akan marah dan menghukum saya jika saya melakukan hal yang tidak disukaiNya. Tapi.. bukankah  Tuhan tidak pernah marah?  Lagipula, saya pikir, untuk apa Tuhan marah pada saya? Saya hanyalah potongan super super kecil dari kuasaNya. Saya bukanlah satu hal signifikan yang perlu dipikirkan oleh-Nya. Why bother being mad at me? at us? at stupid-small thing in the universe that is not significant at all? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya percaya, ada alasan untuk segala sesuatu. Manusia, termasuk saya, memang makhluk kecil bagi Tuhan. Tapi sebongkah pikiran pada manusia adalah sesuatu yang membuatnya menjadi makhluk Tuhan yang mulia dan istimewa. Bersyukurlah kita, manusia, punya pikiran yang kuat untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup. Bersyukurlah kita, manusia yang mampu berpikir, bisa membuat pilihan-pilihan dalam hidup. Diluar keterbatasan fisikal yang membatasi pikiran dan perbuatan manusia, pikiran kita adalah satu aset yang tak ternilai harganya, yang bisa merubah hidup  manusia anytime, anywhere, jika kita mau. Bersyukurlah kita... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, pasti ada alasan kenapa saya, anda, kita, dipersilakan hidup oleh-Nya. Ada alasan kenapa  manusia boleh mendapatkan banyak hal dari kehidupan. Ada alasan mengapa kita diijinkan untuk mengeruk pengalaman, ilmu dan materi, sebanyak-banyaknya dari kehidupan. Tapi... apa yang bisa kita berikan bagi kehidupan? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pembungkus (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;as a wrap?&lt;/span&gt;), mungkinkah apa yang kita berikan kembali bagi kehidupan - if we can afford it - adalah sesuatu yang kita berikan pada Tuhan? Itukah wujud dari 'take and give' antara kita dengan Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu alam. Cuma Dia yang tahu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-647339324372539573?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/647339324372539573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=647339324372539573&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/647339324372539573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/647339324372539573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2008/01/take-and-give.html' title='Take and Give'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7786472020788032060</id><published>2007-12-21T13:06:00.000+07:00</published><updated>2008-01-07T15:50:11.592+07:00</updated><title type='text'>I'm Gonna Miss It</title><content type='html'>Dua hari lagi saya kembali meninggalkan Vietnam. Artinya, empat hari lagi saya tiba di Jakarta karena 2 saya mau mampir di Singapore dulu selama 2 hari. Minggu ini rasanya lambat sekali berjalan. Rasanya setiap hembusan nafas ini bisa saya hitung karena tidak ada lagi yang ingin saya kerjakan di sini. Saya cuma mau pulang... Saya berusaha menyusun jadwal interview terakhir, dinner dengan teman2 di sini, atau sekedar berkunjung ke tempat2 yang belum saya kunjungi, Tapi tetap saja, waktu masih tetap tersisa dan tgl 23 Desember (jadwal pulang saya) rasanya lama sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya bangun dan tersenyum. Saya sadar sekarang sudah hari Jumat, dan ternyata saya bisa melewati Senin, Selasa, Rabu dan Kamis..  Rasanya amazing....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I will miss Hanoi, somehow. Banyak naik turun yang saya alami di sini. Saya juga banyak belajar dari orang-orang yang saya temui selama penelitian. Termasuk para korban trafficking yang akhirnya bisa saya temui dua minggu terakhir ini. Sepuluh orang yang bisa saya temui dan masing-masing punya cerita yang sangat berbeda. Melelahkan, ada yang mengharukan dan ada juga yang bikin frustasi. Saya merasa dekat, sekaligus sangat jauh dengan mereka. saya merasa dekat ketika mereka menceritakan kisah mereka tanpa hambatan, dan penuh kepercayaan terhadap saya. Mereka juga memeluk dan mencium saya, mendoakan agar saya sukses dengan penelitian ini (Amin!). Saya juga merasa jauh ketika mereka tidak bisa bercerita, enggan berbagi dan melihat saya dengan pandangan defensif. saya tidak bisa menyalahkan mereka. saya hanyalah orang asing bagi mereka dan tidak merasakan apapun dari pengalaman yang mereka alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amazing pengalaman bertemu dengan banyak orang. Empat bulan di Vietnam adalah waktu yang pendek namun sangat intesif untuk saya melihat berbagai kontras. Tentang takut akan penelitian lapangan, kecewa dan kesal dengan orang-orang Vietnam, tentang rude-nya orang-orang Vietnam, dan minimnya fasilitas yang 'tourist friendly'. Tapi banyak juga pengalaman yang mengesankan mengesankan seperti masa-masa kontemplasi yang saya lakukan di setiap sudut jalan dekat Hoan Kiem lake dan Opera house, persahabatan dengan seorang ibu dari KBRI, make friends dengan orang-orang baru di lapangan, belajar dari berbagai orang yang saya interview mulai dari professor, manager, consultant, officer, sampai interpreter dan korban trafficking.. Amazing akhirnya saya bisa berkata bahwa saya akan merindukan kesederhanaan orang Vietnam dan keluguan mereka (walaupun di banyak kesempatan keluguan ini berubah jadi ignorance dan rudeness!). Saya juga akan merindukan tranquility Hoan Kiem lake dan Temple of Literature, tempat hening dan inspiratif di tengah hiruk pikuk Hanoi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin pulang. Sejak awal datang saya pun selalu ingin pulang. Tapi kali ini saya ingin pulang bukan karena saya tidak suka dengan Hanoi. Tapi saya ingin pulang dan segera berbagi dengan teman-teman dan keluarga tentang banyak hal yang saya lihat di sini. Tentang banyak hal yang saya rasakan di sini. Tentang perasaan senang dan benci terhadap Hanoi. Tentang sedih dan excitement yang Tuhan sudah berikan pada saya selama berada di sini. Tentang surprises dan kemudahan yang Tuhan berikan di sela-sela rasa frustasi saya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I miss home. I miss its warmth that I could not find anywhere in many parts of the world. I am going home soon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pho 24 @ Van Mieu St., Hanoi. 21 December 2007&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7786472020788032060?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7786472020788032060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7786472020788032060&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7786472020788032060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7786472020788032060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/12/im-gonna-miss-it.html' title='I&apos;m Gonna Miss It'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7688915785410162781</id><published>2007-12-01T01:08:00.000+07:00</published><updated>2007-12-01T01:21:53.535+07:00</updated><title type='text'>Kakak Mia</title><content type='html'>Dulu waktu kecil, mungkin sebagian dari kita sempet akrab dengan lagu anak yang judulnya 'Kakak Mia'. Saya juga baru dengar lagi setelah berpuluh tahun. Kurang lebih liriknya begini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suara 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kakak Mia, Kakak Mia&lt;br /&gt;Minta anak barang seorang&lt;br /&gt;Kalau dapat, kalau dapat&lt;br /&gt;Hendak saya suruh berdagang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suara 2:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak yang mana akan kau pilih&lt;br /&gt;Anak yang mana akan kau pilih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suara 1:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Itu yang tengah yang saya pilih&lt;br /&gt;Bolehlah ia menjual sirih&lt;br /&gt;Itu yang tengah yang saya pilih&lt;br /&gt;Bolehlah ia menjual sirih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Suara 3:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sirih, sirih&lt;br /&gt;Siapa beli&lt;br /&gt;Sirih, sirih&lt;br /&gt;Siapa beli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(mungkin ada kata-kata yang salah dari lirik di atas karena suka beda-beda versi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak liriknya kayaknya ada yang aneh. Koq berbau perdagangan anak ya?&lt;br /&gt;Am I being too much into my thesis or what?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7688915785410162781?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7688915785410162781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7688915785410162781&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7688915785410162781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7688915785410162781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/12/kakak-mia.html' title='Kakak Mia'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3202384243461500239</id><published>2007-11-23T22:13:00.000+07:00</published><updated>2007-11-23T22:15:50.633+07:00</updated><title type='text'>Seandainya...</title><content type='html'>Masih tentang perdagangan perempuan dan berbagai pertanyaan yang menggelayut di otak saya. Kali ini saya berusaha menuliskan pikiran saya itu, supaya suatu hari ketika saya lupa, saya pun diingatkan, dan tergerak untuk melakukan sesuatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya membayangkan beratnya hidup para wanita yang diperdagangkan, ketika mereka mengalami eksploitasi seks atau eksploitasi di tempat kerja, atau bahkan eksploitasi dari sang suami yang mengaku sudah “membeli”nya. Satu eksploitasi yang mereka alami di tempat tujuan. Saya juga membayangkan ketika sebagian lain dari mereka ditipu, dijanjikan akan bekerja di parik tapi malah disekap di kamar dan dipaksa bekerja di rumah bordil. Bentuk eksploitasi lain yang mereka alami di perjalanan menuju tempat tujuan.. Kalaupun mereka beruntung, mereka bisa kabur dan kembali ke tempat asal, tapi.. belum tentu mereka diterima di kampung sendiri. Stigma dan bad image sebagai perempuan yang diperdagangkan, memang erat dengan prostitusi, walaupun sebenarnya mereka belum tentu bekerja di industri seks. Berat memang, sudah pergi dengan tujuan membantu keluarga, ingin melunasi hutang dengan segera atau membiaya orang tua yang sakit-sakitan, tapi ketika pulang malah dicemooh orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saja mereka bisa punya opsi di kampung, mereka bisa hidup dan membiayai keluarganya tanpa harus pergi jauh. Seandainya pun mereka harus bermigrasi yang jauh, mereka sudah punya kemampuan yang cukup sehingga bisa bekerja di sektor formal tanpa harus dieksploitasi. Seandainya mereka punya keberanian dan percaya diri yang kuat, mereka bisa menolak dan melawan ketika mengalami kekerasan.. Tapi tidak, tidak semudah itu. Kenyataan tidak semudah yang kita pikirkan. Seringkali kita harus menyerah pada keadaan, walaupun usaha yang kita lakukan sudah demikian keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya hidup bisa berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan. Seandainya sang korban trafficking bisa pulang kampung dan hidup tenang di desanya lagi. Seandainya tidak ada pandangan sinis dari masyarakat sekitar. Seandainya tidak ada diskriminasi kesempatan kerja bagi para perempuan yang (ternyata) korban perdagangan manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya tidak ada kesenjangan di tengah-tengah manusia. Seandainya mereka tidak harus merasakan kemiskinan. Seandainya setiap perempuan bisa duduk di lobby hotel sambil minum peppermint tea dan menuangkan pikirannya di laptopnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh my God, I’m dreaming too far. There’s nothing I can do, really. Saya hanya bisa bertanya pada diri sendiri, wondering around, dan terbengong-bengong sambil terus menyusun daftar “seandainya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu, perempuan korban trafficking juga ada di mana-mana. Saya memikirkan perempuan Indonesia. Saya melihat banyak kesulitan di Vietnam yang mirip dengan Indonesia, walaupun banyak juga perbedaannya. Saya mungkin akan lebih sensitif jika melakukan penelitian di negeri sendiri (walaupun sering saya berpikir melakukan penelitian di Indonesia akan jauh lebih mudah buat saya). Saya sering merasa bersalah, tapi di sisi lain saya tahu mungkin saya akan lebih emosional dan attached jika melakukan ini di Indonesia. Akhirnya saya akan lebih stress.. Lagipula, itung-itung belajar dan mengumpulkan keberanian, sekarang saya melakukan penelitian (pertama) trafficking saya di sini. Next time I’ll do it di kampung halaman sendiri.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, walaupun saya absen saat ini, saya tahu tetap ada tangan-tangan yang membantu melawan praktek perdagangan perempuan di negeri tercinta. Ada hati dan pikiran yang tercurah pada mereka, perempuan yang (rentan) menjadi korban trafficking. Saya tahu ada orang yang ekstra sabar dan persistent berusaha walau jalan yang ditempuh sangat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya rindu kampung halaman... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanoi Daewoo Hotel, 23 November 2007, 9:12 PM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3202384243461500239?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3202384243461500239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3202384243461500239&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3202384243461500239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3202384243461500239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/11/seandainya.html' title='Seandainya...'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-8201689375072297822</id><published>2007-11-23T19:36:00.000+07:00</published><updated>2007-11-23T20:11:22.016+07:00</updated><title type='text'>Imagine</title><content type='html'>Duduk di lobby hotel Daewoo Hanoi, sambil menyimak permainan piano dan biola menjadi momen favorit saya. Terutama, environment yang cozy dan tenang itu membantu saya berkonsentrasi dan bekerja. Sudah dua kali duduk di sini, I reckon that this is where I can be productive most.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini sang pianis memainkan lagu "Imagine"- nya The Beatles. Rasanya damai sekali, saya yang tadinya membaca dengan anteng akhirnya tidak tahan juga untuk berhenti sejenak dan menyimak permainannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran saya pun melayang ke rencana penelitian saya, menemui korban-korban perdagangan perempuan di Vietnam.  Saya membayangkan suatu saat saya bisa bertemu dengan mereka, apakah mereka akan gembira, atau malah takut ketika bertemu dengan saya? Atau malah saya sendiri yang takut? Ah.. sekarang saya memang hanya bisa berimajinasi tentang pertemuan saya dengan mereka. Mereka yang katanya berasal dari desa dan miskin, terperangkap dalam berbagai keterbatasan, akhirnya melihat migrasi sebagai satu cara untuk memperbaiki hidupnya dan hidup keluarganya. Mereka bekerja at high cost, melupakan berbagai eksploitasi terhadap dirinya demi satu tekad membantu keluarga, membayar hutang pada sang tuan tanah, atau membiayai orang tua yang sakit. Mulia sekali kedengarannya, walaupun pada kenyataannya banyak juga yang mencari uang untuk kepuasan materialnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang belum bertemu dengan satu pun dari mereka, mudah-mudahan saya punya kesempatan itu, dan mudah-mudahan saya diberi nyali yang cukup kuat untuk bertemu dan ngobrol dengan mereka. Tapi saya punya keinginan untuk menulis sesuatu untuk mereka , di tesis saya, mudah-mudahan mereka berkenan. Saya tahu tulisan saya nanti tidak bisa merubah apapun, tapi mudah-mudahan saya bisa jadi pendengar yang baik ketika bertemu dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu saya tinggal satu bulan di sini. Sang pianis sudah memainkan beberapa lagu sejak lagu Imagine tadi. Tapi saya tahu, saya akan tetap berimajinasi, membayangkan saat-saat saya ngobrol dengan para perempuan korban trafficking yang saya tahu akan sulit.. Mudah-mudahan saya tidak hanya sekedar berangan-angan. Mudah-mudahan saya bisa menulis sesuatu dengan hati di tesis saya. Bukan untuk menjual penderitaan mereka, mudah-mudahan... *knock-on-wood*. It will be just a piece of academic paper of a silly student, happened to be dumped in Hanoi for 4 months without knowing what to do...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-8201689375072297822?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/8201689375072297822/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=8201689375072297822&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8201689375072297822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8201689375072297822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/11/imagine.html' title='Imagine'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-2247752196674745553</id><published>2007-11-15T19:54:00.000+07:00</published><updated>2007-11-15T20:21:56.202+07:00</updated><title type='text'>Miracle</title><content type='html'>Now I've made up my mind. I want to stick with my first research plan. Yep, it's not easy to do in terms of theory, but I know somehow it is possible. I still want to look at those 2 issues: poverty and human trafficking. I have been trying and trying this time to find a research question that is reasonable and interesting. Been changing around here and there, but always... end up with the one that I have been thinking of when I was back in Lund. I don't know how it ends up but hopefully I have good resources to base on. I'm so slow in understanding those theories but.. that's me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now another concern appears. I just heard from a PhD student who has done his Master thesis on similar issue in this country, that it's impossible to go to the field in such period of time. He himself needed 6 months to do his research. Besides, there are also some biases about how people meant by victims of trafficking. So... it is impossible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My heart is broken. It's like killing my dream. And my plans. I try to change my topic several times in order to try to be realistic, but it's impossible. Besides, my interest is always about the women themselves so no matter how I change the topic, it's always about the women and their livelihood. I have not thought about another creature for this very topic just to avoid going to the field. Ah well, now I don't know if I would be able to write about the same topic again or not. Nor I know if I  have the chance to go to the field.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, I'm meeting my organization on Monday. Let's hear from them if they can help me reaching the field. I will decide later based on whatever they tell me. All I can do now is just try to be patient - which is so hard..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But anyway, kata Mariah Carey sama Whitney Huoston:&lt;br /&gt;"There can be miracles&lt;br /&gt;When you believe&lt;br /&gt;Though hope is frail&lt;br /&gt;It's hard to kill"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin.. amin.. Mudah-mudahan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-2247752196674745553?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/2247752196674745553/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=2247752196674745553&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2247752196674745553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2247752196674745553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/11/miracle.html' title='Miracle'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7355206820665733577</id><published>2007-11-11T17:51:00.000+07:00</published><updated>2007-11-11T18:16:29.456+07:00</updated><title type='text'>Missing home</title><content type='html'>It's one and a half month to go before going home. Yey! I feel much better if I think about it as I started dreaming about people back home in my sleeps. I know I miss home, and I know bit of my heart is already there. I can feel the comfort. And I can feel tears on my eyes too. I guess I miss them more than I was in Sweden. I feel days are tougher here so I miss them even more.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I gotta get things done before going home. Doing thesis is not easy at all. I can feel that it is the hardest part of my study that I am dumped in the field, having no supervisor around, while I'm still confused with things I want to write about! Yep, it's two months already but I still can't decide what to write. It's really dangerous (that's what my friends said when I told them). But what can I say? I had something to write for my thesis that I'd prepared when I was in Sweden. Was pretty sure it's doable. But after going thru all difficulties in Vietnam (including getting permission to go to the field for interview) and after some literature review I found that my research plan was unfeasible. Shoot. But what to do? They say I'm in the right 'academic path' - realizing that I was wrong and need to redo everything now.  But... do I still have time?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've been pushing myself to find something interesting to write. Just submitted my new research plan to my supervisor last night, explaining why I need to change everything. Hope she woud write back to me soon so I know I am now on the right track. Gosh, it's been so tiring but I know it's just the beginning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I miss home. I miss the comfort being with the people I love. I realize that I need their support to walk through this. Last night was my Dad's birthday and I asked for his support too. I am sure he sees me struggling from above. *I'm working on it Dad, though the way to get there is still barely open. Wish me luck!* &lt;br /&gt; ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mom, D, and my lovely friends back home. I wanna see you all. Badly. I'm going home soon. But after this. Wish me luck.&lt;br /&gt;Kram.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7355206820665733577?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7355206820665733577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7355206820665733577&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7355206820665733577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7355206820665733577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/11/missing-home.html' title='Missing home'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6512417214155488530</id><published>2007-11-05T01:05:00.001+07:00</published><updated>2007-11-05T01:29:08.023+07:00</updated><title type='text'>Blub..blubb..blub..</title><content type='html'>I know that sometimes my life is like a dream, and indeed it is because it has to end. Now I am back to my real life -- school, or more boringly, thesis -- that requires energy and patience to read, write and think. It takes lots of energy and thought to find an idea of what to focus for my thesis. I've been juggling for days reading, discussing thru YM and Skype with people back home, writing, and contemplating about things I want to research on, but it always end up with big CONFUSION. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feel like I wanna pack and leave. I feel lost and hopeless for not knowing what to do and where to start. My adorable supervisor is now in Nigeria (not even back at school!) until December, and it makes me feel even more lost (Hey Mam, hello... can you here me with my problem here?? I am lost. L..O..S..T.. Can you show me the way?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now it occupies my mind. This theory that I have not certainly found. I am drawn. Blubb..blub...blubb..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6512417214155488530?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6512417214155488530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6512417214155488530&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6512417214155488530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6512417214155488530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/11/blubblubbblub.html' title='Blub..blubb..blub..'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-243012318163510084</id><published>2007-10-30T14:32:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T16:36:08.897+07:00</updated><title type='text'>Hidup Bagaikan Mimpi: Renungan Seorang Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RyhMfmyxZxI/AAAAAAAAAEw/KYEILrTVzEY/s1600-h/Ha+Long+bay+with+Sax.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RyhMfmyxZxI/AAAAAAAAAEw/KYEILrTVzEY/s200/Ha+Long+bay+with+Sax.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127432281634465554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini seperti mimpi. Maksudnya, hidup saya sekarang seperti mimpi. Saya tidak pernah membayangkan akan bisa berlebaran dengan keluarga selama saya sekolah lagi. Keberangkatan saya tahun lalu ke Swedia untuk 2 tahun mempersiapkan saya dengan perasaan homesick dan harapan yang kosong tentang bertemu keluarga di saat lebaran. Apalagi bertemu dengan teman-teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata saya tidak harus homesick terlalu lama. Selama tahun pertama di Swedia, saya sempat menyambangi teman saya yang travel ke Eropa untuk urusan kantor. Saya juga sempat berkunjung ke tempat saudara dari pihak ayah di Den Haag. Kakak saya malah sempat berkunjung ke Lund, dan menginap di kamar saya. Rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengan mereka di tempat yang berbeda. Rasanya saya juga tidak pernah benar-benar sendirian. Selalu ada teman dan wajah-wajah familiar yang saya temui, walaupun tidak sering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun ini, saya malah lebih beruntung lagi. Saya sempat pulang ke Jakarta sebelum penelitian di Hanoi. Dua bulan di Jakarta, lumayan mengisi hati dan pikiran saya yang selama ini rindu kampung halaman, orangtua, saudara, teman, dan pacar (hehe). Berangkat ke Hanoi bulan Agustus, saya tidak pernah terpikir akan pulang atau keluar Vietnam karena saya hanya akan tinggal selama 4 bulan di sini, dan kembali ke Jakarta bulan Desember. Rasanya rasa rindu bisa ditahan lah. Ternyata, saya malah punya kesempatan buat berlebaran dengan keluarga di Singapore selama seminggu, dengan ibu dan keluarga kakak saya. Gak pernah disangka saya bisa berlebaran dengan Sasha, si kecil yang badannya sama sekali tidak kecil. Dan di Singapore juga saya bertemu Sahar, teman sekelas di Swedia yang sedang libur ke Singapore. Sebenarnya Sahar sedang penelitian di India, sama seperti saya yang juga penelitian di Vietnam, tapi dia berlibur ke Singapore mengunjungi temannya dari Swedia juga. Benar-benar seperti mimpi, saya bisa bertemu dengan teman dari Swedia dan mempertemukannya dengan keluarga saya. Tidak pernah terpikir sebelumnya dunia bisa begitu menciut sehingga seluruh isinya bisa bertemu di satu tempat yang sungguh tidak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebaran, rasanya belum habis juga kesempatan bagi saya bertemu dengan wajah familiar. Ratna, teman saya keja waktu di TAF, berkunjung ke Hanoi selama seminggu, dan kita sempat travel ke Ha Long Bay. Ke Ha Long Bay kami travel dengan dua teman saya satu rumah (dan sekaligus teman sekelas dari Swedia juga), Dave dan Sofia. Lagi-lagi, rasanya seperti mimpi bisa berada di Ha Long Bay, bersama Ratna, dan teman-teman sekelas saya. Di Ha Long Bay, kami menginap di atas perahu yang cruising semalaman. Di luar pemandangannya adalah pulau-pulau atol yang tinggi, udara yang panas tapi berkabut, dan alunan musik jazz dari saxofon yang dimainkan oleh salah satu penumpang kapal. Benar-benar seperti mimpi. What a perfect dream, I must say. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ha Long Bay, saya dan Ratna lanjut ke Ho Chi Minh selama 3 hari, menginap di rumah saudaranya Ratna. Awalnya sungkan, tapi kelamaan kebiasaan juga. Hehe. Thanks berat Ratna, I had a good time with you! Beberapa jam terakhir di Ho Chi Minh, sebelum kami berangkat ke bandara dan pisah di sana (Ratna terbang ke Singapore dan Jakarta, saya terbang ke Hanoi), lagi-lagi saya merasa berat. Rasanya gak percaya bertemu Ratna, setelah bercerita panjang lebartentang hidup kami dan teman2 kami, tapi kemudian harus berpisah dengannya. Sama beratnya seperti saya harus berpisah dengan Sasha di Singapore setelah seminggu bermain electone sama-sama. Sedih ketika dia bilang "I'm gonna miss you Tante Gita..". To add into that, sama juga beratnya ketika saya harus meninggalkan Jakarta sebelum berangkat ke Hanoi dan berpisah dengan sang kekasih. Tapi anyway, perpisahan sementara seperti kemarin jauh lebih baik darpada saya tidak bertemu dengan mereka sama sekali. I was blessed, really, that I can be with them only for a short while. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke Hanoi, masih ada tugas yang harus saya selesaikan, karena dealine sudah menunggu. Saya berusaha menyelesaikan tugas yang tersisa, walaupun saya tahu, hasilnya tidak akan sempurna. Saya mengorbankan waktu belajar dan mengerjakan tugas untuk berlebaran dan travelling dengan teman saya. Tapi biarlah, saya senang karena pertemuan saya dengan keluarga dan juga dengan teman saya punya makna yang berkualitas. Saya bisa menikmati kebersamaan dengan mereka jauh lebih baik daripada ketika saya berada di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya benar kalo ada yang bilang hidup ini seperti mimpi. Saya bersyukur sempat melihat mimpi itu. Terima kasih Tuhan, untuk tetap memompa semangat dan pikiranku selama berada jauh dari orang-orang tercinta. Selalu ada cara yang tidak terduga untuk mempertemukanku dengan mereka, dan sekaligus meringankan bebanku... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harusnya bersyukur dan lebih fokus belakar sekarang, karena beban sudah banyak berkurang. O yeah, I'd better be.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-243012318163510084?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/243012318163510084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=243012318163510084&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/243012318163510084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/243012318163510084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/10/hidup-bagaikan-mimpi-renungan-seorang.html' title='Hidup Bagaikan Mimpi: Renungan Seorang Mahasiswa'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RyhMfmyxZxI/AAAAAAAAAEw/KYEILrTVzEY/s72-c/Ha+Long+bay+with+Sax.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3120280200037506995</id><published>2007-10-28T00:15:00.000+07:00</published><updated>2007-10-28T00:31:53.868+07:00</updated><title type='text'>Tentang Tuhan dan Cinta</title><content type='html'>Tuhan adalah penguasa yang menorehkan cinta pada hati manusia. Dialah yang mengatur kadar cinta manusia, lengkap dengan jalan ceritanya. &lt;br /&gt;Semoga semua berakhir pada kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saigon, 28 October 2007, 00:31 AM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3120280200037506995?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3120280200037506995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3120280200037506995&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3120280200037506995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3120280200037506995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/10/tentang-tuhan-dan-cinta.html' title='Tentang Tuhan dan Cinta'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-2588065494804454374</id><published>2007-10-09T21:59:00.000+07:00</published><updated>2007-10-09T22:34:00.856+07:00</updated><title type='text'>Pusing</title><content type='html'>Aduh... rasanya gak ada habisnya tuntutan dari sekolah. Baru selesai kirim draft report ke host organization kami di Hanoi, sudah ada dua assignment lain menunggu. Well, sebenarnya 2 assignment ini memang sudah diumumkan sejak awal semester, jadi sudah gak heran lah. Saya juga sudah pasrah dengan jadwal yang bakal gila-gilaan sibuk dan stress yang menggunung. Tapi sebelnya, baru kemarin saya dan Sarah (temen satu kelompok) kirim report itu, baru lega sebentar, ternyata sang dosen pembimbing sudah kirim email. Katanya kita harus meng-update status penelitian kita kepadanya rutin setiap hari Senin. Lalu ada beberapa point yang harus kita include di dalamnya. Aduh! Ini tugas tambahan. Mana kita juga di-encourage untuk memberi komentar research plan dari teman-teman sekelompok bimbingan (yang mana saya belum pernah melakukannya karena saya minim pengetahuan tentang tema penelitian teman2 yang lain..). Maksudnya sih baik, supaya kita bisa terus komunikasi dengan sang dosen, dan saling membantu di dalam kelompok. Tapi, kalau masih ada 2 tugas yang harus dihadapi paruh awal semester ini, masa sih harus dibombardir dengan tugas yang harusnya jatuh di paruh akhir semester? Tolong... Rasanya makin ke sini makin demanding saja tugas-tugas ini. Semua datang pada saat yang bersamaan, tiap minggu di bulan Oktober, selalu ada deadline. Awww...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala saya makin pusing kalau ingat dua hari lagi saya akan terbang ke Singapore buat lebaran dengan keluarga. Halah, di sela-sela tugas yang bejibun, saya melarikan diri dari kenyataan selama seminggu. Entah bagaimana saya harus menyelesaikan semuanya sebelum berangkat, atau di sela-sela lebaran, atau malah last minute? I have no idea... Biarlah, toh saya mau ketemu keluarga. Lebaran pula. Lupakan tugas-tugas sejenak, setelah itu panik lagi. Sukur-sukur dapat ilham mendadak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doakan ya, mudah-mudahan terbuka jalan pikiran saya buat menyelesaikan tugas dalam sekejap.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-2588065494804454374?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/2588065494804454374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=2588065494804454374&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2588065494804454374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2588065494804454374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/10/pusing.html' title='Pusing'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-5880123082437773</id><published>2007-10-07T23:49:00.001+07:00</published><updated>2007-10-08T00:10:52.163+07:00</updated><title type='text'>Aku Ingin</title><content type='html'>aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api&lt;br /&gt;yang menjadikannya abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mencintaimu dengan sederhana&lt;br /&gt;dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan&lt;br /&gt;yang menjadikannya tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sapardi Joko Damono)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ... Sapardi sadar, bahwa segala usaha utk menyampaikan “perasaan” secara utuh adalah mustahil. Tetapi dia tetap yakin, bahwa perasaan itu, atau cinta itu haruslah sesuatu yg sederhana..." (http://mns2.c.u-tokyo.ac.jp/~agungby/Lirik.htm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi ini memang sering dibicarakan banyak orang, tapi baru malam ini saya membahasnya dengan dia.&lt;br /&gt;Untuk kamu yang menjadi sumber kekuatanku selama ini. Terima kasih...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-5880123082437773?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/5880123082437773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=5880123082437773&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/5880123082437773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/5880123082437773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/10/aku-ingin.html' title='Aku Ingin'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-848585728110102623</id><published>2007-09-28T22:52:00.001+07:00</published><updated>2007-09-28T23:45:07.829+07:00</updated><title type='text'>Kesialan (pertama) di Hanoi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rv0tZGS78GI/AAAAAAAAAEI/1_SCacAADKc/s1600-h/Photo+112.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rv0tZGS78GI/AAAAAAAAAEI/1_SCacAADKc/s200/Photo+112.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115294660972769378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rv0tZWS78HI/AAAAAAAAAEQ/E2uyPG4CM6o/s1600-h/Photo+113.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rv0tZWS78HI/AAAAAAAAAEQ/E2uyPG4CM6o/s200/Photo+113.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5115294665267736690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hampir satu bulan di Hanoi. Banyak kejadian, ada yang bikin sebel, ada yang menyenangkan. Yang bikin happy adalah kalo bisa jalan2 ke tempat baru, view nya bagus, dan orang-orang bisa berbahasa Inggris. Yang nyebelin adalah kalo diputer2 sama sopir taksi, atau kehilangan laptop dan surat-surat berharga (poor Sofia), atau kehilangan sepatu (poor dave) atau switch lampu kamar yang kebakar karena korslet (poor me!). Semua terjadi dalam sebulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika dinding di sekitarnya jadi gosong dan kamar saya penuh asap. Kejadiannya kemarin malam (26 Sep), udah lewat midnight, dan saya mau tidur. Seperti biasa, saya matikan lampu kamar. Tiba-tiba ada percikan api keluar dari switch itu, dan tiba2 lampu di kamar pun mati. tapi percikan api itu tetap menyala sambil mengeluarkan suara, sepeti ada yang terbakar. Kejadiannya berlangsung 1-2 detik. Saya ketakutan dan manggil Sarah, yang kamarnya paling deket dengan saya. Begitu dia lihat apa yang terjadi, dia langsung teriak. Kita lari ke bawah, takut percikan api itu makin besar dan terjadi kebakaran. Saya menunggu sesuatu meledak dari sana. Saya pasrah, kalo rumah ini kebakaran, ya sudahlah... Tapi syukurlah, percikan api dan suara itu berhenti.. Meninggalkan gosong di sekitarnya, asap mengepul di kamar saya, serta bau terbakar. It was shocking, seketika takut dan.. lemes...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru besok sorenya saya berhasil menghubungi landlord saya. Dan sampe malam ini (sudah dua malam) lampu di kamar belum juga menyala. Ada technician yang sudah datang tadi sore tapi dia datang menjelang gelap, dan tidak banyak yang bisa dia lakukan. Besok pagi dia mau datang lagi. dan malam ini teman2 menyuruh saya untuk tidak tidur di kamar saya, karena kabel2 terbuka di switch lampu kamar. bau terbakar pun masih ada. Tapi.. kayaknya gak papa tidur di kamar, lagian, saya udah pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang kesialan pertama yang menimpa saya di Hanoi. Tapi ini sudah kesialan kesekian yang terjadi pada kami di rumah ini. Ah.. entah apalagi yang akan terjadi besok-besok? Mudah2an tidak ada lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sigh...*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-848585728110102623?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/848585728110102623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=848585728110102623&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/848585728110102623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/848585728110102623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/kesialan-pertama-di-hanoi-fieldwork.html' title='Kesialan (pertama) di Hanoi'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rv0tZGS78GI/AAAAAAAAAEI/1_SCacAADKc/s72-c/Photo+112.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7055461270829872</id><published>2007-09-21T03:46:00.001+07:00</published><updated>2007-09-21T04:08:11.653+07:00</updated><title type='text'>Nikmat Ramadhan</title><content type='html'>Beginilah kalau begadang. Mata ngantuk dan badan capek, tapi gak bisa tidur. Alhasil, jadilah saya langsung sahur sambil chatting dan blogging. Kenapa begadang? Jangan ditanya, pasti karena nulis tugas yang deadlinenya mepet, cuma beberapa jam saja. Selalu begitu. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil blogging dan makan sahur, saya membaca posting terbaru dari dua teman saya, Riana dan Lia. Dua-duanya menulis tentang topik yang sama: bagaimana seseorang menghadapi perbedaan agama yang dia hadapi. Bedanya, Riana meng-up load catatan ayahnya tentang bagaimana keluarga mereka menghadapi kenyataan bahwa salah satu anak mereka pindah agama demi menikah. Sementara Lia, menulis tentang kesempatan dia berbicara di depan para Senior Batak Kristen (Li, apa sih istilahnya? elo posting pake bahasa inggris sih! hehe) tentang pengalamannya menjalani pernikahan beda agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebat. Saya selalu kagum dan tertarik dengan diskusi tentang pluralisme agama. Masih belajar, belum banyak mengerti. Ada kepuasan di hati ini ketika membaca diskusi tentang pluralisme agama. Hal yang membuat saya excited karena selalu ada yang baru. Mengingat apa yang ditulis dua teman saya, dalam hati ada kekaguman pada upaya 'kampanye' pluralisme agama yang pelan-pelan tetap bergulir. Syukurlah, tetap ada saluran untuk melakukan itu. Dan tetap ada orang-orang yang mau menjalankannya. Lega campur kagum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bersyukur bisa sahur sambil membaca posting teman-teman saya tadi. Inikah nikmat Ramadhan? Aduh, amin...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7055461270829872?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7055461270829872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7055461270829872&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7055461270829872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7055461270829872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/nikmat-ramadhan.html' title='Nikmat Ramadhan'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6065142410343314705</id><published>2007-09-18T05:06:00.000+07:00</published><updated>2007-09-18T05:34:27.292+07:00</updated><title type='text'>Tahajjud</title><content type='html'>Sudah beberapa tahun saya tidak sholat tahajjud. Sudah beberapa tahun pula saya merasa ibadah saya hanya sekedar ritual. Tapi saya tetap berusaha menjalankannya. Entahlah, ada dorongan untuk itu. Saya memang bukan orang yang pandai, yang bisa menjadi bijak dengan memahami Tuhan dan hidup dari segi filosofi. Saya perlu dituntun lewat ritual. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, tentang tahajjud. Sepertinya terakhir saya melakukannya kira-kira lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Saya lupa, apakah ketika ayah saya berpulang, saya melakukannya atau tidak. Sepertinya dari sholat sunnah yang saya lakukan, kebanyakan adalah istikharah atau sholat hajat. Dua sholat ini yang saya ingat, dan saya lakukan ketika sedang bimbang. Tapi tidak pernah saya ingat tentang tahajjud sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman saya -di tengah curhat saya tentang kebingungan akan hidup dan jodoh ;) - menyebut shalat ini. Dia tidak menyebut shalat sunnah yang lain. Tiba-tiba saya teringat. Ada sesuatu yang memang saya lupakan. Seperti melihat uang seratus ribu di selipan dompet rasanya. Saya memilikinya, tapi saya benar-benar lupa. Hilang dari kepala dan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya melakukannya. Saya menemukan ketenangan. Terima kasih saya untuk Ratna *Thanks for listening :)*&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6065142410343314705?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6065142410343314705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6065142410343314705&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6065142410343314705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6065142410343314705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/tahajjud.html' title='Tahajjud'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7328030287900005644</id><published>2007-09-16T21:33:00.000+07:00</published><updated>2007-09-16T22:52:31.508+07:00</updated><title type='text'>Renungan Pribadi</title><content type='html'>Kata orang, ketika kita makin kaya, makin banyak pula ketakutan. Makin banyak harta kita kumpulkan, makin kita menjaganya dengan ketat. Takut hilang. Orang tua menjaga anak gadisnya dengan ketat, takut salah bergaul dan didekati lelaki bengal. Begitu juga anak lelaki, dijaga sedemikian rupa takut terjerat narkoba. Seorang perempuan menjaga kekasihnya dengan sedemikian rupa. Takut selingkuh, takut ke lain hati. Seorang istri menjadi demikian posesif terhadap sang suami, takut gak pulang akibat kebanyakan meeting dan travelling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali ketakutan manusia akan kehilangan apa yang sudah didapatkan. Saya pun demikian, saya takut kesempatan saya bepergian, belajar tentang banyak hal dan berkarya akan hilang jika saya berhenti mengejar cita-cita. Saya takut jika tidak berkiprah di dunia yang sama, bergaul dengan orang2 seprofesi, maka saya akan tertinggal. Apalagi menikah. Dengan seseorang dari luar profesi saya. Wah, rasanya proses belajar saya akan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerdil sekali ya? malu rasanya mengakui ini, tapi... sudahlah. Saya memang masih perlu banyak belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya malu sendiri ketika seorang teman menulis betapa dia merasa cukup dengan putus sekolah, bekerja di kantor yang sekarang, bermain dengan sang anak, mencuci, dan memasak. Dia merasa cukup dengan apa yang dipunya, kemewahan bersama keluarga, kenikmatan menikmati waktu senggang sambil membaca buku dan musik kesukaan. Kemewahan yang tidak akan didapat jika ia mengejar karirnya. Padahal saya tahu dia adalah seseorang yang sangat cerdas dengan segudang ilmu dan keluasan hati. Dia memutuskan meninggalkan studinya dengan alasan, tidak ada gunanya jika ia harus menyelesaikan sekolah hanya mengejar gelar Master, tapi mengorbankan pekerjaan yang sama sibuknya, dan keluarga yang membutuhkannya. Hebat sekali. Pilihan yang sangat bijak karena saya yakin, orang seperti dia memang tidak butuh dengan gelar mentereng. Sudah cerdas dari sananya. Dia jauh lebih cerdas dengan pilihannya sekarang daripada buang-buang waktu mengejar Master-nya. Betapa indah pilihannya untuk menjaga ritme hidupnya menjadi 'moderate' dan cukup dengan itu. Mencuci menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Memasak dan bercanda dengan anak jadi bermakna baginya dan bagi anaknya. Bukan hanya sekedar sesuatu yang harus, supaya si anak tidak lebih dekat dengan sang pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga malu sendiri ketika mantan bos yang saya kagumi dengan rendah hatinya berkata, dia sedang menjaga anak-anak karena sang istri sedang melanglang buana ke Afrika untuk satu pekerjaan konsultasi. Saya tahu benar beliau adalah orang nomor satu di kantornya, tapi dia dengan santainya bilang istrinya adalah world traveller, sementara dia hanya bercokol di depan komputer. Domesticated. Saya juga ingat di tahun 2003 dia sendirian mengepak barang2 di rumahnya ketika akan pindah tugas ke negara lain. Sang istri sedang menyelesaikan studi PhD-nya di Inggris. Bukan hanya itu, di tengah tumpukan dus-dus dan pekerjaan di kantor yang menumpuk, kala itu beliau juga harus menjaga anaknya di rumah, yang sudah beberapa hari pilek dan batuk. Iya, saya menyaksikan betapa dia rela melakukan peran domestik ketika sang istri absen. Bukan, bukan karena sang istri lebih baik karirnya atau lebih banyak mendapatkan uang. Tapi karena tuntutan peran. Tepatnya kesadaran untuk memainkan peran ketika yang lainnya absen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya saya masih sangat konvensional dalam memandang banyak hal. Konsep 'female-headed household' yang mengedepankan peran perempuan dalam ekonomi keluarga akibat absennya laki-laki di rumah membuat saya ngelotok ttg peran perempuan yang besar dalam keluarga dan di masyarakat. Saya jadi lupa bahwa ada yang lebih penting daripada meributkan peran siapa yang lebih besar. Yang lebih penting adalah, siapapun yang bisa memegang peranan, dialah yang beraksi. Mengambil peran sebagai ibu yang berkarir dengan 'cukup' dan tetap bisa mencuci dan berbagi kemewahan untuk keluarga adalah satu strategi yang sangat menyejukkan hati. Begitu pula menjadi ibu yang melanglang buana, merelakan suami yang lebih perperan domestik bukanlah satu 'dosa' perempuan, atau kekurangan lelaki. Saya tidak tega melecehkan pria rumahan seperti ex bos saya itu, karena saya tahu kualitas profesional dan pribadinya. Lagian, sekarang ini suami yang mau berperan domestik justru banyak diidamkan perempuan, bukan?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa? Tidak ada. Ini hanya renungan pribadi. Belajar dari orang-orang yang saya kenal. Ilustrasi dua cerita di atas sama-sama memberikan kemewahan yang luar biasa bagi saya. Dan membuat saya kagum pada mereka, yang tanpa ragu memilih perannya, merasa cukup dengan keadaan mereka. Saya kagum dengan teman saya, yang mampu merasa cukup dengan karirnya sekarang, dengan kemewahan yang ia ciptakan untuk keluarganya. Saya juga kagum dengan mantan bos saya, dengan kerelaannya melakukan tugas-tugas domestik tanpa mengurangi perannya sebagai orang nomer satu di kantor. Dia bahkan menyempatkan waktu ngobrol dengan saya via skype, di tengah waktunya menyiapkan meeting. Begitu mewah waktu yang ia punya akibat being domesticated, bisa melakukan hal-hal kecil yang nikmat, seperti sekedar ngobrol dengan bekas anak buahnya lewat internet. Berbagi cerita dan bertukar foto. Saya pun merasa dihargai olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Terima kasih ya, Pak. There's always something I can learn from you*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi, ini adalah renungan pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7328030287900005644?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7328030287900005644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7328030287900005644&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7328030287900005644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7328030287900005644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/renungan-pribadi.html' title='Renungan Pribadi'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-723633558638108251</id><published>2007-09-15T14:15:00.000+07:00</published><updated>2007-09-15T15:43:25.453+07:00</updated><title type='text'>Homesick... and other mixed feelings</title><content type='html'>Hari ini sudah hari ke 3 ramadhan. Weekend ke-2 setelah 2 minggu di Hanoi. Hari ini lagi-lagi adalah satu kemewahan setelah (berusaha) kerja dan membaca bahan penelitian selama seminggu. Rasanya mau memijit tombol stop di jam saya. Menghentikan waktu. Biarlah weekend terus. Sabtu terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, puasa sendirian lagi. Seperti tahun lalu. Hari ini, saya dengar lagi Michael Buble bersuara. Home. Ya, lagu itu selalu memberikan sensasi yang sangat pas buat saya, khususnya ketika jauh dari orang-orang tercinta. Tiga bulan lalu di Lund, di tengah tugas dan bacaan, rasa rindu kampung halaman begitu memuncak. Gak ada yang bisa mengalahkan rasa ingin pulang dan bertemu orang-orang tercinta, walaupun waktu itu saya tahu, betapa diri ini sedang beruntung bisa berada di tempat yang jauh - tempat yang selalu saya impikan, melakukan hal yang selalu saya idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, Michael Buble lagi-lagi membangkitkan sensasi yang sama. Lagi-lagi saya ingin pulang, walaupun saya tahu diri ini sekali lagi beruntung. Di tengah galau dan kegamangan tentang masa depan kehidupan pribadi, rasanya saya ingin pulang dan berlabuh. Entah emosi atau alam bawah sadar saya berbicara, rasanya ada ruang yang tersedia untuk kasih sayangnya. I want to dedicate it to him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".... Another aeroplane&lt;br /&gt;Another sunny place&lt;br /&gt;I’m lucky I know&lt;br /&gt;But I wanna go home...&lt;br /&gt;I’ve got to go home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let me go home&lt;br /&gt;I’m just too far from where you are&lt;br /&gt;I wanna come home&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And I feel just like I’m living someone else’s life&lt;br /&gt;It’s like I just stepped outside&lt;br /&gt;When everything was going right&lt;br /&gt;And I know just why you could not&lt;br /&gt;Come along with me&lt;br /&gt;'Cause this was not your dream&lt;br /&gt;But you always believed in me...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan saya cukup sabar menghadapi keadaan. Menghadapi perasaan ingin pulang. Melawan perasaan galau dan kekhawatiran. Menunggu satu kepastian dari diri sendiri. Seperti saya berusaha bersabar menunggu maghrib di tepi Hoan Kiem Lake, Hanoi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RuuWerB6kVI/AAAAAAAAADw/N3gdl1jiDHg/s1600-h/hanoi_hoankiem.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RuuWerB6kVI/AAAAAAAAADw/N3gdl1jiDHg/s200/hanoi_hoankiem.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5110343655872958802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silly but true, this is my daily horoscope from facebook: &lt;br /&gt;"You're having trouble putting your feelings into words. Write things down, but don't get frustated if it comes out wrong. It'll come to you eventualy" (http://lu.facebook.com/profile.php?id=297000111)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, hopefully things will fall into places eventually. And I will still be there. Hopefully.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-723633558638108251?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/723633558638108251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=723633558638108251&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/723633558638108251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/723633558638108251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/homesick-and-other-mixed-feelings.html' title='Homesick... and other mixed feelings'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RuuWerB6kVI/AAAAAAAAADw/N3gdl1jiDHg/s72-c/hanoi_hoankiem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-66429198274246441</id><published>2007-09-14T17:10:00.000+07:00</published><updated>2007-09-14T17:19:02.901+07:00</updated><title type='text'>Horoscope of the Day</title><content type='html'>An invitation will come your way from completely out of the blue today, and it will probably throw you for quite a loop. Figuring out whether or not to accept it shouldn't take a long time to do, but it will. You're feeling very indecisive about everything right now, even with a no-brainer like this. Time is dwindling away, and every moment you take deliberating is a moment you'll never get back. So act fast and go with you gut -- you won't regret whatever happens.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-66429198274246441?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/66429198274246441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=66429198274246441&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/66429198274246441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/66429198274246441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/horoscope-of-day.html' title='Horoscope of the Day'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-7481013036933101699</id><published>2007-09-09T16:12:00.000+07:00</published><updated>2007-09-09T16:13:01.941+07:00</updated><title type='text'>Nasi sudah menjadi Pho</title><content type='html'>Ternyata pindah ke tempat baru memang tidak gampang. Terbiasa di Jakarta, terus ke Sweden yang damai sejahtera, lanjut di Hanoi yang cukup challenging, ternyata bikin capek juga. Adaptasi lagi dengan kondisi baru bukanlah hal yang gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan untuk melakukan penelitian di Hanoi adalah karena ketertarikan pribadi saya terhadap isu perdagangan manusia. Region di sekitar sungai Mekong cukup menantang, saya pikir. Indonesia memang lahan yang subur untuk menyelami isu perdagangan perempuan, tapi saya pikir belajar dari pengalaman region lain akan memperkaya pengetahuan tentang isu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama dipelajari isu ini ternyata cukup mengerikan. Kemiskinan pastilah inti dari masalah. Tapi ada masalah lain yang juga mungkin sulit untuk dihadapi ketika penelitian seperti masalah penguasaan atas konteks, bahasa, perbedaan kultur, dan transparansi informasi tentang perdagangan perempuan di Vietnam. Ternyata untuk meneliti isu ini kita harus minta ijin dulu dari otoritas lokal. Jangankan mahasiswa seperti saya, organisasi intenasional yang mau melaksanakan satu proyek anti-trafficking di tingkat provinsi pun belum tentu diberi ijin untuk berprogram oleh pemerintah lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung juga, apalagi ini adalah minggu awal penelitian lapangan, di mana semua ide, informasi, data dan pengetahuan ttg isu dan konteks perdagangan perempuan masih sangat minim. Ditambah dengan masalah kultur, kadang saya pikir melakukan penelitian di Indonesia akan jauh lebih mudah dijalankan daripada di Vietnam. Kenapa tidak meneliti untuk negara sendiri? Akan lebih valuable jika saya melakukan penelitian di Indonesia, karena saya MUNGKIN bisa berkontribusi sedikit untuk kampung halaman. Lagipula, kalau ada kesulitan data atau informasi, tinggal tanya ke teman-teman yang menguasai isu ini. Apalagi ada beberapa teman yang jelas-jelas akrab dengan isu perdagangan perempuan. &lt;br /&gt;Penyesalankah? Bukan. Just wondering... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyways, nasi sudah menjadi pho (noodle soup a la vietnam). I have made a decision. Keputusan ini bukanlah keputusan yang salah. Pasti ada pelajaran yang bisa saya petik untuk usaha anti perdagangan manusia di kampung halaman. Pasti ada benang merah yang bisa menjadi pijakan untuk membebaskan kaum miskin dan rentan dari jebakan perdagangan manusia. Di Indonesia atau di Viet Nam, akhirnya akan sama saja. Karena kaum miskin yang membutuhkan kebebasan ada di mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wish me luck.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-7481013036933101699?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/7481013036933101699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=7481013036933101699&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7481013036933101699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/7481013036933101699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/nasi-sudah-menjadi-pho.html' title='Nasi sudah menjadi Pho'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-4096411705531110391</id><published>2007-09-01T17:33:00.000+07:00</published><updated>2007-09-01T18:15:21.268+07:00</updated><title type='text'>A little bit of Something from Hanoi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCDjVM-I/AAAAAAAAADI/dyCr7FRNCpY/s1600-h/Vietnam+-+September+07+019.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105191952263230434" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCDjVM-I/AAAAAAAAADI/dyCr7FRNCpY/s200/Vietnam+-+September+07+019.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCDjVM_I/AAAAAAAAADQ/-gATrv8sOik/s1600-h/Vietnam+-+September+07+020.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105191952263230450" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCDjVM_I/AAAAAAAAADQ/-gATrv8sOik/s200/Vietnam+-+September+07+020.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCDjVNAI/AAAAAAAAADY/4UNEEqMhREI/s1600-h/Vietnam+-+September+07+021.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105191952263230466" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCDjVNAI/AAAAAAAAADY/4UNEEqMhREI/s200/Vietnam+-+September+07+021.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCTjVNBI/AAAAAAAAADg/vqqko8RfOtw/s1600-h/Vietnam+-+September+07+024.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105191956558197778" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCTjVNBI/AAAAAAAAADg/vqqko8RfOtw/s200/Vietnam+-+September+07+024.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlHgTjVM9I/AAAAAAAAADA/p7FbQkd5eM8/s1600-h/Vietnam+-+September+07+018.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5105190272931017682" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlHgTjVM9I/AAAAAAAAADA/p7FbQkd5eM8/s200/Vietnam+-+September+07+018.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Udah nyampe di Hanoi, Vietnam. Hari ke-3 sampe di sini, dan baru aja move in ke rumah yang kita sewa. Sebelumnya gue stay di Hanoi Backpackers Hostel, karena emang belom dapet rumah. Gara-gara belom dapet rumah ini juga, gue jadi sutress dan gak semangat berangkat. Belom lagi berbagai paranoia yang gue pikirkan dengan terlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini gue lagi di warnet bareng temen-temen serumah. Semuanya temen kampus yang sama2 fieldwork di Hanoi. Ada temen sekelompok gue, Sarah dari US. Ada Raph (Aussie), Sofia (Greece), sama Dave (Iceland). Tapi Dave sekarang lagi cukur rambut sekalian beli furniture (lah? gak nyambung?!). Warnetnya ada di deket rumah, kita jalan beberapa meter aja, dan di dalamnya ada banyak anak2 muda pada main game. Persis kayak warnet di Jakarta sih, tepatnya warnet yang di perumahan sederhana. Gak ada AC, cuma ada kipas angin. Hihihi. Mereka pada heran ada 3 bule dan satu perempuan Aisa yang sok bule (karena pake bahasa Inggris juga). Waktu penjaganya tanya gue bilang dari Indonesia, dia keliatan kecewa. Hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah kita bagus, ada 4 lantai. Rumahnya tinggi tapi sempit, gak lebar ke samping. Persis kayak ruko-ruko gitu deh. Tapi ini rumahnya masih gres, jadi kita yang merawanin. Harganya juga friendly buat mahasiswa yang uangnya pas-pasan kayak kita gini. Gaya rumahnya minimalis, jadi cocoklah dengan selera kita. Lantai pertama (lantai dasar) dapur dan ruang tamu. lantai 2 kamarnya Sofia (plus kamar mandi di dalem) dan common room. Lantai 3 kamar gue dan Sarah, plus satu kamar mandi sharing. Lantai 4 kamarnya dave dan Raph, plus ruangan cuci berikut mesinnya. Di lantai dasar juga ada kamar mandi tamu. Diluarnya ada garasi. Asik banget. Di rumah juga belom ada furniture. Cuma peralatan masak standar plus matras darurat yang sebelumnya dipake sama yang jaga rumah. AC juga gak ada, cuma ada di kamar Sofia, tapi kayaknya belom nyala. Tapi kita disedian fan 6 biji buat masing masing ruangan. Lumayan.. hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue barusan ngepel kamar. Kuotooorrr banget. Kamarnya lumayan gede. Beloma da apa-apa cuma satu kipas angin plus lampu baca, dan satu lemari yang nempel di dinding. Tapi kamarnya gede dan bisa menampung cukup keluarga, teman2 atau 'significant others' yang berkunjung. Hehehe..Abis beberes dan unpack, gue ngantuk berat, lagian semalem gue juga gak bisa tidur (sisa stress masih ada, hehe),terpaksalah gue tidur beralaskan guling yang gue bawa dari Jakarta (yes, I did bring a brand new guling with me...).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tentang Hanoi. Ternyata cuaca di sini gerah banget... Mungkin kayak Jakarta yang lengket dan bikin keringet. Tapi koq gue merasa lebih lengket di sini ya? Kata Dave yang sempet ngecek di internet, temperatur Hanoi sekita 33 celcius, but feels like 37. hahaha. Pantesan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Hanoi juga ternyata jadul. Hihihi. Sorry ya buat yang seneng sama kota ini. Gue yang selalu mendengar cerita tentang pertumbuhan ekonomi Vietnam yang pesat, selalu membayangkan Vietnam (baca Hanoi) sebagai kota yang metropolitan. Nggak usah kayak Jakarta, at least kayak Jogja lah. Tapi ternayta nggak loh. Mungkin lebih deket kayak Phnom Penh, Cambodia. Atau kalau di Indonesia.. mungkin kayak Sukabumi atau Cirebon yah? Sepanjang ini gue belom nemu mall yang hip kayak Taman Anggrek, PIM, atau at least kayak Blok M Plaza. Paling top yang gue temuin adalah satu tempat perbelanjaan yang mirip tanah abang tapi jauh lebih kecil. Mungkin gue belom banyak explore lagi. Tai ada juga hotel-hotel berbintang kayak Sofitel, Somerset, Hanoi Daewoo, Sheraton, dan sederetan kedutaan yang bangunannya lumayan modern dan besar. Di daerah kedutaan, rasanya mirip-mirip daerah Hang Lekir atau Teuku Umar di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendaraan umum di jalan yang paling banyak adalah motor dan taksi. Bis gak terlalu banyak di sini walaupun ada. Ojek kayaknya populer di sini karena sejak pertama nyampe, sang driver yang jemput gue di bandara menyarankan untuk nyewa motor kalo gue stay di Hanoi selama 4 bulan. Gue langsung menolak mentah-mentah. tau sendiri kan dengan kemampuan gue naik sepeda di Lund? Apalagi naik motor... Selain itu, di sini lalu lintas ajaib banget. Kayaknya motor dan mobil pada gak punya rem dan gak mau saling ngalah. Apalagi motor yang liar begitu. Gue yang terbiasa dengan motor atau ojek yang merajai Jakarta aja masih serem. Masalahnya mereka kenceng2 buanget, sementara di Jakarta motor2 itu pada pelan, karena macet.. Hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi ya? Makanan? gak masalah sih buat gue. Di sini banyak banget makanan pinggir jalan yang jual nasi rames atau pho (noodle soup). Makanan pinggir jalan atau bir (Hoa Bia nama local bir nya) tempatnya lucu2. Tempat makannya terdiri dari kursi kecil yang mirip jongkok buat nyuci, plus meja kecil yang sama pendeknya. Kayanya sih ini gaya makan pinggir jalan Vietnam yang informal. Buat gue, itu beda tipis sama lesehan atau tukang bakso pinggir jalan yang pake kursi plastik kalo kita makan. Hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini gue attach beberapa foto kita di rumah. Gak banyak fotonya Tapi lumayan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;For my loved ones, makasih ya buat supportnya waktu sebelum berangkat. I am doing fine here. Come! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-4096411705531110391?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/4096411705531110391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=4096411705531110391&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4096411705531110391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4096411705531110391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/09/little-bit-of-something-from-hanoi.html' title='A little bit of Something from Hanoi'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RtlJCDjVM-I/AAAAAAAAADI/dyCr7FRNCpY/s72-c/Vietnam+-+September+07+019.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3760752594271726428</id><published>2007-06-09T06:22:00.000+07:00</published><updated>2007-06-09T06:42:03.493+07:00</updated><title type='text'>Sista Natten 2007</title><content type='html'>My last night in Lund 2007. The room is empty now, only a backpack and this computer. It's as empty as when I first  arrived. Strange. I feel strange. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dont know why I got so carried away with this. I know I'll be back next year, but still it's strange to leave my room. Am so attached to it now. So sad to leave the corridor too. The corridor that I didnt like when I got here at the first time, but turned out to be the nicest-cozyest place I've lived. Friends who are like brothers and sisters, who at the same time made me think I might stay here again next year (but it sounds boring, doesnt it?). Oh well, I can always see them next year.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O yeah, I can see them again next year! Why should I be this sad? Let's just focus for tomorrow. Passport, tickets, key, handphones, bags, hmm.. okay. I just need to clean up this room and my fridge in the kitchen. And then I can go to sleep. Tomorrow will be a loooooooonggggg day..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm gonna miss Sweden. I know, I said that many times. It's true.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3760752594271726428?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3760752594271726428/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3760752594271726428&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3760752594271726428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3760752594271726428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/06/sista-natten-2007.html' title='Sista Natten 2007'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-226852332568907721</id><published>2007-06-06T14:26:00.000+07:00</published><updated>2007-06-06T15:19:15.070+07:00</updated><title type='text'>LUMID Farewell</title><content type='html'>Now it's official. My class is over this year and we will meet again (maybe) next year. We had our last class for the year yesterday and the teachers made a farewell for us to say 'good bye' and 'good luck'. Good bye because we're not gonna see each other next semester (yep, we will be doing our field work), and good luck for the field work itself, and thesis later on. We had a chat, drink and snacks at the top floor. Was nice...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We headed to the botanical garden with some group of the people after the farewell at school. Surrounded by flowers and sunny-great weather, we just sat, drank, chat on the grass, and make funny Swedish comments that we could never say when we're sober ;) It was such a perfect time after all exams and assignments were finished, weather was good, people were flocking and we were just so relaxed, so relief (from all the papers!), happy, but sad. It's true! We had a common feeling, this mixed feeling of happy but sad, is killing us. Happy for being over from school and will go home soon, but sad because we have to separate from each other and do'nt know when and where can we do the same thing as a group again. So.. we just did not want to end the day, really. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The day was so friendly to us even until 2230 the sun was still up there, showed how happy it was to witness our time together. Felt like it understood how we refused to be apart from each other. Next year people might not come back to Sweden after their fieldwork, some of us will just write their thesis from home. So it would never be the same.. We could never sit together in the same class again, argued, get bored or excited about the lectures. We wil never got stressed out with papers, up all night and chat after midnight to just express how tired we are with those assignments...     &lt;br /&gt;Oh I will miss my student life...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Oh well, there is no such thing as a perfect farewell, no matter how well we celebrated it. We always want to reunite. But I will treasure yesterday as the sweetest good bye I've ever had. Thanks to the weather yesterday, the sun, the flowers and the grass, for being there and letting us to stick together for our last moment as a group.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tack sa mycket for allt. Jag ska sakna ni.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-226852332568907721?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/226852332568907721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=226852332568907721&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/226852332568907721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/226852332568907721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/06/lumid-farewell.html' title='LUMID Farewell'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-859639829871399552</id><published>2007-06-03T05:49:00.000+07:00</published><updated>2007-06-03T07:16:09.501+07:00</updated><title type='text'>Pertandingan Sepak Bola Swedia-Denmark</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RmIFPSYh15I/AAAAAAAAACw/396OTMHEVFM/s1600-h/Nationaldagen_flagga.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RmIFPSYh15I/AAAAAAAAACw/396OTMHEVFM/s200/Nationaldagen_flagga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071621890563495826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RmIFPiYh16I/AAAAAAAAAC4/dr433QpmUiY/s1600-h/Danish_flag.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RmIFPiYh16I/AAAAAAAAAC4/dr433QpmUiY/s200/Danish_flag.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071621894858463138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Aneh banget.. malam ini ada pertandingan sepak bola Grup F Piala Eropa antara Swedia dan Denmark. Bukan berarti gue ngerti bola, tapi.. cuma ikut2an aja karena penduduk di sini dengan gegap gempita nonton bareng pertandingan itu. Apalagi buat penduduk Lund yang cuma 40 menit dari Copenhagen, ibukota Denmark. Rasanya adalah satu keharusan buat membela Swedia dan menunjukkan identitasnya kalo mereka lebih 'Swedish' than 'Danish'. Mungkin hampir seluruh penduduk Skane (Swedia Selatan) merasakan hal yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen2 di koridor masing2 sudah pada siap2 nonton bola dengan gank masing2. Gue cuma bisa gigit jari karena gak terlalu aware. Tapi akhirnya karena demamnya lumayan besar, dan gak kepengen sendirian di rumah, jadilah gue nonton di salah satu apartemen temen gue. Was quite fun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babak pertama Swedia memimpin 3-1. Good enough. Babak ke-2 Denmark berhasil menyamai kedudukan 3-3 di menit ke 87. Denmark mulai menyerang dan permainan jadi asik buat ditonton. Tapi ternyata ada satu insiden di mana salah satu pemain Denmark memukul perut salah satu pemain Swedia (berdasarkan obervasi pribadi gue yang super awam..). Jadilah sang pemain Denmark tadi dijatah kartu merah. Seperti biasa, penonton ribut, sesama pemain Denmark mencoba bicara dengan wasit, dan membela diri. Di tengah2 pembicaraan di lapangan antara wasit dan pemain, tiba-tiba ada satu penonton Denmark masuk ke lapangan dan menyerang wasit tadi. What a SHOCKING move!!! Para pemain Denmark yang tadinya berdebat dengan wasit langsung mengamankan sang anak muda. Marah karena hal itu, sesaat kemudian sang wasit menginstruksikan semua wasit untuk keluar lapangan. WHAT??? That was so UNBELIEVABLE!! Tiba2 aja penonton kayak gak percaya wasit bisa pundung meninggalkan lapangan (at least buat gue yang gak ngerti dan jarang nonton bola. Emang bisa yah?!). Buat beberapa menit semua pemain keluar dari lapangan. Jadilah lapangan hijau di Copenhagen itu bersih dari kostum biru kuning-nya Swedia dan merah putih-nya Denmark. Penonton gak sempet berbuat apa2 cuma bengong dan shocked! Wajah-wajah kecewa dari suporter Denmark dan Swedia kelihatan di layar TV. Yeah, they expected a good game but it ended up so badly because of an outsider. What a shame! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di monitor raksasa terpampang tulisan "Permainan dihentikan bla..bla..bla" (gak ngerti lagi soalnya). Layar TV menyorot Pangeran dan Permaisuri Denmark yang juga menonton langsung pertandingan itu di stadion. Kekecewaan juga kelihatan menggantung di sana. Gak lebih dari 2 menit kemudian mereka pergi dari stadion..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It was not over, kayaknya terjadi negosiasi di dalam antara wasit dan manajer masing2 tim. Selang beberapa menit, mungkin 20 menit, semua pemain Swedia keluar dan bertepuk tangan. Semua penonton Swedia ikut bersorak. Ada apakah? Ternyata monitor raksasa menuliskan bahwa pertandingan Denmark-Swedia telah berakhir dengan skor 0-3 untuk Swedia. OH MY GOD! Itulah harga yang harus dibayar oleh Denmark akibat kelakuan sang suporter. Poor Denmark, Good for Sweden. But it was not a victory. It was too easy. Sweden could probably lose the game, or Denmark could probably make it. It was on minute 87 already and they played very well during the second quarter...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah tim wasit disuap? Atau mungkinkah sang anak muda adalah lelaki Swedia yang menyamar di balik kaos tim Denmark? Itu cuma spekulasi kami aja yang gak ngerti bahasa Swedia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With all my sympathy to the Danish team, I feel sorry for them. Obviously they have presented the best for their supporters, and for the Prince and Princess too (despite peristiwa pukulan terhadap pemain Swedia itu). Dengan legawa, tim Denmark pun masuk ke lapangan dengan seluruh official members-nya. Wajah kecewa, sedih dan lelah jelas terpancar di sana. Tapi mereka tetap mengakui kekalahannya dan bertepuk tangan dengan (mungkin) kepedihan dan pertanyaan di kepala masing-masing: "how come?? why??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pelajaran terpenting dari pertandingan ini adalah, bad things happen in unexpected way. We may have tried our best but sometimes it could turn out in different way, out of our control. We just have to face it and admit the bad result... &lt;br /&gt;It's the process that counts. We have tried our best. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Viva football. Viva fair play.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-859639829871399552?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/859639829871399552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=859639829871399552&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/859639829871399552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/859639829871399552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/06/sweden-denmark.html' title='Pertandingan Sepak Bola Swedia-Denmark'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RmIFPSYh15I/AAAAAAAAACw/396OTMHEVFM/s72-c/Nationaldagen_flagga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-2988070256829518703</id><published>2007-06-02T23:05:00.000+07:00</published><updated>2007-06-03T05:46:49.185+07:00</updated><title type='text'>I Feel Like (not) Going Home</title><content type='html'>It's a week to go from going home. Feels like a hundred years. I've been dreaming about home and the people there late this whole month.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, actually no, it's just under my unconsciousness. The truth is I have so many reasons to stay longer here: exam - still on the way (it keeps holding me back from thinking of going home), packing - not done yet, weather in Sweden - just too nice to skip, thesis - getting on track (and will be distracted when I'm home), svenska - improving though slowly, friends - they are just gorgeous, food - i'll miss them: yoghurt, bread, seeds, plums, cherries, pears, oh.. everything seem to have reasons not to let go! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I guess it was true what people were saying: once you have passed all depressing phases of cultural adjustment, then you'll be in the departure paste. What a pity.  It's so sad to leave coz I'm enjoying my time here now and am getting used to my present life. I feel like the hard time is over and I want to have more fun to pay back. Hehehe..&lt;br /&gt; Oh well, here I am anyway... heading to my departure day. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;But I'm also happy to go home too.. It's always good to be home and relax for awhile. Can't imagine being in the field next semester without going home beforehand. I will soon be able to have a sip of local tea that I've been missing a lot (teh botollll!!!!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'll be back to Sweden for sure next year. Like all promises I've made to those flowers on the way school. I'll be back and see them again next summer. Vi ses!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-2988070256829518703?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/2988070256829518703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=2988070256829518703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2988070256829518703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2988070256829518703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/06/one-more-week-to-go.html' title='I Feel Like (not) Going Home'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-5837694815888696218</id><published>2007-05-13T16:29:00.000+07:00</published><updated>2007-06-03T07:15:02.946+07:00</updated><title type='text'>Jatterolig, Jattekul!</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rktz0iYh1yI/AAAAAAAAAB4/KCoTLiHGux4/s1600-h/S5001807.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rktz0iYh1yI/AAAAAAAAAB4/KCoTLiHGux4/s200/S5001807.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5065269552328333090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;It was so fun last night! We had a party after we lost a football game with downstair corridor. The rule of the game was: the loser throw a party. So there we were, throwing a party for people downstairs.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway we lost in the game because Haris was not there (yeah Haris, where were you??), Danial was injured, Martin was injured, and Malvina was not there. So our team's strength was not perfect. Moreover when we knew since the beginning that Haris won't play, we were down already..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But it was okay. The night was even more fun than the game! Vi ar glad. Vi dansar och nagra bara glommar bort sina benskadar. Allihopa ar fullar. Jag ar full ocksa. Det ar jatteroligt. Jag alskar det! Yeah, we are such a happy family..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jag ska skatt rolig tiden med allihopa har. I'm gonna miss you badly, guys! Vi har god moment tillsamans!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-5837694815888696218?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/5837694815888696218/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=5837694815888696218&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/5837694815888696218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/5837694815888696218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/05/jatteroligt.html' title='Jatterolig, Jattekul!'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rktz0iYh1yI/AAAAAAAAAB4/KCoTLiHGux4/s72-c/S5001807.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-9105360538293662099</id><published>2007-05-07T02:27:00.000+07:00</published><updated>2007-05-07T03:09:49.569+07:00</updated><title type='text'>My First (burnt) Muffin</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rj4yqAZQUgI/AAAAAAAAABw/fHTYqL4nLxo/s1600-h/My+First+(burnt)+Muffin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rj4yqAZQUgI/AAAAAAAAABw/fHTYqL4nLxo/s200/My+First+(burnt)+Muffin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5061538728452837890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Been a long time that I wanted to bake muffins. I love muffins since I was in Bandung. I went to LIA for English course and had muffin at Dunkin Donuts after class. Was sooo good. Here I usually have muffin for breakfast (yeah grab and go from the gym!) or just with a cup of coffee. Maybe the best muffin I had was the one I shared with Kristina at Stadsbiblioteket few weeks ago. It was blueberry muffin with butter inside. We shared that single muffin and it tasted even better than the usual muffin (I was too broke to buy one..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I like to have muffin with lots of butter. I love butter too. So much. So I decided to bake muffin myself and have butter as much as I want. I searched the menu in the internet, this time it's Banana and Chocolate Chips Muffin. I consulted Tomomi for detailed instruction and moral support. Haha.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There I was, everything was set, all ingredients were mixed and put in the oven for 22-25 minutes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I was not patient enough so at the 20th minute I went to take the muffins out. Oh My God, they were BURNT! Sh*t! what did I do?? I thought I followed all the instruction, but why?? I stared at my muffins and felt so sad. I took one and tried it. Was burnt at the top but the inside was perfect. It was good though. But not perfect. I liked the combination between banana and chocolate chip but still.. it was b..u..r..n..t. (My corridor mate tried it too and he said that it was good. I know he just tried to be nice..). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But anyway, later on the day I decided to be proud of myself. For me, making muffins. My first baking trial. Never been interested to bake before but now I think it is quite okay. Tomomi said with baking, you'll always fail but it's okay. Alright, so I'm gonna text my mom that I might bake with her when I get back. She must be happy for this.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, I am still wondering how come the chocolate muffin at Sprak och Literature (SOL) biblioteket was so soft and yummy ?!?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Chocolate Chip Banana Muffin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INGREDIENTS&lt;br /&gt;1 3/4 cups all-purpose flour&lt;br /&gt;3/4 cup sugar&lt;br /&gt;1 teaspoon baking powder&lt;br /&gt;1 teaspoon baking soda&lt;br /&gt;1/2 teaspoon salt&lt;br /&gt;1 egg&lt;br /&gt;1/2 cup vegetable oil&lt;br /&gt;1/2 cup plain yogurt --&gt; can have milk or egg instead&lt;br /&gt;1 teaspoon vanilla extract --&gt; not necessary&lt;br /&gt;1 cup mashed ripe bananas&lt;br /&gt;3/4 cup semisweet chocolate chips&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIRECTIONS&lt;br /&gt;In a large bowl, combine the flour, sugar, baking powder, baking soda and salt. In another bowl, combine the egg, oil, yogurt and vanilla. Stir into dry ingredients just until moistened. Fold in bananas and chocolate chips. Fill greased or paper-lined muffin cups two-thirds full. Bake at 350 degrees F for 22-25 minutes or until a toothpick comes out clean. Cool for 5 minutes before removing from pans to wire racks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(http://allrecipes.com/Recipe/Chocolate-Chip-Banana-Muffins-2/Detail.aspx)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-9105360538293662099?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/9105360538293662099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=9105360538293662099&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/9105360538293662099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/9105360538293662099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/05/my-first-burnt-muffin.html' title='My First (burnt) Muffin'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/Rj4yqAZQUgI/AAAAAAAAABw/fHTYqL4nLxo/s72-c/My+First+(burnt)+Muffin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-2928644414240762318</id><published>2007-05-01T01:35:00.000+07:00</published><updated>2007-05-01T18:04:55.594+07:00</updated><title type='text'>Semangat Musim Semi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RjcezgZQUfI/AAAAAAAAABo/vLYCnTZ2U_4/s1600-h/DSCN0242.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RjcezgZQUfI/AAAAAAAAABo/vLYCnTZ2U_4/s200/DSCN0242.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059546576592065010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RjY6lwZQUdI/AAAAAAAAABY/u_CPAr1ucQg/s1600-h/PICT4697.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RjY6lwZQUdI/AAAAAAAAABY/u_CPAr1ucQg/s200/PICT4697.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059295651717730770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RjY6mAZQUeI/AAAAAAAAABg/SOGDX3Wcmps/s1600-h/PICT4699.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RjY6mAZQUeI/AAAAAAAAABg/SOGDX3Wcmps/s200/PICT4699.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5059295656012698082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kalau posting sebelumnya perasaan homesick melanda dengan amat sangat, kali ini keadaan sedikit berubah. Rindu kampung halaman masih ada, tapi rasa itu sedikit terobati dengan semangat musim semi (it's spring time! Yeah!), sunny-longer days (walaupun tetep dingin) dan aktivitas outdoor yang beragam. Pokoknya udara yang cerah dan matahari yang bersinar tanpa malu-malu membuat kita selalu pengen berada di luar ruangan dan beraktivitas, tanpa sadar sebenarnya jam sudah menunjukkan jam 9 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Swedia ada peringatan untuk menyambut musim semi pada tiap tanggal 30 April. Mereka menyebutnya Sista April (The Last April) atau Valborg (katanya ini nama salah satu Saint, tapi gue tanya2 temen2 yang asalnya dari sini, mereka juga gak tau. Di Wikipedia itu malah dibilang May Day. Bingung..). Sista April dirayakan untuk menyambut datangnya spring, dan orang-orang pergi ke taman kota, minum2 sedari pagi, picnic, dan bersenang-senang di sana. Seru dan menyenangkan, apalagi melihat bagaimana orang-orang di sini meng-appreciate matahari. Basically they do miss the sun so much. Ada matahari sedikit langsung berjemur, sun bathing dengan bikini mereka, bbq, main kasti atau main bola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan kami, 15 orang mahasiswa penghuni koridor Vildanden. Kita main bola for fun. Seru juga. Awalnya nervous karena nafas ini sudah pendek, wong jalan ke kampus aja capeknya setengah mati... But surprisingly I could still run in my late 20s and I made a score! Gak disangka2 ternyata gue punya bakat terpendam sebagai pemain bola. Haha.Setelah main bola kita bbq-an di taman. Ceritanya we meant to appreciate the weather, tapi tetep aja dingin.. Bbrrrr.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After all the fun we had, ternyata setelah itu badan gue sakit-sakit semua, dan kalo udah gitu baru tersadar kalo umur sudah mulai senja.. Biasanya kalau di Jakarta, setiap badan mulai sakit-sakit gue langsung meluncur untuk massage atau creambath. Tapi kali ini, mana mungkin? Massage mahal banget dan gak ada yang melumuri badan kita dengan minyak telon atau parem kocok.. Ughh... jadi homesick lagi deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyways, it was fun, really. And the thing that I made a score was really cool! Not bad for a 30 years old-woman to be. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-2928644414240762318?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/2928644414240762318/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=2928644414240762318&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2928644414240762318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2928644414240762318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/05/semangat-musim-semi.html' title='Semangat Musim Semi'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RjcezgZQUfI/AAAAAAAAABo/vLYCnTZ2U_4/s72-c/DSCN0242.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-8833908294938100633</id><published>2007-04-29T07:07:00.000+07:00</published><updated>2007-04-29T07:27:58.249+07:00</updated><title type='text'>Di Ujung Rindu</title><content type='html'>Di ujung rindu. Rindu kampung halaman. Mata ngantuk, badan lelah tapi belum bisa tidur. Sudah lewat midnight dan lagu Better Together dari Jack Johnson sudah diputar puluhan kali. Kangen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih enam minggu menuju akhir semester ini. Masih banyak paper yang harus ditulis. Masih banyak urusan yang belum selesai dibuat. Banyak tempat yang belum sempat dijelajah. But this feeling is so unbearable. I must admit it. I miss home. You.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's no combination of words&lt;br /&gt;I could put on the back of a postcard&lt;br /&gt;No song that I could sing&lt;br /&gt;But I can try for your heart&lt;br /&gt;Our dreams, and they are made out of real things&lt;br /&gt;Like a shoebox of photographs&lt;br /&gt;With sepiatone loving&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love is the answer&lt;br /&gt;At least for most of the questions in my heart&lt;br /&gt;Like why are we here? And where do we go?&lt;br /&gt;And how come it's so hard?&lt;br /&gt;It's not always easy and&lt;br /&gt;Sometimes life can be deceiving&lt;br /&gt;I'll tell you one thing it's always better when we're together&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's always better when we're together&lt;br /&gt;Yeah, we'll look at the stars when we're together&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Better Together - Jack Johnson)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-8833908294938100633?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/8833908294938100633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=8833908294938100633&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8833908294938100633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/8833908294938100633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/04/di-ujung-rindu.html' title='Di Ujung Rindu'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3592807234786645129</id><published>2007-03-10T07:47:00.000+07:00</published><updated>2007-03-10T18:37:20.356+07:00</updated><title type='text'>Our Beloved Supermom</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RfFWAuNWG5I/AAAAAAAAABM/lOG2BpChk5g/s1600-h/Picture+011.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RfFWAuNWG5I/AAAAAAAAABM/lOG2BpChk5g/s200/Picture+011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5039904028408290194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya baru beberapa minggu yang lalu ada imel dari Allison ttg Australian Day Award buat Loan Team-nya Ausaid. She was very proud of our work. Dia bilang Loan Team dapet award karena udah berhasil develop proyek loannya Ausaid. She said she'll try to work out how to send that award to me. Haha. Maybe she was kidding. But that's her, always try to give personal touch to all her staffs. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak taunya ada imel dari temen kantor yang cerita ttg kecelakaan pesawat Garuda GA 200 di Jogja Rabu, 6 April. Could not believe she was on that plane.. We lost her.. Could not believe it has to be her. Our beloved Supermom. I was still hoping that she could jump off the plane and survived in one of those village houses. Oh well... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum gue berangkat ke Swedia, waktu gue bilang mau sekolah lagi, gue bilang bahwa 2 tahun lagi, ketika gue selesai kuliah, mungkin dia udah gak ada di Jakarta. Masa tugasnya di Indonesia udah selesai. Gue akan kehilangan bos yang sangat baik yang punya great leadership dan disukai semua orang. Dia cuma bilang: "You will have others. They are fun people".. Now that she has left, I know I'm not the only one who misses her. When I remember her words again, I feel like she's saying the same thing to all of us. She's trying to say goodbye and make sure we'll be fine without her. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's not gonna be the same I guess. Walaupun gue gak ada di kantor, gue bisa ngerasain hilangnya 'nyawa' Ausaid Jakarta. AS sangat meng-inspire staf di kantor, dia selalu ramah sama semua orang. Spontan dan gak formal sama sekali. Dia juga suka ngasih surprise untuk staffnya, selalu punya ide2 konyol buat mewarnai hari2 kita di kantor. Selalu ada kompetisi tiap bulan: ugly tissue box, ugly t-shirt, ugly hat, Ausaid Idol (dont know if this had happened or not, though, but she asked for my help to arrange this before I went to Sweden), batik tiap hari jumat, dll. Gak ada lagi bule yang suka sholat di musholla, gak ada lagi bule yang suka pake kaos kutung kalo ketemu orang Bappenas.. Gak ada lagi bule yang suka bilang "I may be wrong.. I'm always wrong..." kalo diskusi waktu meeting. Oh well, we miss you Bu Allison.. You are the true Supermom. For your kids, and for us. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It may happen to all of us. It could happen in any ways. Any times. But all I know that good people 'leave' early. I think they learn fast about life, and now they are done with today's life. It's time for them to move on to the next level.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take care, Bu Allison. May you are in peace now and meet all the good people there. We miss you.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3592807234786645129?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3592807234786645129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3592807234786645129&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3592807234786645129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3592807234786645129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/03/our-beloved-supermom_10.html' title='Our Beloved Supermom'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RfFWAuNWG5I/AAAAAAAAABM/lOG2BpChk5g/s72-c/Picture+011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-609608324172160870</id><published>2007-03-09T18:24:00.000+07:00</published><updated>2007-03-10T07:50:52.728+07:00</updated><title type='text'>Media Release</title><content type='html'>MEDIA RELEASE&lt;br /&gt;AUSAID&lt;br /&gt;Aus 07 01 8 March 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australian Head of AusAID Indonesia Missing in Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our colleague - one of Australia's most dedicated aid workers remains unaccounted for following the crash of Garuda Flight 220 yesterday.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;She is Mrs Allison Sudradjat, AusAID's Minister Counsellor in Indonesia. Allison was travelling to Yogyakarta as part of an official Australian Government visit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allison is our most senior official in Indonesia and the head of the Indonesia program. Since joining AusAID in 1989 she has spent considerable time working overseas in Indonesia and Papua New Guinea. She went to Indonesia in 2004, three days after the tsunami. She is based at the Australian Embassy in Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AusAID staff have been on the ground in Yogyakarta since early yesterday, working with local officials to locate Australians and assist survivors of the crash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There have been strenuous efforts made to locate Allison, but to this point these efforts have been unsuccessful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our hopes and prayers are with Allison and her family at this very difficult time, and with all of the Australians and Indonesians affected.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For AusAID, helping and supporting Allison's family is our first priority. We have sent staff from Canberra to provide support to colleagues and family members in Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note to editors: Allison Sudradjat's surname is pronounced soohd-rah-jaht.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Source: http://www.ausaid.gov.au/media/release.cfm?BC=Media&amp;ID=8559_6801_4280_5561_2292)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-609608324172160870?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/609608324172160870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=609608324172160870&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/609608324172160870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/609608324172160870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/03/our-beloved-supermom.html' title='Media Release'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-5523133447048698736</id><published>2007-03-02T05:50:00.000+07:00</published><updated>2007-03-02T07:29:28.417+07:00</updated><title type='text'>Roads Infrastructure as the Vehicle for Economic Growth</title><content type='html'>Waktu masih di kantor dulu, gue belajar sedikit tentang economic growth, khususnya tentang infrastruktur. Infrastruktur adalah satu motor pembangunan ekonomi satu negara, dan tujuan akhirnya adalah pemberantasan kemiskinan. Karena alasan itulah kantor gue ngasih bantuan perbaikan untuk infrastruktur, sekolah dan jalan. Khususnya infrastruktur jalan, di situlah gue bergelut (walaupun sedikit)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan, di kampus gue ada mata kuliah rural-urban linkages, dan salah satu artikel yang gue baca adalah tentang pentingnya infrastruktur untuk hubungan desa dan kota (khususnya transportasi, terutama transportasi jalan). Di Tanzania, misalnya, petani kecil gak bisa menjual produknya karena infrastruktur jalan sangat buruk. Akhirnya, terpaksa produk mereka dijual ke para calo yang bisa memainkan harga seenaknya. Negara juga dirugikan karena gak bisa mendeteksi berapa produk yang dihasilkan, akhirnya pajak tidak terkumpul (Tacoli, 2006). Bahkan di daerah yang infrastruktur jalannya sudah baik, petani kecil belum tentu bisa memasarkan hasil ladangnya karena ongkos transportasi terlalu mahal. Akibatnya, cuma petani kaya yang bisa menembus pasar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan lagi, di hari yang sama ketika gue baru selesai baca artikel tadi, gue dapet imel dari Stella, yang baru aja pulang dari Motongkad -satu desa yang jaraknya 7 jam dari Manado- buat ngeliat langsung keadaan jalan di sana. Kebetulan2 lagi, kantornya Stella n kantor gue kerja sama buat meneliti keadaan awal jalan2 di Indonesia Timur yang nantinya akan diperbaiki mulai pertengahan 2007 nanti. Keadaan awal kondisi jalan ini akan jadi dasar untuk rencana monitoring dan evaluation nantinya (kalo rencananya gak berubah sih...). Nah, kembali ke imel dari Stella, di imel itu dia bilang: &lt;br /&gt;"... bahkan berpetualang bareng2 ke suatu desa nun jauh di sana (7 jam dari Manado dan mengalami perjalanan yg penuh kocokan perut, tikungan dan tanjakan.... Btw, sepulang dari desa Motongkad itu badan dan kepala gue sakit banget Git...wilayah itu emang benar2 butuh perbaikan jalan. Gak kebayang kalo ada ibu2 yg mau melahirkan, bisa2 keburu brojol di jalan kali ya sebelum ketemu bidan atau dokter..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa kebetulan, ternyata apa yang dibilang di artikel tentang Tanzania juga terjadi di Indonesia, dan pasti di negara2 lain yang pemerintahnya nggak mampu membangun infrastruktur dengan layak. Kebetulan juga, Stella mengalami langsung di Motongkad. Dan kebetulan lagi, itu adalah proyek yang gue kerjain sebelum gue berangkat kemarin. Kebetulan sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit setelah baca imel itu, bahkan sampe sekarang, gue masih berpikir.. jadi apa yang kita kerjain di kantor selama ini bener-bener terjadi?!. Jadi apa yang sering disebut2 di kantor bahwa "roads infrastructure is the vehicle for economic growth" was for real? Jadi kalo program perbaikan jalan di Indonesia Timur gak ada, mungkin perempuan2 hamil di Motongkad keburu brojol di mobil seperti yang Stella bilang? Atau petani mungkin lagi2 harus berhadapan dengan calo karena gak mampu membayar ongkos transportasi ke kota?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak pernah menyangka bahwa apa yang kantor gue kerjain bisa begitu dekat dengan teori yang gue baca. So I had been that close to prove the theory I was reading?.. Waduh, koq malah ngeri sendiri.. Kebayang mukanya Tim V, Pak Hugh, Andrew, Allison, Tim E, Jo, Pak Hatta, Pak Riel, dan lorong2 di kantor PU. Kebayang juga tender2 konsultan yang mau ngerjain perbaikan jalan itu, termasuk meeting2nya.. Hiiiii... serem... Walaupun susah, mudah2an aja proyek ini bisa mengantar ibu2 hamil di Motongkad untuk melahirkan dengan selamat di rumah sakit bersalin terdekat. Mudah2an petani2 di sana bisa membawa hasil pertaniannya ke pasar, naik angkot atau kalau kemahalan bisa naik sepeda atau at least narik gerobak di jalan itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh.. maybe I'm just being too romatic about all this? Yeah, maybe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-5523133447048698736?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/5523133447048698736/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=5523133447048698736&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/5523133447048698736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/5523133447048698736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/03/roads-infrastructure-as-vehicle-for.html' title='Roads Infrastructure as the Vehicle for Economic Growth'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6168267976574973142</id><published>2007-03-02T05:05:00.000+07:00</published><updated>2007-03-02T08:03:30.507+07:00</updated><title type='text'>Think BIG</title><content type='html'>Udah lama gue kesulitan melakukan hal yang satu ini. Think Big. Think outside the box. Gimana ya caranya?&lt;br /&gt;Suatu hari gue pernah curhat sama seorang temen tentang susahnya berpikir secara "broad", apalagi sejak balik ke sekolah, terasa banget gue koq sepertinya gak sanggup buat berpikir secara luas. Misalnya salah satu paper yg baru aja lewat, kita harus presentasi tentang "rural-urban linkages in wider development context". Rasanya udah limbung gimana menjelaskannya. Pasti gue mengkaitkan efek hubungan desa dan kota terhadap perempuan, petani kecil, atau poverty. Gak bisa lebih dari itu. Tapi begitu hari H presentasi, temen gue bisa menyarankan sebaiknya hubungan desa dan kota direformasi aja, karena dengan begitu eksploitasi kota terhadap desa bisa berkurang, dan masing2 "dipaksa" menggali potensinya sendiri dan tidak akan terjadi exploitasi. Ketika masing2 kota dan desa udah punya spesialisasi, baru dipikirkan langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun gak ada jawaban yang salah atau benar untuk pertanyaan di atas, dan gue juga gak merasa inferior dengan jawaban gue, tapi begitu mendengar ide temen gue tentang "reformasi hubungan desa dan kota" (walaupun bukan dalam arti yg radikal)rasanya hebat sekali. Dia berani ngasih pendapat yang ujug-ujug, dan bukan semata2 elemen2 khusus dalam development seperti yang gue pikirkan. She got the big picture, sementara gue cuma mampu berpikir terkotak2. Kotak 1: Perempuan. Kotak 2: Petani kecil. Kotak 3: Poverty, dsb, tanpa bisa menarik garis besarnya apa. Aduhhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tugas yang satu itu cuma satu contoh aja. Banyak tugas-tugas lain yang seringkali gue buat seperti itu analisanya. Selalu mencoba ngeliat di level yang lebih sederhana, lebih detil, more practical. Kalo nyoba menganalisa di level yang lebih besar, pasti jadinya superficial dan gak berhasil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet juga kepikiran, apa ini gara2 kelamaan kerja dan gak pernah ngeliat 'bigger picture'? Kalo kerja kan dituntut supaya detil, meeting deadline, fokus, dll. Maklum, staf rendahan. Akhirnya terbatas deh kebiasaan melihat sesuatu dari kepentingan kecil aja. Atau emang begitulah cara berpikir staf rendahan, makanya gak maju2? Huaaaaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, kalo kata Ono, that's what I am here for (iya khan, No?). Supaya bisa berpikir lebih luas. Think Big. Outside the box. See the forest, not the tree (yang ini dari Moe, bos di Asean dulu). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya juga ya, justru di sinilah tempatnya menimba ilmu. Berguru. I came here because I need to do something with my rusty brain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hopefully my brain is not that rusty to remember the initial aim of being here.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6168267976574973142?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6168267976574973142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6168267976574973142&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6168267976574973142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6168267976574973142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/03/think-big.html' title='Think BIG'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3047332387366605224</id><published>2007-02-27T05:44:00.000+07:00</published><updated>2007-02-27T06:42:07.455+07:00</updated><title type='text'>Endless Learning Process</title><content type='html'>Ternyata hidup itu penuh dengan masalah yang berulang. Herannya kita seringkali nggak sadar kalau masalah yang kita hadapi hari ini adalah masalah yang pernah kita hadapi beberapa tahun lalu. Dulu kita berhasil menghadapinya. We had gone through all the storms and moved on. We were wiser. Tapi hari ini, ketika masalah yang sama muncul, kenapa kita nggak bisa se-wise dulu? Kenapa kita lupa trik-trik menghalang 'badai' seperti dulu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau boleh jujur, gue termasuk orang yang sering melihat ke belakang. Either itu bentuknya refleksi terhadap tindakan gue kemarin2, atau sekedar flash back aja (mengenang masa2 kejayaan, masa2 gelap, atau buat menertawakan diri sendiri atas kebodohan2 masa lalu). Melihat apa yang udah lewat selama ini, kayaknya cukup banyak masalah yang berhasil lewat. Walaupun tertatih2 dan berdarah2, with all respect to my closest ones, akhirnya lewat juga masa2 berat (Hi Stella, inget Chapter 27? Hi Ono, Greta, Alim, Felix, Yaya and all, I miss you guys!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lega rasanya, begitu berhasil mengenang banyak masalah yang berhasil dilalui. Tapi kembali ke hari ini, kembali ke square one rasanya. Hari ini tetap punya masalahnya sendiri, walaupun mirip dengan apa yang pernah kita alami sebelumnya. Hari ini is a unique experience. Hari ini gue masih punya pertanyaan tentang identitas, tentang prioritas hidup, tentang self confidence, tentang individual determination vs. social determination, etc. Pertanyaan yang sama sebenarnya sudah muncul sejak masa2 kuliah di Bandung, waktu awal2 kerja, when I changed carreer, ketika putus cinta, when dad passed away, when.... i wrote my essay this morning!? Wah.. koq pertanyaan yang sama muncul terus? Jangan2 ini adalah pertanyaan yang nggak pernah bisa ditemukan jawabannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No.. no.. setiap pertanyaan selalu ada jawabannya. Walaupun belakangan. Terlambat, kadang2. In every phase of our life, we eventually find answers to our questions. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban untuk pertanyaan hari ini mungkin belum ketahuan semuanya. Mungkin ada beberapa clue dari pengalaman sebelumnya. Well, pengalaman masa lalu mungkin bisa jadi pelajaran untuk kita bisa struggle dengan problem hari ini. Tapi tetap, masalah hari ini butuh penyelesaiannya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika solusi itu gak juga datang, atau ketika kita hopeless karena gak tau harus berbuat apa (padahal semua cara sudah ditempuh) cuma ada satu cara buat survive: sabar. Quick solution is not the always the right solution. Hang on, persistent, endure, keukeh, that you will take control over your problems. You will know the answer to your questions eventually. So take your time (to fight).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to Frederick yang udah menyadarkan gue untuk sabar. Could not agree more on your words: "we will eventually know the answers to our questions". Juga buat Annika yang lagi putus cinta tapi sempet menyemangati gue dengan petuahnya "Compete with yourself!". Tack sa mycket. Life is such and endless learning process. Really.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3047332387366605224?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3047332387366605224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3047332387366605224&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3047332387366605224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3047332387366605224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/02/endless-learning-process.html' title='Endless Learning Process'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-4324262274852098378</id><published>2007-02-21T02:48:00.000+07:00</published><updated>2007-02-21T02:58:01.805+07:00</updated><title type='text'>Jag vet inte</title><content type='html'>I want to laugh louder, smile bigger and talk bluntly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to stay young, be impulsive and expressive &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to scream when I am afraid, cry when I'm sad, choke when I'm shocked&lt;br /&gt;I want to make it all out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I want to walk far, run fast, fly high.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I also need to keep my feet on the ground.&lt;br /&gt;Does growing older -- when they say we think before we do -- prevent us from doing such implusive things?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jag vet inte.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-4324262274852098378?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/4324262274852098378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=4324262274852098378&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4324262274852098378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4324262274852098378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/02/jag-vet-inte.html' title='Jag vet inte'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-4359217998290180306</id><published>2007-01-26T20:09:00.000+07:00</published><updated>2007-01-26T20:18:56.381+07:00</updated><title type='text'>January 26, 2007</title><content type='html'>Again, you were in my dream&lt;br /&gt;I saw you fade away&lt;br /&gt;Slowly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know I could have stopped you from leaving&lt;br /&gt;But I did not want to&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rest in Peace, Dad&lt;br /&gt;See us from above&lt;br /&gt;I know you are still protecting us&lt;br /&gt;Upthere. Your way.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-4359217998290180306?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/4359217998290180306/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=4359217998290180306&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4359217998290180306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4359217998290180306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/01/january-26-2007.html' title='January 26, 2007'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-4683606831492876865</id><published>2007-01-25T06:53:00.000+07:00</published><updated>2007-01-25T07:58:55.426+07:00</updated><title type='text'>Kegelisahan Mattias</title><content type='html'>Swedish people emang dingin. Setelah satu semester lewat, baru gue bisa ngobrol lama sama temen2 di koridor, terutama yg cowok2, karena mereka biasanya selalu cuek dan gak peduli. Beda banget sama temen koridor yang cowok yang dateng dari negara lain selain Swedia atau Nordic countries lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini gue ngobrol rada lama sama Mattias di dapur, temen kamar sebelah. Minggu2 sebelumnya sama Axel, cowok Swedish di koridor sini juga yang jarang banget ngobrol sama gue. Selama ini kita cuma ngobrol basa basi aja seputar sekolah, asal negara kita, weather, dan hal2 simpel lainnya. Malam ini kita ngobrol banyak hal mulai dari film, channel TV, foreign policy nya Amerika, bom dan terorisme, sampe masalah perbedaan antara natural science dan social science. Seru juga karena selama ini gue pikir gak bakal bisa ngobrol lama sama mereka, abis tampangnya pada dingin semua. Malam ini, setelah enam bulan, kayaknya suasana lebih cair dan at least ngobrol bisa lebih nyaman. At least ternyata mereka bisa senyum juga pas ngobrol. Hihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mattias sempet cerita tentang kebingungannya dalam menentukan identitas apakah dia orang Swedia atau Findland. Dia lahir di Swedia, besar di Swedia sejak lahir sampai sekarang, tapi Findland citizen. Kewarganegaraan Finlandia dia dapat dari ibunya yang orang Findland, yang udah migrasi ke Swedia sejak tahun 1970an dan menikah sama ayahnya yang orang Swedia. Asal Mattias dari Happaranda, satu kota kecil di perbatasan Sweden-Findland. Kota terdekat dari Happaranda adalah Torio di Findland (or something sounds like that) yg jaraknya 30 km, sementara jarak ke kota terdekat di Sweden sekitar 120 km. Di Swedia, Mattias selalu bilang bahwa dia adalah orang Findland walaupun dia sudah sangat terintegrasi dengan budaya di sini. Dia sudah pasti fasih bahasa Swedia, mukanya juga sangat tipikal bule, jadi dia sudah sangat eligible buat dibilang Swedes. Tapi Mattias selalu merasa dirinya orang Findland, sangat nasionalis untuk urusan olahraga, dan untuk hal2 yang berhubungan dengan kompetisi Sweden-Findland dia akan selalu milih Findland. Tapi masalahnya, ketika dia di Findland, dia gak merasa seperti orang Findland karena dia selalu tinggal di Swedia, dan orang2 di sana pun gak menganggap dia sebagai orang Findland. Well, what should you say? I have no clue. Intinya, dia bingung sebenarnya identitasnya itu bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama diskusi panjang tentang identitas, gue juga sempet cerita kalo di kelas gue punya temen yang berdarah Iran tapi lahir dan besar di Swedia. Orang tuanya (atau kakek neneknya) imigran dari Iran. Temen ini juga sering bingung kalo harus menjelaskan asal usulnya dari mana karena dia harus menjelaskan panjang lebar karena dia gak keliatan kayak orang Swedia (baca: bule) sama sekali. Pasti lebih susah buat dia daripada Mattias. I can understand it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, gak penting buat mencari tau siapa yang lebih sulit kondisinya. Lebih menarik buat melihat sisi gelisah dari dua orang teman ini. Mungkin ketika di Jakarta, gue gak terlalu aware dengan isu krisis identitas yang berhubungan dengan asal usul atau kenegaraan. Mungkin ada seperti misalnya isu WNI yang keturunan Cina. Tapi gue jarang bersentuhan dengan hal itu. Krisis identitas yang gue tahu selalu berhubungan dengan umur, kiprah/achievement kita selama hidup, atau malah agama. Sekali2 juga sempet tergelitik tentang krisis identitas para transeksual. Baru di sini, gue tertarik dengan kegelisahan akan asal usul atau kewarganegaraan seseorang. Gue bisa merasakan betapa gelisahnya kita ketika orang selalu salah sangka tentang identitas kita. Gak heran banyak orang yang berusaha mati2an buat pengumuman tentang asal usulnya, atau tentang kepercayaannya walaupun itu susah. Just to make sure people get it right, intinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti barusan, gue bisa melihat betapa Mattias pengen membuat gue mengerti bahwa dia bukan orang Swedia, walaupun penjelasan yang dia kasih jadi panjang. Tapi ya memang begitu kalau kita mau orang lain mengerti seperti halnya kita mengerti. Masalahnya gak semua orang bisa mengerti, atau gak semua orang mau peduli. Karena itu gue bisa melihat kegelisahan di wajah Mattias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang2 gelisah seperti Mattias. Ternyata kegelisahan bukan cuma ada di negara berkembang aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Godnatt.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-4683606831492876865?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/4683606831492876865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=4683606831492876865&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4683606831492876865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/4683606831492876865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/01/kegelisahan-mattias.html' title='Kegelisahan Mattias'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-3826415546284716585</id><published>2007-01-18T21:56:00.000+07:00</published><updated>2007-01-20T18:24:10.129+07:00</updated><title type='text'>If you can't see the finish line, that's because it's behind you!</title><content type='html'>Kebanyakan temen2 gue bilang gue suka khawatir sama hal2 yang gak perlu. Mungkin ada benernya juga, karena gue sering takut sama hal2 kecil yang sebenarnya cuma bagian kecil dari hidup, yang mungkin gak bakal kejadian juga. Tapi gue udah berusaha belajar untuk tidak terlalu paranoid tentang hal kecil and thanks to those people who have listened to my overthought worries. Juga buat orang2 yang tanpa sadar udah mengajarkan gue buat lebih relax menjalani hidup. Proverbs such as: 'Let's worry about it later', 'Panic doesn't help' atau 'Be brave!' gue dapet dari bos2 di kantor. Some wisdoms and other simple things yang seringkali bikin beban kerja gue jauh lebih ringan setelah sharing sama mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I miss them. I miss those comforting words. Kali ini, ada satu hal lagi yang mengingatkan gue untuk lebih relax dan berhenti mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Daily horoscope yang gue temuin di internet. Lucu aja karena sejak di sini gue gak pernah lagi baca ramalan bintang kaya' di Indonesia (soalnya gak ngerti bahasanya. Hehe). Anyway, ramalan bintang ini bikin gue bertanya sama diri sendiri: "Have I gone too far with my confusions lately?" Hmmm.. mungkin juga. I know I have too much worries and too much "I don't know"s about things I am up to now. Apalagi sejak balik ke sekolah, rasanya semua hal yang gue temuin di sini baru semua. Walaupun satu semester udah lewat, dan so far so good, tapi tetep ada kebingungan juga kaya': nanti mau nulis tesis apa, mau ngerjain apa setelah pulang, how my personal life will be, how my family will be, how will I settle my family and work at the same time, dan banyak hal yang masih jauh banget dan gak bakal bisa gue liat ke mana arahnya sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capek banget terus2an mengkhawatirkan atau at least berpikir tentang hal2 di atas. So I guess I dare to say: No more worries anymore. Here I am, heading to the next day without fear. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daily Horoscope, January 18, 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Bottom Line:&lt;br /&gt;If you can't see the finish line, that's because it's behind you! Take a break.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In Detail:&lt;br /&gt;If you can't see the finish line in the near distance, don't get frustrated -- turn around! There you'll see it, miles behind you. You have been going at such a furious clip for so long that you may very well have gone right past your original goal. You could just keep moving toward the next milestone, but the stars say it's time for you take a break. Stop this forward momentum for a while and just enjoy where you are in life -- it's a heck of a nice place!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-3826415546284716585?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/3826415546284716585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=3826415546284716585&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3826415546284716585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/3826415546284716585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/01/if-you-cant-see-finish-line-thats.html' title='If you can&apos;t see the finish line, that&apos;s because it&apos;s behind you!'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6388203013971772372</id><published>2007-01-06T03:04:00.000+07:00</published><updated>2007-01-06T04:41:30.334+07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Akhir Tahun</title><content type='html'>Hej hej... Gott nytt ar (Happy New Year)... Akhirnya balik juga ke Lund tercinta setelah 2 minggu liburan ke negeri kincir angin (lagi). Hehe. Iya, kali ini mau mengulang liburan yang tertunda waktu itu, karena gak punya uang gara2 hilang tas dan paspor. Libur kali ini gue kabur dari kesepian di Lund, karena semua anak2 pada pulang kampung untuk natal dan tahun baru. Lund sepi banget pasti karena separuh penduduknya yang mahasiswa pada pergi. Termasuk gue. Hihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini gue berhasil agak mengeksplor Belanda. Ke Amsterdam, Leiden, Volendam, Rotterdam and Den Haag (pastinya). Seru juga walaupun jalan2 sendirian karena temen2 di Den Haag pada belajar semua karena mau ujian.. Duh, gue jadi merasa jadi pelajar yang nakal karena jalan2 terus. Hihihi. Gak papalah mumpung bisa. Semester depan pasti udah sibuk deh.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amsterdam kota yang besar banyak gedung2 tua dan cantik, tapi banyak museumnya. Ugh, bukan turis dong kalo gak ke museum, jadilah gue berkunjung ke Reijkmuseum (tempat lukisan2nya Rembrant), Rembranthuis (rumahnya si Rembrant dulu), Van Gogh Museum, Jewish Museum, Anne Frank House. Sumpah mampus gue baru sekali ini liat museum yang isinya lukisan (kecuali Jewish Museum sama Anne Frank House). Di Den Haag juga sempet ke Mauritshuis, isinya lukisan semua. Tapi dasar gue norak, gue terkagum2 dengan audio information yang dibagiin di pintu masuk museum. Ternyata kita berbekal mesin kecil seukuran kalkulator kecil, dan ada headphonenya. Jadi kita tinggal liat lukisan yang ada di depan kita, terus pencet nomer lukisan itu, maka keluarlah informasi ttg lukisan itu. Infonya biasanya tentang ciri lukisan itu, filosofi lukisannya, filosofi sang pelukis dan kepercayaan dia. Ternyata seru juga karena pelukis2 itu punya filosofi yang dalem.. Namanya juga seniman kali yah.. Gue baru tau kalo Rembrant ternyata dicurigai Jewish karena dia banyak melukis laki2 Yahudi, pernikahan orang Yahudi, atau tentang tempat ibadah orang Yahudi. Dia juga punya banyak temen Yahudi dan rumahnya dulu di daerah di mana orang2 Yahudi tinggal. Terus ada lagi pelukis Belgia namanya Breugel, ternyata dia tertarik dengan mitologi Yunani kuno. Lukisannya rata2 tentang orang2 di jaman itu. Menarik juga, gue jadi belajar dan tercengang begitu tahu cerita di balik lukisan2 itu. Gak nyangka bisa end up di berbagai museum di Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak belajar lah  jadinya trip kali ini. Belajar ttg pelukis2 itu, tentang kincir angin dan prinsip kerjanya (di Leiden, di Mollen Museum Van Daft  -- yang pernah tinggal di Belanda, please dikoreksi yah). Walaupun ketakutan karena kincir anginnya spooky dan tangganya serem (mana gue takut ketinggian!), gue jadi belajar ternyata kincir angin itu bukan berasal dari Belanda. Bodohnya gue, gue lupa asalnya dari mana :( Yang jelas kincir angin yang dipake untuk menggiling berbagai bahan makanan menjadi tepung atau untuk menggiling tembakau. Amazed juga karena ternyata prinsip kerja kincir angin sangat sederhana. Awalnya malah terinspirasi dari orang2 jaman dulu yang suka menggiling makanan. Mungkin kalo kita di Indonesia suka ngulek bumbu masakan pake batu, itulah cikal bakal kincir angin. Hehe. Cuma bedanya kita ngulek bumbu, mereka menggiling jagung, buat dijadiin tepung. Hehehe.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran lain yang didapat adalah tentang komik.. Gue sempet mampir di Comic Strip Museum di Brussel. maklum aja, Belgia kan negara asalnya komik2 kayak Tintin, Asterix, Lucky Luke, Smurf, Denice the Menace, dll. Tapi bukan Gita namanya kalo nggak melakukan hal bodoh. Gue gak tau kalo di Belgia mereka berbahasa Perancis (ini namanya gak culture aware! stupid me..), jadi di museum itu gue terbengong2 ngeliat perkembangan komik dari awal sampe jadi buku komik. Berbekal satu folder yang isinya keterangan singkat ttg perkembangan komik di Belgia, jadilah gue gak bisa baca komik2 yang lucu2 itu. Padahal menarik2. Banyak banget komiknya, kalo yang suka dan ngikutin perkembangan komik, pasti seneng deh... Favorit gue sih teteup Tintin dan Asterix. Ternyata di Belgia komik adalah bisnis besar. Seru juga. Dulunya konik itu cuma suplemen koran orang dewasa, dan ditujukan buat anak2. Awalnya suplemen hitam putih, terus jadi suplemen berwarna dan halamannya tebal. Setelah beberapa lama baru komik dicetak menjadi buku seukuran komik Tintin kayak sekarang. Menarik banget. Lagi2 gue terkagum2 sama komikus besar kayak Herge yang bikin Tintin. Terkagum2 dengan risetnya dia tentang satu negara ke negara lain untuk setiap edisi Tintin. It's not only about a story for kids, it has to be the truth. Hebatnya dia bisa bikin karya besar yang tahan sepanjang masa. All in all, gue juga terkagum2 sama daya khayal komikus2 itu --for making their imagination into reality (and money at the same time). Hebat banget...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun uang habis dan badan capek karena jalan kaki terus, tapi hati senang. Setelah belajar dari trip ke berbagai museum, gue merasa sangat kecil dan gak bisa berbuat apa2 (catet: bukan belum berbuat apa2, karena Rembrant dan Van Gogh udah berkarya waktu umur mereka 22 tahun. Anne Frank malah umurnya masih 12 tahun waktu dia nulis diary tentang masa pembersihan etnis Yahudi). Trip kali ini membawa semangat buat bisa berkarya seperti halnya orang2 besar yang karyanya ada di museum yang gue kunjungi. It's worth going ternyata untuk pergi ke museum. Apalagi trip ini pas di awal tahun 2007, jadi ada semangat di awal tahun buat bisa berbuat sesuatu. Mudah2an ini bukan sekedar 'another New Year's Resolution' yang gak bisa diwujudkan nantinya. Mudah2an semangatnya gak luntur begitu balik ke Lund. Gak ngeper dan merasa pengen pulang ke Indonesia ketika baca artikel yang banyak dan susah. It takes lots of guts and efforts to make a difference, I know. Wish me luck!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6388203013971772372?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6388203013971772372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6388203013971772372&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6388203013971772372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6388203013971772372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2007/01/pelajaran-akhir-tahun.html' title='Pelajaran Akhir Tahun'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-2495927623304371235</id><published>2006-12-18T05:36:00.000+07:00</published><updated>2006-12-18T06:12:15.701+07:00</updated><title type='text'>Winter oh Winter</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RYXGakhEBwI/AAAAAAAAABA/s3c1ljQ9N34/s1600-h/DSCN1467.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RYXGakhEBwI/AAAAAAAAABA/s3c1ljQ9N34/s200/DSCN1467.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5009628320300795650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmatnya summer... Foto ini diambil sekitar bulan Oktober. Udaranya masih hangat, paling sekitar 13 derajat. Cukup digin buat ukuran orang Jakarta, tapi untuk Sweden, itu hangat apalagi mataharinya masih terbit sampe jam 7 malem. Gue sangat merindukan kehangatan seperti waktu itu. Padahal baru juga 3,5 bulan di sini. Apalagi orang asli Swedia sini ya, mungkin mereka kangen banget udara hangat seperti masa2 summer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan jealous juga muncul waktu ngeliat foto temen2 di Friendster. Satu temen yang lagi kuliah di Aussie foto2 Friendsternya kebanyakan dia lagi pake tanktop, celana pendek dan sendal jepit (Halo, Dita!). Jelas2 gue jealous banget karena gak mungkin lah bercelana pendek keluar rumah... Jangankan itu, pake sendal ke laundry room di gedung seberang aja rasanya udah salah kostum banget... Dingiiinn..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scandinavia emang dingin. Ngapain juga gue kuliah sampe ke 'atas' begini. Bukan cuma dinginnya aja yang bikin hati menciut, tapi juga gelapnya. Sekarang2 ini matahari terbit jam 9 pagi (kurang lebih) dan terbenam jam 4 sore. Mana seharian seringnya hujan, dengan suhu terpanas paling 6 derajat. Kata temen di sini, besok2 sunlight akan semakin pendek durasinya. Paling2 terbit jam 10 dan terbenam jam 2 siang. Huaaaa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya gue udah mempersiapkan diri dengan gelap pas winter ini. Stella, waktu dia di Norway, sering cerita dan dia bilang cuaca winter berikut gelapnya akan banyak mempengaruhi mood kita. Agak serem juga sih, dan setengah gak percaya. Begitu juga temen2 di kantor, the Tims, sempet bilang hal yang sama. Belum lagi selama masa orientasi (pas baru nyampe Sweden), sering dibilangin kalo Sweden is famous for its cold and dark winter. Banyak orang Swedia yang depresi waktu winter. Banyak juga yang melarikan diri ke negara tropis selama winter. Sebenarnya agak too much, gue pikir waktu itu. Dengan berbekal wejangan sana sini gue pikir gue akan cukup siap menghadapi winter, depresi dan homesick. tapi setelah dijalanin kayaknya.... huaaaa.... gue gagal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, terlambatnya matahari terbit bikin gue telat bangun pagi pas kuliah. Walhasil, gue sering terlambat masuk kelas. Kedua, kuliah course ini lagi boring banget, tentang Theory and Methods of Development Studies. Gue udah predict course ini akan berat karena mata kulaihnya boring dan juga berjalan pas winter. Ternyata bener, dan course ini terasa sangat susah karena kita dapet tugas untuk ngerjain tugas research berkelompok. Sialnya, tiap kerja kelompok, kelompok gue selalu susah buat sepakat dalam banyak hal. Mau bikin rencana penelitian, pake diskusi panjang dan useless. Mau menganalisa data juga sama aja, selalu ribut. Walhasil, kerja kelompok jadi nyebelin dan mood gue juga jadi down. Walaupun gue udah berusaha move on dengan tugas kelompok dan baca2 literatur, tapi tetep aja, rasanya kesel... Pas gue share sama temen2 di kelas, ternyata mereka juga punya masalah yang sama dengan kelompok masing2. Selalu gak bisa sepakat ketika menganalisa sesuatu. Kita malah juga mengkritik course sekarang gak di-design dengan baik, sampe semua orang jadi merasa disorientasi ketika ngerjain tugas. Wah, pokoknya everything seems sooo wrong.. Belum lagi homesick yang emang jadi masalah permanen (gue). Ketika gue terima SMS dari salah satu temen kantor, gue tersadar, kayaknya gue juga mengalami apa yg dirasain orang Swedia ketika winter. Depresi. Begini isi SMS-nya "... I hope you are ok up there and that the winter is not too depressing". Ah, thanks for reminding! It's the winter that makes everything look depressing..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, semoga aja winter segera berlalu. At least course ini segera selesai dan gue bisa lari dari tugas2 yang menyebalkan. Kadang kalo lagi bengong gue suka berpikir, sebenarnya ada untungnya juga kita di Sweden punya winter. At least ada yang bisa disalahin kalo bad mood. It's the winter. The weather. Yeah, blame it on the weather for everything that's depressing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finally, I got a good way of accepting winter now. Hurray!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-2495927623304371235?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/2495927623304371235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=2495927623304371235&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2495927623304371235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2495927623304371235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/12/winter-oh-winter.html' title='Winter oh Winter'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RYXGakhEBwI/AAAAAAAAABA/s3c1ljQ9N34/s72-c/DSCN1467.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6449335175803009517</id><published>2006-12-11T03:52:00.000+07:00</published><updated>2006-12-11T04:34:27.204+07:00</updated><title type='text'>Home Again</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RXx9Q36NhaI/AAAAAAAAAAk/RbRLkoKzPDc/s1600-h/Half+dry.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RXx9Q36NhaI/AAAAAAAAAAk/RbRLkoKzPDc/s200/Half+dry.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5007014614568633762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dark is the sky &lt;br /&gt;Cold is the wind&lt;br /&gt;Gloomy is the cloud&lt;br /&gt;And mourning is all I have... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This winter has successfully pulled my mood down&lt;br /&gt;(Lund, 061210)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Home Again &lt;br /&gt;(Carole King)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes I wonder if I'm&lt;br /&gt;Ever gonna make it &lt;br /&gt;home again&lt;br /&gt;It's so far and out of sight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I really need someone to talk to&lt;br /&gt;And nobody else&lt;br /&gt;Knows how to comfort me &lt;br /&gt;tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snow is cold; Rain is wet&lt;br /&gt;Chills my soul right to the marrow&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I won't be&lt;br /&gt;happy 'til I see you &lt;br /&gt;Alone again&lt;br /&gt;'Til I'm home again &lt;br /&gt;and feelin' right.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Snow is&lt;br /&gt;cold; Rain is wet.&lt;br /&gt;Chills my soul right to the marrow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I won't be happy &lt;br /&gt;'til I see you &lt;br /&gt;alone again&lt;br /&gt;'Til I'm home again &lt;br /&gt;and feelin' right.&lt;br /&gt;'Til I'm home again &lt;br /&gt;and feelin' right.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wanna be home again and feelin' right.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6449335175803009517?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6449335175803009517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6449335175803009517&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6449335175803009517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6449335175803009517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/12/home-again.html' title='Home Again'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_PwLH6PeBlfA/RXx9Q36NhaI/AAAAAAAAAAk/RbRLkoKzPDc/s72-c/Half+dry.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-2828667655776724585</id><published>2006-12-06T23:56:00.000+07:00</published><updated>2006-12-07T07:04:46.120+07:00</updated><title type='text'>Where you Lead, I will Follow</title><content type='html'>Gue lagi jatuh cinta sama lagunya Carole King "Where You Lead, I will Follow". Lirik lagunya kurang lebih tentang keikhlasan seseorang untuk mengikuti arah yang ditunjukkan oleh sang pemimpin. Lagu ini lumayanngetop sebagai soundtrack serial TV Gilmore Girls (dulu sempet diputer di RCTI atau SCTV ya?) di mana dua tokoh utamanya adalah seorang ibu dan anaknya. Lagu ini berkesan jadi sebuah kerelaan sang anak untuk mengikuti langkah sang ibu sebagai pemimpin. Carole King di satu konsernya juga sempet bilang bahwa untuk promo lagu ini (dan film Gilmore Girls) manajemennya membuat "mother-and-daughter  t-shirt" satu set t-shirt bertuliskan "Where You Lead" dan lainnya bertuliskan "I Will Follow". King bilang, masalahnya adalah kita harus hati2 siapa dapat kaos yang mana.. :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;["... on the occassion we created these "mother-and-daughter t-shirts. The thing is you have to work out in your family who gets which..." &lt;em&gt;King, http://www.caroleking.com/index.php?p=ckcafe&amp;media_file_id=116&lt;/em&gt;]&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kita suka lupa kalau sebenarnya dalam diri manusia ada kecenderungan untuk menjadi pemimpin, dan ada juga kecenderungan untuk menjadi orang yang dipimpin/dituntun. Ada kelompok orang yang punya leadership dan berhasil memimpin dalam tim, dalam keluarga, atau dalam relationship. Sebaliknya, ada juga kelompok orang yang memiliki kecenderungan untuk dituntun dalam hidupnya. Masalahnya adalah kadang kita tidak menyadari kita itu siapa: apakah kita ini seorang team leader atau seorang supporter? Supporter yang dimaksud di sini bukanlah seorang agen yang pasif dan hanya mendengar kata sang leader. Bukan sama sekali. Supporter yang gue maksud di sini memiliki posisi setara dan berkontribusi sama pentingnya dengan leader, cuma role-nya aja yang berbeda. Supporter di sini merupakan elemen signifikan di dalam tim yang bisa mengangkat performa tim sekaligus sang leader. Sebab kalau supporter adalah agen yang pasif, maka begitu sang leader hilang, tim yang dibangun lama kelamaan akan musnah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue merasa termasuk team supporter dalam banyak hal. Di kantor, jelas banget lah gue seorang supporter di tim gue. Gue juga merasa dalam banyak hal masih perlu dibimbing. Dalam belajar ya udah pastilah, I am a student gitu loh (despite whether I am a smart student or not). Dalam hal relationship? Kayaknya juga begitu deh. Gue memiliki kecenderungan untuk menjadi supporter buat pasangan daripada menjadi leader dalam relationship.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sorry, forget about me. Gue lebih concern tentang pemahaman leader dan supporter dalam tim. Seringkali terjadi konflik kalau sang pemimpin nggak kompeten dan sang anak buah lebih kompeten. Yang lebih berbahaya adalah kalau sang anak buah 'merasa' lebih kompeten dari pemimpinnnya, padahal nggak juga. Apalagi kalau misalnya terjadi masalah, dialog yang dilakukan seringkali bukan bertujuan untuk mencari solusi tapi malah untuk menunjukkan diri sendiri adalah benar. Seringkali dialog antara anggota kelompok jadi sangat defensif dan berujung pada konflik. Masalah seperti ini biasa banget dihadapi di kantor, di kelompok masyarakat, kelompok diskusi, di rumah atau pada sepasang kekasih sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang temen dari Ghana pernah bilang kalau kita sangat kaku dan defensif, orang lain akan dengan mudah mematahkan kita. Tapi kalau kita fleksibel dan akomodatif, kita akan sulit dipatahkan. Analoginya sama seperti kayu dan tongkat plastik. Kayu lebih mudah dipatahkan karena kaku dan keras, sementara tongkat plastik lebih sulit karena ujung-jungnya mengikuti kemana arah tangan kita bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Somehow, konflik pasti muncul dalam setiap hidup manusia, tapi kemampuan untuk menjadi fleksibel dan akomodatif adalah hal penting untuk menyelesaikan masalah dan menyelamatkan tim, kelompok, keluarga atau hubungan dari kehancuran. Dan kesadaran akan role kita sebagai leader atau supporter dalam kelompok adalah hal yang obvious. Seperti kata Carole King tentang kaos "Where You Lead" dan "I Will Follow"-nya: ".. the thing is you have to work out in your family who gets which..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Where You Lead, I Will Follow&lt;br /&gt;(Carole King and Louise Goffin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowing you the way I do&lt;br /&gt;I only wanna be with you&lt;br /&gt;And I will go&lt;br /&gt;to the ends of the earth,&lt;br /&gt;'cause darling, to me that's what you're worth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus&lt;br /&gt;Where You Lead&lt;br /&gt;I will follow&lt;br /&gt;Anywhere that you tell me to&lt;br /&gt;If you need-If you need me to be with you&lt;br /&gt;I will follow&lt;br /&gt;Where you lead&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you're out on the road&lt;br /&gt;Feelin' lonely and so cold&lt;br /&gt;All you have to do is call my name&lt;br /&gt;And I'll be there&lt;br /&gt;On the next train&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I always wanted a real home&lt;br /&gt;With flowers on the windowsill&lt;br /&gt;But if you wanna live in New York City&lt;br /&gt;Honey you know I will&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I never thought I could get satisafaction&lt;br /&gt;From just one man&lt;br /&gt;But if anyone can keep me happy&lt;br /&gt;You're the one who can&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus (2x)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh baby, ohh, I'm gonna follow where you lead&lt;br /&gt;I'm gonna follow where you lead&lt;br /&gt;I'm gonna follow where you lead&lt;br /&gt;I'm gonna follow where you lead&lt;br /&gt;I'm gonna follow where you lead&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-2828667655776724585?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/2828667655776724585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=2828667655776724585&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2828667655776724585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/2828667655776724585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/12/where-you-lead-i-will-follow.html' title='Where you Lead, I will Follow'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-121817256878587926</id><published>2006-11-27T06:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-27T07:10:25.866+07:00</updated><title type='text'>Happy Thanksgiving</title><content type='html'>Happy Thanksgiving everyone... Gue terkesan dengan party yang dibikin sama temen2 dari US dan Canada dalam rangka Thanksgiving, yang di rayain setiap hari Kamis terakhir di bulan November (di Amerika). Thanks to Dave, Brett, Jules, Senka, Leila, n Marissa. Partynya cuma dinner makan kalkun (diawali sama masak kalkun oleh temen2 yang udah pada duluan dateng), dan pot luck bawa side dishes sendiri2. Ada yang bawa cheese cake, ada yang bawa pumpkin pie (katanya ini desert khas Thanksgiving), ada salad, mashed potato, wedges, spring roll, doughnuts, grilled veggie, ice cream, couscous (bener gak ya tulisannya. ini semacam bulgur), everything. Gue, Tomomi dan Syafiq datang belakangan karena harus kerja kelompok dulu sambil bikin makanan juga. Kita semua cuma makan dan ngobrol2 aja selama party. Gak ada dance seperti party biasanya. Bahkan temen gue yang bawa keluarganya ke sini, David (Sr.), bawa istri dan dua anaknya yang lucu2, padahal biasanya gak mungkin buat dia bawa anak kalo party. It was so good... Suasana kali ini sangat homy dan warm. Hampir semua anak2 di kelas pada dateng, kecuali yang dari Copenhagen karena jauh... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I liked it. Buat gue yang udah uzur, kumpul2 kayak gini terasa sangat relaxing dan menyenangkan. Akhirnya setelah homesick dan kesepian yang menyiksa, ada juga sedikit kehangatan dan kebahagiaan yang gue dapat di sini. Am so thankful for that. To be more informative about Thanksgiving, here is a bit info of it yang gue search di Wikipedia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Thanksgiving, or Thanksgiving Day, is an annual one-day holiday to give thanks, traditionally to God, for the things one has at the close of the harvest season. In the United States, Thanksgiving is celebrated on the fourth Thursday of November, and in Canada it is celebrated on the second Monday in October. In the United Kingdom, Thanksgiving is another name for the Harvest festival, held in churches across the country on a relevant Sunday to mark the end of the local harvest, though it is not thought of as a major event (compared to Christmas or Easter) as it is in North America, where this tradition taken by early settlers became much more important. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the United States, certain kinds of food are traditionally served at Thanksgiving meals. First and foremost, turkey is usually the featured item on any Thanksgiving feast table (so much so that Thanksgiving is sometimes referred to as "Turkey Day"). Stuffing, mashed potatoes with gravy, sweet potatoes, cranberry sauce, Indian corn, other fall vegetables, and pumpkin pie are commonly associated with Thanksgiving dinner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Thanksgiving Day, families and friends usually gather for a large meal or dinner, the result being that the Thanksgiving holiday weekend is one of the busiest travel periods of the year"&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Kayaknya gak berlebihan kalo gue berucap terima kasih untuk malam ini, untuk saat ini, dan untuk kehangatan yang gue peroleh malam ini dengan teman2. Just so I remember -anytime when I get so depressed of being lonely here- that I once felt happy and be thankful for what I have here. Cheers!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-121817256878587926?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/121817256878587926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=121817256878587926&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/121817256878587926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/121817256878587926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/11/happy-thanksgiving.html' title='Happy Thanksgiving'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-6015341913539175515</id><published>2006-11-26T04:25:00.000+07:00</published><updated>2006-11-26T07:16:41.443+07:00</updated><title type='text'>Merenung</title><content type='html'>Sudah tiga bulan gue nyampe di Swedia. Masih terasa berat proses adaptasinya. Catch up sama pelajaran, sosialisasi sama temen2, keep up dengan budayanya, bahasanya, udaranya... Urgh, it's been an exhausting process, to be honest. Tapi ya mau gimana lagi? Beginilah nasib perantau. Kata seorang teman di blognya, kalau kita mau menghadapi kesulitan dan melompati tembok 'kenyamanan', kita akan bisa belajar lebih banyak. Yah.. begitulah memang. Ini fase berikutnya dalam hidup. Chapter 29 dalam hidup gue. Enjoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan berusaha adaptasi, sepertinya udah saatnya melihat pada diri sendiri.  Udah dapet apa aja ya? Nilai di kampus udah ada. Nggak impressive sih, tapi it's all I have. Udah cukup buat jadi bench mark: kalo usaha gak sungguh2, nilainya pas2an. Kalo serius dan sungguh2, pasti bisa lebih baik. Next time better lah judulnya. Temen2 udah ada, walaupun kualitasnya belom seperti temen2 di Jakarta yang udah bertahun2 kenal sama gue. Udara dingin udah biasa. Kesepian juga udah biasa. Ah, apalagi ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal yang belom sempet gue lakukan. Merenung. Di Jakarta biasanya kegiatan ini gue lakukan setiap hari, di dalam mobil. Mungkin itu akibat macetnya jalanan di Jakarta, jadi gak ada lagi kegiatan yang bisa dilakukan selain merenung. Gue jadi kangen banget sama mobil gue. My B 2628 GW, kendaraan yang jauh dari mewah tapi menyimpan kemewahan yang luar biasa buat gue. Kenangannya terutama. Jalan2 sama temen2, ketawa2, ngejahilin sopir taxi, teriak2 karena putus cinta, nyanyi2, empet2an dari sore ampe pagi tanpa mandi, berantem, nangis. Lengkap semuanya. Orang lain juga pasti punya kenangan tersendiri sama mobilnya masing2 khan. It's just an ordinary thing. Tapi buat gue, mobil adalah tempat merenung. Setelah banyak peristiwa yang gue alami sehari2, di mobil lah tempat gue berkontemplasi tentang apa yang udah gue kerjakan. Keputusan2 yang gue ambil. Ketakutan2 atas pilihan2 gue. Kegagalan. Kesedihan. Kehilangan. Di dalam mobil itu juga gue banyak nangis, marah, ketawa, feeling numb, dan berbagai perasaan lainnya. Seringkali gue dapatkan kekuatan dan ketegaran pas lagi nyetir. Pokoknya kalo udah di belakang setir, rasanya gue bisa mengontrol apapun. Termasuk emosi. Padahal kenyataannya nggak juga. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, setelah tiga bulan tanpa nyetir otomatis kegiatan merenung dan kontemplasi jarang gue lakukan. Apalagi tanpa disadari bersosialisasi dan beradaptasi juga cukup membuat gue lupa untuk melakukan dua hal itu. Terlebih gue takut kalau merenung malah jadi mellow dan homesick berkepanjangan. Walaupun sebenarnya tanpa merenung gue juga udah mellow dan homesick. It's in my blood. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, gue pengen sekali melamun dan berkontemplasi. Tanpa harus nyetir mobil juga jadilah. Gue pengen me-review tentang banyak hal yang gue lihat belakangan ini. Tentang hidup di sini.. Hidup yang baru..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-6015341913539175515?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/6015341913539175515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=6015341913539175515&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6015341913539175515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/6015341913539175515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/11/merenung.html' title='Merenung'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-116405675519775071</id><published>2006-11-21T02:57:00.000+07:00</published><updated>2006-11-21T04:07:08.723+07:00</updated><title type='text'>Something to Ponder: Kajian Barat tentang Islam v. Kajian Islam tentang Kristen</title><content type='html'>Menarik sekali tulisan yang barusan gue baca di website Islam Liberal. Tulisan Ulil Abshar-Abdalla tentang concern-nya atas minimnya tulisan Islam yang simpatik terhadap ajaran kristiani. Sebenarnya Ulil menulis untuk mengenang Prof. Watt yang baru meninggal dan menulis sedikit tentang pendekatan kajian Prof. Montgomery Watt, seorang antropolog yang mengkaji Islam secara bersahabat. Ulil menulis dia menggemari karya2 Prof. Watt yang sempat bertutur di dalam bukunya What is Islam : "jika Islam berarti ketundukan kepada suatu kebenaran ultim, kepada Tuhan sebagai sumber kebenaran itu, maka anda boleh menyebut saya sebagai Muslim (tentu dalam esensi)" . Kurang lebih begitu intinya, walaupun Ulil juga nggak inget kalimat persisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam Liberal memang menarik. Gue merasa punya ketertarikan tersendiri dengan isu2 yang dibawa Islam Liberal. I am not saying that I am a true Islam believer, gak sama sekali. Tapi karena tertantang aja dengan kompleksitas agama: antara urusan pribadi dan budaya, terutama kalau sudah terkait dengan interpretasi manusia yang beragam tentang ajaran Islam. Belum lagi kalau itu dikaitkan dengan dialog antaragama, semua jadi tambah kompleks dan sensitif. Tantangan terbesarnya adalah untuk menjadi wise dalam diskursus itu sekaligus juga tetap kritis terhadap agama orang lain maupun agama kita sendiri. Alasan kedua kenapa tertarik dengan Islam liberal adalah karena ada keterikatan emosional, gara-gara kerja di TAF, gue jadi merasa 'sok dekat' dengan Islib, dan dengan isu2 pluralisme agama. Mukanya Mbak Robin, Mas John, Pak Edy dan Mbak Lies terbayang2 di kepala gue waktu gue menulis ini.. Hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kembali ke tulisan Ulil. Di artikel ini Ulil juga mengungkapkan banyaknya kajian Islam yang berkembang di Barat. Walaupun awalnya kajian di sana lebih berbau polemik melawan Islam, tapi kemudian berkembang sampai sekarang menjadi usaha di Barat untuk membangun saling pengertian atas kebudayaan manusia yang beragam. Banyak juga tulisan populer tentang Islam seperti karya Karen Armstrong yang menurut Ulil mengkaji Islam dengan simpatik. Sayangnya, kajian yang simpatik tentang Islam ini tidak dibarengi dengan kajian yang juga simpatik tentang Kristen. Ulil merasa prihatin untuk ini, dan gue sepakat dengan beliau. Sangat sedikit tulisan yang berkembang tentang kristen, dan kalaupun ada, penulis kita jarang ada yang simpatik. Kalau boleh mengutip Ulil (artikel lengkap di: http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1161) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sungguh sedih melihat kontras antara dua hal ini: Sementara Barat maju dengan pesat lewat kajian tentang Islam dengan semangat yang kian simpatik, di dunia Islam sendiri nyaris tak ada perkembangan apapun berkaitan dengan usaha umat Islam untuk secara akademik mengkaji kebudayaan dan agama Kristen dengan semangat serupa.&lt;br /&gt;Pada level yang sedikit populer, kontras ini kian menyedihkan. Sementara di pihak Barat lahir "penulis populer" seperti Karen Armstrong yang menulis beberapa buku yang simpatik tentang Islam dan sejarah Nabi Muhammad, di pihak Islam sendiri kita tak menemuka upaya serupa. Sementara banyak umat Islam yang riang-gembira karena melihat ada seorang mantan biarawati (yakni Armstrong) menulis dengan simpatik tentang Islam, mereka sendiri lupa bahwa dari kalangan Islam tak ada upaya yang setimpal terhadap Kristen. Saya sedih karena karya tentang Kristen dari pihak Islam yang populer di level akar rumput adalah buku-buku "polemik murahan" tulisan Ahmad Deedat dan buku-buku sejenis lainnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue setuju dengan Ulil. Kayaknya jarang ada tulisan populer dari tokoh Islam yang menulis kajian tentang Kristen. Apa kita terlalu sibuk dengan diri sendiri? Sibuk mengklarifikasi bahwa Islam bukanlah agama terorisme? Bisakah Islam mengulurkan tangan dan bersahabat dalam menjelaskan itu? Atau malah terlalu nyaman menjadi agama yang terakhir sampai lupa mengkaji agama sebelum Islam? I do not know. I am not a scholar on Islam at all. Ketertarikan tentang Islib dan interfaith dialogue juga masih di permukaan. Still lots of things to learn.. Belum selesai berkontemplasi dengan tulisan Ulil, beberapa lama kemudian gue menemukan artikel tulisan Pendeta Martin Sinaga tentang Lebaran, masih di halaman portal yang sama, di webpage Islam Liberal. Isinya kurang lebih tentang momen teologis, momen kultural, dan momen dialogis dari Lebaran. Pendeta Martin juga adalah salah satu tokoh dialog antar agama dari kalangan Kristen, dan thanks to Stella, gue jadi tahu nama beliau dan tertarik sama tulisan2nya di majalah. Lagi2 tulisan Pendeta Martin menunjukkan kajian yang simpatik tentang Islam, yang ditulis oleh seorang non Muslim. Berikut sedikit cuplikan tulisannya tentang lebaran, dan juga sedikit papaannya tentang perbedaan antropologi Islam dan Kristen paling tidak dalam hal pengertian masing2 agama tentang Adam. Sangat simpatik dan bijak. ( Untuk artikel lengkap lihat http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1157 ):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jelas bahwa Lebaran adalah suatu momen teologis, artinya Lebaran adalah sebentuk peristiwa iman, peristiwa yang dipercaya dan dinyatakan terkait dengan Sang Ilahi. Dalam pada itu umum kita dengar bahwa saat Lebaran yang dirayakan ialah ketibaan pada fitrah manusia itu sendiri. Sebab sejak Adam telah ditetapkan perjanjian asali, dimana Adam adalah seorang mukmin yang benar di hadapan Tuhan. Ke arah Adam yang asali itulah manusia hendak kembali. Di sini, bisa ditambahkan, “antropologi” Islam beda dengan antropologi Kristen yang memulai dengan Adam yang tercemar (St. Sunardi, 1996).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga menoleh ke yang asali menjadi tema Lebaran; sambil menyadari bahwa ternyata manusia mudah tergoda dan menyimpang. Di sinilah iman diuji, khususnya dalam puasa. Dan kalau taqwa lebih kuat, maka ia akan memenangkan ujian, dan selanjutnya merayakan fitrah dirinya yang sesungguhnya, dalam pesta Kemenangan (Idul Fitri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi memang Islam sulit memahami tema inkarnasi Kristus, sebab sebagaimana disinggung di atas, antropologi dalam Islam tidak bermula dari manusia yang tercemar atau yang jatuh, the Fall. Dalam Kristen: struktur pengalaman antropologisnya ialah kejatuhan, “negatifitas”, yang diberi nama “dosa asal Adam”. Sehingga untuk mengatasi itu semua, perlu Adam yang Baru, yang dipercaya nyata dalam inkarnasi dan diri Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan teologis ini, menurut saya, sebenarnya bertolak dari soal dan pergulatan yang sama: bagaimana di tengah kenyataan hidup yang kompleks yang mendera manusia, masih mungkin diraih keutuhan diri. Yang satu melihatnya dalam ikhtiar kembali ke yang asali (fitrah), yang satunya lagi berharap dengan melangkah sebagai ciptaan yang baru (Kristus selaku Adam yang baru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, momen (teologis) Lebaran adalah momen yang sarat makna eksistensial khususnya bagi kaum Muslim, namun, gemanya ternyata sampai pada pergulatan jiwa kaum Kristen. Lebaran ternyata untuk semua"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-116405675519775071?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/116405675519775071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=116405675519775071&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116405675519775071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116405675519775071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/11/something-to-ponder-kajian-barat.html' title='Something to Ponder: Kajian Barat tentang Islam v. Kajian Islam tentang Kristen'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-116404653962662349</id><published>2006-11-21T01:12:00.000+07:00</published><updated>2006-11-21T01:15:39.636+07:00</updated><title type='text'>Betapa Istimewanya Presiden Amerika</title><content type='html'>Curious dengan kedatangan Bush ke Jakarta, ada satu artikel ringan dan menarik tentang kedatangan Bush ke Jakarta hari ini. Dimuat di kompas.com &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan Wartawan Kompas Wisnu Nugroho A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat bisa berkelit dengan kata-kata, tetapi fakta tetap fakta yang berbicara apa adanya, tanpa perlu diminta. Di dalam Istana Bogor, Jawa Barat, keistimewaan penyambutan kunjungan Presiden Amerika Serikat George W Bush terlihat kasat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan di seputar Istana Bogor yang ditutup untuk umum dijaga ketat aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan senjata dan rompi antipeluru setiap 10 meter. Gerbang Istana Bogor lebih ramai dijaga aparat TNI dengan seragam berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang memiliki kartu identitas harus dicek terlebih dahulu dan harus melewati dua pemindai logam. Pengecekan di dua pemindai logam ini lebih serius dari biasanya saat aparat yang sama bekerja di depan Istana Negara. Senang rasanya melihat aparat kita bekerja sedemikian serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk Istana Bogor, yang langsung terlihat mencolok mata adalah tenda putih seluas sekitar 1.000 meter berpendingin ruangan yang dijadikan media center. Tersedia puluhan komputer dan jalur telepon untuk dipakai bersama wartawan Indonesia dan AS meskipun tempatnya dibedakan dengan sekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istana Bogor yang baru selesai dicat dengan dana ratusan juta juga dipercantik di semua ruangan, terutama ruangan yang akan dipakai untuk beberapa pertemuan. Ruang Garuda tempat jamuan makan malam cantik ditata. Begitu juga Ruang Teratai dan Ruang Keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat jamuan, Bush yang hanya didampingi istrinya Laura dan Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice akan dihibur nyanyi-nyanyian dan tarian tradisional empat daerah yaitu Jawa Barat, Aceh, Padang, dan Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bush tiba di istana Bogor menumpang mobil SUV dengan melompat seperti menunggang kuda, Presiden Yudhoyono yang beberapa menit sebelumnya sudah menunggu menyambut dengan hangat. Karena menunggu cukup lama untuk tamu istimewanya dan tidak tahu harus berbuat apa, Presiden Yudhoyono menyempatkan diri merapikan rangkaian bunga di tangga istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan dana Rp 6 miliar untuk penyambutan sebetulnya sudah terang benderang memaparkan betapa istimewanya tamu negara ini. Tanpa harus membandingkan dengan dana penyambutan tamu negara lain, dana Rp 6 miliar adalah angka yang fantastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, keistimewaan tamu negara ini terlihat juga dari senyum dan bahasa tubuh Bush. Ketika foto sesaat tiba di Istana Bogor, sambil terus tersenyum gembira, tangan kiri Bush merangkul punggung kiri Presiden Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan tamu negara ini juga membuat para menteri yang mendampingi Presiden Yudhoyono dan mereka yang berada di lingkaran dalam harus mengantungkan kartu identitas. Pemandangan seperti ini tidak pernah terlihat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, tak satu pun anggota delegasi AS mengantungkan tanda identitas. Seperti kelakuan anggota delegasinya, wartawan yang dibawa tampil seenaknya dengan kaos, celana jeans, dan sepatu olah raga aneka warna. Mendapati hal ini, aparat kita tidak mampu bicara dan hilang keseriusan kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melanjutkan keistimewaan itu, seperti tidak mau ketinggalan, alam pun seperti turut menyambut Bush lain dari hari-hari biasa. Pukul 15.00 saat Air Force One memasuki wilayah udara Indonesia, hujan turun mengguyur Bogor. Sesaat setelah helikopter yang membawa Bush dari Bandara Halim Perdanakusuma ke GOR Pajajaran, Bogor, petir sambar-menyambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat rangkaian pertemuan dimulai pukul 16.35, hujan deras menguyur Istana Bogor. Sesekali petir sambar menyambar. Bogor ingin juga dikenang dengan keistimewaannya sebagai kota hujan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-116404653962662349?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/116404653962662349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=116404653962662349&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116404653962662349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116404653962662349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/11/betapa-istimewanya-presiden-amerika.html' title='Betapa Istimewanya Presiden Amerika'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-116353552866922160</id><published>2006-11-15T02:03:00.000+07:00</published><updated>2006-11-15T21:45:46.083+07:00</updated><title type='text'>The Hague Trip</title><content type='html'>I lost my bag again. This time in The Hague, just on the second day, when I wanted to start shopping in that cheap place (of course, compare to Sweden). I lost my passport (damned!), camera, and purse (with ID cards and credit cards in there). Luckily I still had my mobile with me so I could quickly block my cards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi and her friend (oops, I forgot her name) took me to the nearest police station to report. I thought the police officer would be excellent, but actually the police woman who received me was sooo slow and had no sense of emergency at all! She did not ask my details, she only asked when, where and what was the color of my bag and purse. She did not ask my nationality, my address and everything till I told her that I needed a report letter from her coz I dont live in The Hague and had to fly to Sweden in few days. She then gave me a piece of paper and asked me to write my details on it. Oh my God. What a 'smart' officer cause it took her for 1 hour to finish the report, asking to her peers about this and that, laughing and going back and forth to check things I dont even know what those were. At the same time I already blocked my cards to different banks in Indonesia. I was so dissapointed with The Netherland's public service. The way they handled cases was not impressive and I did not feel secure ever since. I even did not expect that they will investigate my report at all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actually I was so stupid for not realizing that not all country in Europe are as safe as Nordic countries (as far as I know Sweden and Norway). I think I over-estimated Europe cities too much that I forgot to keep stuffs carefully, cause in Lund, when you lost things, you will have it back in the next day (someone who found it will return it to you right away). I remember this 'lagom' principle that Swedish people have which more or less means: everything is for everyone's good and for the sake of fairness. So it's almost 100% sure that you will not lose your things if you forget things in a store, or even if you leave your purse next to you when you tried on a jacket by a mirror at H&amp;M shop... Well, anyway...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So I could not enjoy my trip in Netherland though I tried.. I could not eat as much Indonesian food as possible (thanks to Herni who brought me to an Indo resto), could not shop bumbu2 masak, and could not go anywhere... But still, as wisemen say, every cloud has a silver lining. My friends borrowed me money and they paid for my meals (hehehe..). My relatives gave me (again) cash, so I could still meet up Ono and went to Egmond aan Zee with him. I still could make the most of my trip. Yeah, it was the most I could do. Really.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now I know what "make the most of 'something' " is. I did treat all I had more wisely in the Netherland. I treated all cash I had pretty wisely, I guess -- did not spend them for unnecessary stuffs. I also treated time and friendship better since I had more time at home to chat. I did enjoy the company with my old friends and family, just to sit, walk and talk together. I missed that since I got to Lund and there I gained the warmth from familiar faces again. I really miss you guys... I also now appreciate life in Sweden better -- before I got so lonely and homesick. After that stupid loss in Netherland, I can feel Sweden as a place to go home to, as it is safer and the people are much nicer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, though disappointed and tired, I had a nice time with familiar faces in The Hague. Overall it gave a sweet meaning to an unnecessary loss. Da!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-116353552866922160?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/116353552866922160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=116353552866922160&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116353552866922160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116353552866922160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/11/hague-trip.html' title='The Hague Trip'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-116206662650889904</id><published>2006-10-29T03:15:00.000+07:00</published><updated>2006-10-29T03:17:06.516+07:00</updated><title type='text'>Sometimes (Gabrielle)</title><content type='html'>We’ve come too far we can’t turn back &lt;br /&gt;Have our good days, have our bad &lt;br /&gt;When I’m feeling blue &lt;br /&gt;You say that I’m hurting you &lt;br /&gt;We try so hard not to fight &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But sometimes we cross the line &lt;br /&gt;And I wanna leave &lt;br /&gt;But you &lt;br /&gt;Won’t let me &lt;br /&gt;We have our highs and lows &lt;br /&gt;Just like everybody else &lt;br /&gt;Doesn’t mean that we walk away &lt;br /&gt;We work through our mistakes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus: &lt;br /&gt;Sometimes I love you &lt;br /&gt;Sometimes I don’t &lt;br /&gt;But I never ever &lt;br /&gt;Never want to let you go &lt;br /&gt;The road’s not easy &lt;br /&gt;But the feeling’s strong &lt;br /&gt;It’s the little things that keep me holding on &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We’re both guilty of mistakes &lt;br /&gt;Though you rarely take the blame &lt;br /&gt;Are you coming through &lt;br /&gt;Sometimes &lt;br /&gt;I hate you &lt;br /&gt;But it’s not mistakes in life you make &lt;br /&gt;It’s the good you do along the way &lt;br /&gt;The dues you pay &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We have our highs and lows &lt;br /&gt;Something everybody knows &lt;br /&gt;Doesn’t mean that we run away &lt;br /&gt;We work through our mistakes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohhh &lt;br /&gt;Of all the crazy things in life there’s pain &lt;br /&gt;It’s you and me &lt;br /&gt;We’ve come so far sometimes I can’t believe &lt;br /&gt;That I wouldn’t change a thing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus x 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;(Oh, I love Gabrielle!!)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-116206662650889904?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/116206662650889904/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=116206662650889904&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116206662650889904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116206662650889904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/10/sometimes-gabrielle.html' title='Sometimes (Gabrielle)'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-116078200963193203</id><published>2006-10-14T05:46:00.000+07:00</published><updated>2006-10-14T06:51:49.300+07:00</updated><title type='text'>Cross the Sea, Fly over the Sky</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/Dean%27s%20Office.1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/320/Dean%27s%20Office.1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cross the sea, fly over the sky&lt;br /&gt;See the world where we live in&lt;br /&gt;Constant change but still behold the truth&lt;br /&gt;To create new fantasies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep the strength, we've got to move on&lt;br /&gt;We'll never be left behind&lt;br /&gt;Put our arms around the land and sea&lt;br /&gt;Bring lights to the world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're together making forward steps&lt;br /&gt;International relations&lt;br /&gt;Holding hands touching their hearts&lt;br /&gt;Showing them our pride&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reach for the world for the better future&lt;br /&gt;Make our dreams come true&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hymne HI Unpad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto di atas adalah foto gedung rektorat Lund Uni, biasa kita sebut Main University Building. Tapi pas gue liat foto ini, gue justru malah inget hymne HI Unpad. Kayaknya kalimat pertama hymne itu yang bikin gue terhenyak: "Cross the sea fly over the sky"...  Well, here I am, I've crossed the sea and flown over the sky. So what's next?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merinding rasanya begitu terngiang lagu ini dan inget jauhnya 'perjalanan' untuk bisa ke sini. Merinding dan nelangsa juga rasanya ketika inget diskusi di kelas dan bacaan tentang rural development yang ternyata susah dan bingung untuk diimplementasikan (gue bisa lihat betapa frustasinya dosen gue ketika ngomongin rural development di Afrika yang gak bisa sesukses di Asia). Jadi inget pas diskusi di kelas anak2 ngomong dengan lancarnya ttg kondisi sekolah di Guatemala yang jelek dan gak ada infrastruktur sama sekali. Dan gue ngeri banget ketika dalam diskusi di kelompok itu mereka dengan gampangnya menyuguhkan solusi untuk sekolah di Guatemala (dengan uang US 50 juta): "build school, build roads, train teachers!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inget muka dosen gue yang keliatan frustasi, gue bisa ngerti apa yang ada di pikiran dia. Gue inget tsunami di Aceh, dan terbaru di Pangandaran. Inget anak2 sekolah alam Butet Manurung (eh, bener sekolah alam ya namanya?), dan gue inget fotonya Luke ttg anak2 yang mengekspresikan perasaannya ttg tsunami lewat gambar. Gue masih kebayang kondisi sekolah di tempat gue KKN dulu di mana anak2 harus bawa batubata dari rumah ke sekolah satu biji sehari.. Gak lupa juga usaha kita untuk melalui masa2 sulit, kebayang temen2 yang ada di Aceh, temen kantor yang pergi ke Bali setelah bom bali ke-2, yang pergi ke Pangandaran, dll.. Terbayang juga diskusi di kantor tentang susahnya disburse uang untuk satu program pendidikan ke institusi terkait, panjangnya negosiasi donor-recipient countries, njelimetnya making that "build school" panacea for education into reality.. Oh my God, they just dont know how difficult it is...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Goosebumps.... even if you have money to donate, it's still difficult to make it real. Hymne ini bikin gue bertanya2 dalam hati: I've crossed the sea and flown over the sky, will we be able to reach a better world and make our dreams come true?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-116078200963193203?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/116078200963193203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=116078200963193203&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116078200963193203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116078200963193203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/10/cross-sea-fly-over-sky.html' title='Cross the Sea, Fly over the Sky'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-116035276897902271</id><published>2006-10-09T06:54:00.000+07:00</published><updated>2006-10-09T07:49:12.983+07:00</updated><title type='text'>For Sasha</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/DSCN1458.1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/200/DSCN1458.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/DSCN1454.1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/200/DSCN1454.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Look at the three balloons&lt;br /&gt;Hope you can see them, Sasha&lt;br /&gt;It was in Lund, at one late afternoon &lt;br /&gt;I took the picture for you&lt;br /&gt;Against the cold wind in autumn&lt;br /&gt;And hope that&lt;br /&gt;I can still hear you say "wow.. balloons!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And look at the other picture&lt;br /&gt;It's a moon&lt;br /&gt;I can also remember how you pronounce "moown" for moon&lt;br /&gt;It was a midnight moon in Malmo&lt;br /&gt;I took it for you and for our beloved ones&lt;br /&gt;Thought that the same moon has been to Jakarta &lt;br /&gt;and then to Singapore &lt;br /&gt;and then to Sweden&lt;br /&gt;We saw the same moon, Sasha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let's look at the moon if we miss each other&lt;br /&gt;So at least we know we share the same moon, the same sky&lt;br /&gt;We are still under the same universe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I miss you, BIG girl!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS. Alim, thanks for the inspiration&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-116035276897902271?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/116035276897902271/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=116035276897902271&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116035276897902271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/116035276897902271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/10/for-sasha.html' title='For Sasha'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-115756565532304696</id><published>2006-09-06T23:58:00.000+07:00</published><updated>2006-09-07T01:05:34.570+07:00</updated><title type='text'>Sepeda</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/29986171125332l.0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/200/29986171125332l.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I do envy Sasha. She can ride a bike very well now (bisa lepas tangan gitu??)&lt;br /&gt;Oh gosh, I really have to learn how to ride a bike here! Bukannya gue gak bisa sih, tapi gak lancar aja.. Dulu waktu jaman SD gue pernah trauma pas belajar sepeda - nyemplung di got :( - walhasil, setelah itu gue agak2 takut naik sepeda. Emang sih lama2 bisa naik sepeda, tapi tetep aja rada2 nervous, apalagi kalo ada kendaraan lain dari arah seberang. Deg-degan banget.. Sempet juga sih waktu SMA gue punya sepeda, tapi gue gak terlalu sering pake kendaraan itu, soalnya ya itu tadi, agak nervous. Waktu di Bandung, sepeda yang sama gue boyong juga dengan alasan mau dipake sama sepupu gue. Tapi ternyata nggak juga tuh, karena rumah kita di Bandung deket jalan besar dan agak susah buat berkendara sepeda. Banyak banget mobil, angkot, dan bis yang lewat dengan kecepatan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trauma masa kecil waktu belajar naik sepeda bikin gue mengkerut untuk belajar naik motor. Apalagi kayaknya bobot motor lebih besar dari sepeda, so it is more difficult to manage (bener gak sih?). Walhasil gue gak pernah tertarik belajar naik motor, cukup jadi pelanggan setia ojek aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kayaknya di Lund (dan mungkin di Sweden atau di Eropa?) sepeda adalah kendaraan vital (kalau di Jakarta belakangan ini mungkin motor kali ya?). Selain murah, sepeda juga bikin hidup lebih mudah, begitu kata Manny, temen gue di koridor. Banyak sekali penduduk di sini yang berkendara sepeda dengan alasan lebih irit dibanding naik bis. Memang iya sih, kalau kita beli sepeda bekas, lewat lelang atau lewat tangan ke dua (well, bisa jadi tangan ke 3, 4, 5, atau malah 100?), harga sepeda berkisar SEK 650 sampai SEK 1000, atau sekitar Rp. 780,000 sampai Rp. 1,200,000 (SEK 1 = Rp. 1,200). Kalau sepeda baru ya lebih dari itu harganya. Sementara kalau naik bis, satu kali naik itu SEK 12. Tiket yang sama bisa kita keep sampe satu jam ke depan, jadi kalau mau ganti bis dalam waktu satu jam, kita bisa gratis. Ada juga kartu langganan bulanan bis dalam kota Lund seharga SEK 340 yang bisa kita pake sepuas kita selama menumpang bis di dalam kota. Atau pilihan lain adalah kartu isi ulang untuk naik bis atau kartu diskon (Rabattkort) seharga SEK 200 yang valid seumur hidup. Dengan kartu ini kita bisa dapet diskon tiap naik bis, dari SEK 12 jadi SEK 9.6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah alternatif transportasi di Lund sebenarnya banyak, tapi yang paling murah tetep sepeda. Memang awalnya gue belum tertarik beli sepeda. Selain gak lancar mengendarai sepeda, jalanan juga licin karena hujan, dan akan lebih bahaya lagi kalau udah winter, karena jalanan tertutup salju. Apalagi sampai sekarang gue belum tau jalan2 di Lund, selain dari rumah (Vildanden) - kampus (Solvegatan) - central - rumah Dwi (Kamnarsvagen). Tapi pagi ini gue mulai tergoda untuk beli sepeda juga. Selain sepeda nge-tren banget di kota ini (baru satu biji motor yang gue liat selama di sini, itu juga baru sore ini!), dia juga emang bikin hidup lebih mudah dan murah. Punya sepeda pribadi sama aja kayak punya mobil pribadi - bedanya adalah kalau sepeda parkirnya gratis, hehehe. Kita bisa lebih mobile juga. Selain itu memang sepeda bikin kita bisa saving banyak untuk transportasi. Memang pengeluaran untuk beli sepeda lumayan gede, tapi itu cukup sekali aja, selanjutnya kita bisa keliling kota gratis sepuasnya. Coba bandingin dengan harga tiket diskon bis, sepuluh hari di sini aja gue udah spend SEK 400 untuk bis, mengingat gue emang mobile terus dan juga males jalan kaki. Mungkin dalam waktu sebulan gue bisa ngabisin SEK 600 kalo gak terus2an naik bis, dan dengan jumlah yang sama gue udah bisa beli sepeda :(&lt;br /&gt;Dari sisi investasi, sepeda juga jadi investasi yang bagus buat mahasiswa, karena kita bisa jual lagi kalau pas mau pulang nanti. Malahan bisa jadi kita untung waktu menjualnya, atau paling nggak balik modal lah mengingat demand sepeda di Lund ini tinggi banget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Now seriously, I am thinking of getting a bike for the sake of efficiency. Gue harus segera melupakan sepeda-phobia gue, dan belajar menghemat. Bukan karena pelit atau tergantung sama jatah beasiswa sih. Tapi karena gue pengen jalan2 ke Paris.. Hehehehe..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-115756565532304696?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/115756565532304696/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=115756565532304696&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115756565532304696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115756565532304696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/09/sepeda.html' title='Sepeda'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-115741023604551301</id><published>2006-09-05T05:45:00.000+07:00</published><updated>2006-09-05T06:00:50.553+07:00</updated><title type='text'>Dance with My Father (Luther Vandross)</title><content type='html'>Back when I was a child, &lt;br /&gt;before life removed all the innocence&lt;br /&gt;My father would lift me high &lt;br /&gt;and dance with my mother and me and then&lt;br /&gt;Spin me around 'til I fell asleep&lt;br /&gt;Then up the stairs he would carry me&lt;br /&gt;And I knew for sure I was loved&lt;br /&gt;If I could get another chance, another walk, &lt;br /&gt;another dance with him&lt;br /&gt;I'd play a song that would never, ever end&lt;br /&gt;How I'd love, love, love&lt;br /&gt;To dance with my father again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I and my mother would disagree&lt;br /&gt;To get my way, I would run from her to him&lt;br /&gt;He'd make me laugh just to comfort me&lt;br /&gt;Then finally make me do just what my mama said&lt;br /&gt;Later that night when I was asleep&lt;br /&gt;He left a dollar under my sheet&lt;br /&gt;Never dreamed that he would be gone from me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I could steal one final glance,&lt;br /&gt;one final step, &lt;br /&gt;one final dance with him&lt;br /&gt;I'd play a song that would never, ever end&lt;br /&gt;'Cause I'd love, love, love&lt;br /&gt;To dance with my father again&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sometimes I'd listen outside her door&lt;br /&gt;And I'd hear how my mother cried for him&lt;br /&gt;I pray for her even more than me&lt;br /&gt;I pray for her even more than me&lt;br /&gt;I know I'm praying for much too much&lt;br /&gt;But could you send back the only man she loved&lt;br /&gt;I know you don't do it usually&lt;br /&gt;But dear Lord she's dying&lt;br /&gt;To dance with my father again&lt;br /&gt;Every night I fall asleep and this is all I ever dream&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allingavagen 5D, 516&lt;br /&gt;20060905, 00:40 AM&lt;br /&gt;With Sen's, Desai's and Cypher's books on the floor;&lt;br /&gt;far away from home, I miss you even more, Dad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-115741023604551301?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/115741023604551301/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=115741023604551301&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115741023604551301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115741023604551301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/09/dance-with-my-father-luther-vandross.html' title='Dance with My Father (Luther Vandross)'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-115740800375781196</id><published>2006-09-05T03:38:00.000+07:00</published><updated>2006-09-05T05:33:47.500+07:00</updated><title type='text'>From Center to Periphery</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/Back%20side%20of%20the%20Dormykan%20%28Cathedral%29.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/200/Back%20side%20of%20the%20Dormykan%20%28Cathedral%29.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/Taman%20deket%20Kampus.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/200/Taman%20deket%20Kampus.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From Center to Periphery. Hahaha, gue suka istilah ini  [gambar di atas cukup mewakili perubahan dari center ke periphery gak sih? ;)] Pertama kali gue denger istilah ini dari Chia Ling, mahasiswa PhD Sosiologi di Lund University, yang sempet diundang untuk bicara ttg intercultural experience waktu masa orientasi kemarin. Chia Ling, lupa umurnya berapa, asalnya dari Taiwan, dan ambil PhD di Swedia karena tertarik dengan gerakan feminisme Swedia. Yeah, feminisme di Swedia benchmark nya mungkin bisa dilihat dari eksistensi Partai Feminis Swedia (kemarin baru dapet brosur mereka, sayang pake bahasa ayam (baca: bahasa Swedia). Chia Ling yang lagi pregnant, share ke kita ttg pengalamannya tinggal di Swedia, ttg bagaimana dia survive di sini, dan bagaimana orang memperlakukan dia di sini. Menurut Chia Ling, kehamilannya sempet dianggap oleh orang setempat sebagai imigran yang memanfaatkan social security Swedia, a.k.a. wasting Swedish money. Waduh. Katanya orang nordic pada baik2 dan sopan, tapi tetep aja ya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai pengalamannya, Chia Ling cerita ttg masa2 awal kepindahannya di Swedia di mana dia merasa seperti orang yang pindah dari pusat ke pinggiran (center to periphery). Sebelum pindah ke Swedia, Chia Ling sempet ambil Master di UK, tapi originally dia tinggal di Taiwan. Di negaranya Chia Ling pastilah bicara dalam bahasanya sendiri, tinggal dengan keluarga dan lingkungannya sendiri, makan traditional food, sangat familiar dengan pemerintahan sekaligus juga budaya dan kebiasaan orang Taiwan. Chia Ling was the center as she lived in her own society.  Tapi begitu dia pindah ke Sweden, Chia Ling berubah berada di periphery karena dia gak bisa bahasa Swedia while semua orang bicara dalam bahasa Swedia, petunjuk di dalam bis, kereta, restauran, bahkan instruksi dalam kemasan makanan instan juga pake bahasa ayam ini. Dia juga gak familiar dengan kebiasaan dan budaya setempat. Apalagi dengan makanannya :( Chia Ling is put at the corner. Periphery. Marginalized. Aha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sebenarnya gue udah aware dengan sort of cultural shift atau cultural gap atau apalah namanya. Yaya, Doni, Stella, Tim CC dan Robin Taylor sempet ngasih tau bahwa tinggal di luar negeri gak gampang. Yaya, Doni n Robin malah sempet ngasih tau gue ttg fase yang akan dihadapi sama orang yg pindah domisili (excitement atau honeymoon phase - sadness - down - adaptive n happy). Jadi dijalanin aja, gitu kata si Yaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to this Center to Periphery thing. Pengalaman Chia Ling itu ya pengalaman gue banget! Dan juga pengalaman banyak temen2 gue yang bukan berasal dari Swedia. Yang paling menonjol ya masalah bahasa. Untungnya orang sini pada bisa berbahasa Inggris, jadi gue gak perlu pake bahasa ayam (baca: bahasa Swedia). Tapi sialnya, di banyak occassion gue jadi salah terus. Misalnya waktu shopping (sumpah, shopping was no fun at all!) gue sering salah beli bahan deterjen, bumbu2, atau daging. Emang sih ada tulisannya, tapi tulisannya dalam bahasa ayam. Yang bisa gue tau cuma harganya aja. Yang menyiksa juga adalah waktu nyuci baju di Laundry Room. Mesinnya sih canggih karena udah ada sabun dan softenernya (yippy.. gue bisa ngirit karena gak perlu beli deterjen, dan gak perlu salah shopping lagi!..), tapi petunjuknya lagi2 dalam bahasa ayam. Huh... sebel.. Oh iya, sebelum nyuci kita harus booking waktu dulu, dan lagi2 bookingnya lewat mesin otomatis yang perintahnya dalam bahasa ayam. Oh....:(  Belum selesai di situ, setelah nyuci kita bisa ngeringin cucian pake 2 jenis mesin: mesin yang muter2 biasa, atau mesin pengering yang kayak lemari, jadi baju kita digantung di dalamnya. Canggih sih, tapi apa bedanya?, dan gimana gue bisa tau cara makenya? Untung aja waktu awal nge laundry ada cowok Swedia yang baik mau ngajarin gue make mesin itu (sialnya gue selalu lupa bawa kamus kalo nge laundry!), kalo nggak mungkin gue bakalan ngejemur cucian di kamar. Hahaha.. Oh iya, satu lagi, ada juga mesin press yang bisa bikin baju kita lurus kayak abis disetrika.. Aduh... canggih banget sih, tapi forget it lah, gue udah pegel sama bahasa dan dunia ayam ini....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To make things even worse, pengalaman gue berada di periphery ternyata bukan hanya waktu dealing dengan orang atau alat yang berbahasa Swedia. Tapi juga dengan hal lain. Misalnya, dengan bahasa Inggris. Kirain, dengan pengalaman bertahun2 kerja sama organisasi internasional, gue gak akan punya masalah dengan bahasa Inggris di kelas. Kenyataannya tidak sama sekali! Komunikasi verbal mungkin gak ada masalah, tapi giliran denger dosen ngomong, baca paper, atau baca buku, gue merasa berada jauh... di pinggir. Susah banget memahami text book, apalagi gue udah 6 tahun absen dari dunia akademis, jadilah gue harus usaha keras mengingat kembali trik2 untuk membaca textbook (abis di kantor khan gak pernah baca tulisan lebih dari 20 lembar). Nulis juga jadi masalah, karena di kantor bahasanya selalu straight forward (background-problems-recommendation) dan dalam bentuk dot points. Sekarang gue harus nulis selayaknya reseacher dan sifatnya akademis. Susah banget... Waktu pre-course assignment gue dibahas di dalam diskusi kecil, dosen gue dengan nicenya bilang "Your paper is very interesting, it is also well written in English, but it is not an academic writing. It is a report..." Hiks... malunya... Again, gue merasa berada di periphery lagi karena udah lama gak sekolah dan gak familiar lagi dengan dunia kampus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Gue jadi nggak enak hati sama orang yang berpikir kalo gue udah melakukan hal2 hebat (?), seperti (katanya) dapet scholarship. Gue juga jadi malu sendiri kalo inget gue pernah bilang sama seorang teman kalo sekarang ini gue merasa udah waktunya untuk pause sebentar dari kerja setelah enam tahun, dan memang waktunya lah buat gue sekolah lagi. Duh, pede banget ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pindah dari dunia kerja ke dunia kampus itu gak gampang. Apalagi saat2 kayak sekarang ini dimana masa honeymoon udah lewat (people congratulated me for the scholarship, farewells, sending emails saying I'm fine - the city is great, etc), dan sekarang masuklah masa2 sulit, the real school day. It is exactly like moving from the center to periphery, atau kalau istilah pop nya: leaving the comfort zone.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;The term moving from Center to Periphery also literally means moving from the heart of the earth to the end of it. Sweden is almost at the toppest of part of the globe.. This summer of 13.9 degree terrifies me from facing winter of minus 15. Tolong...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-115740800375781196?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/115740800375781196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=115740800375781196&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115740800375781196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115740800375781196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/09/from-center-to-periphery.html' title='From Center to Periphery'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-115645332553809499</id><published>2006-08-25T03:30:00.000+07:00</published><updated>2006-08-25T04:14:37.743+07:00</updated><title type='text'>A Bit of Lund</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/Centralen.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/320/Centralen.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/MyPicture.1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/320/MyPicture.1.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here I am in Lund.. udah berapa hari yah nyampe disini? Tiga hari. Wah, lumayan lama juga, tapi gue belom kenal sama tetangga2 corridor. Masih males basa-basi, males kenalan, n males ngobrol ttg basic things. Hahaha, aneh ya, gak tau deh, kayaknya masih sibuk explore semua hal sendiri or at least sama si Dwi, yang juga berangkat bareng ke Lund.&lt;br /&gt;Walhasil gue juga males ke dapur, males masak, males bikin minum. Hahaha, yang ada gue selalu beli makanan jadi kayak roti, corn flakes. Lunch atau dinner selalu sama si Dwi. Tapi tadi gue udah beli alat pemanas air, jadi at least gue bisa bikin air panas di kamar dan minum kopi atau bikin indomie malem2, kalo pas males ke sahred kitchen itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi for sure, mulai besok kayaknya gue harus keluar dari shell ini, kalo nggak gue bakal kebiasaan sendirian terus di kamar. Mana enak? Apalagi gue tipe social person begini, haahhaha. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lund kotanya kecil, tapi nyaman. Mungkin kayak Depok minus mall. Kata sopir taksi yang anter gue ke rumah waktu hari petama, penduduk di sini cuma 100,000 orang, dan setengahnya adalah pelajar. Kebayang khan satu kota ini isinya anak muda semua? Slurppp.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua bangunan yang gue lewatin sejauh ini adalah kompleks apartemen atau kalo di Singapore mungkin dibilang HDB. Rata-rata apartemen ini isinya mahasiswa. Masing2 kompleks terdiri dari beberapa blok, tiap blok ada yang lebih dari dua lantai, ada juga yang lebih dari itu. Yang dua lantai enak dan lebih private, dan yang lebih dari dua lantai bentuknya jadi kayak hotel atau HDB. Untuk yang bentuknya kayak hotel di sini disebut corridor.  Corridor gue namanya Vildanden. Kamar gue di lantai 5, lantai paling atas. Agak repot juga sih waktu hari pertama harus bawa naik koper gue yang segede kulkas itu ke atas. Mana gak ada lift lagi, dan sialnya tangganya itu tangga melinger, jadi kopernya gak bisa gue gelundungin ke atas... Thanks to Mr Postman yang dengan sialnya ada di deket gue waktu itu, jadi mau nggak mau dia menawarkan diri ngangkatin kulkas gue itu.. Hahaha, thanks so much Pak. I did owe  you!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung belum ada temen, jadi snap shot pertama gue adalah kamar gue sendiri. Tapi tadi siang gue berhasil motret pusat kota Lund, di mana gue sama Dwi tadi cekakan kayak orang gila di tengah taman (btw koq di sini gue belom ketemu orang ketawa cekakan atau berisik yah?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuaca sekarang2 ini lagi enak, gak terlalu dingin. Mungkin sekitar 18 derajat, kayak di Puncak gitu lah. Mumpung masih bisa jalan dan belum mulai sekolah juga, sekarang ini gue banyak jalan kaki, shopping, dan menikmati sinar matahari lah.&lt;br /&gt;Pohon2 juga masih cantik, masih pada berbunga, daun2nya belum berubah warna. Hm, seneng juga sempet ngerasain summer di Sweden. Walaupun late late late summer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, here I am. Nothing much to tell yet.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-115645332553809499?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/115645332553809499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=115645332553809499&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115645332553809499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115645332553809499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/08/bit-of-lund.html' title='A Bit of Lund'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-115371762316021693</id><published>2006-07-24T11:38:00.000+07:00</published><updated>2006-07-24T12:12:50.333+07:00</updated><title type='text'>Decent Proposal</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/proposed.1.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/320/proposed.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Foto ini diambil sama Mbak Rani di depan Darling Harbour, Sydney, sekitar akhir April 2006. Anak2 ngasih judul foto ini: "Gita is being proposed". Ada2 aja. Kata Mbak Rani, Mbak Pat dan Cecil yang sama2 jalan di Sydney waktu itu, foto ini kelihatan 'happening' banget dan gue kelihatan happy. P&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;adahal sebenarnya gue takut banget waktu si makhluk perak itu bergerak, abis dikirain patung sih....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Mungkin begitu juga rasanya di-propose sama orang ya. Ada rasa senang karena ada yang merhatiin (psst.. more importantly ada yang mau sama kita!), dan sekaligus ada rasa takut juga. Gak tau kenapa takut, mungkin karena hal itu adalah sesuatu yang baru dan konsekuensinya akan besar untuk hidup kita, hidup si dia, dan hidup keluarga kita masing2. Sebenarnya being proposed or to propose juga sama2 mengalami rasa takut. Buat yang melamar, bisa jadi takut ditolak, tapi buat yang dilamar, ketakutannya adalah takut salah bikin keputusan (to accept or to regret). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Tapi selain itu juga ada satu hal yang perlu jadi pertimbangan mendasar buat sepasang manusia yang mau menikah itu: apakah dia orang yang tepat untuk menghabiskan sisa hidup? Apakah dia tempat berlabuh dan menumpahkan semua isi hati dan pikiran kita selama sisa umur ini? Clueless.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Ngeri memang kalo selalu membayangkan kemungkinan2 terburuk. Dan melelahkan. Tapi mau gimana lagi, namanya juga keputusan besar dalam hidup, pasti kemungkinan terburuk jadi pertimbangan penting. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;On the other hand, seperti di foto ini, it feels good to be proposed. Happy for sure. But also knowing that there's someone willing to spend his/her entire life with us could boost your confidence. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;I do appreciate those people who have got the guts to seriously propose their lovers. Keep the faith.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Kemang, 23 July 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-115371762316021693?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/115371762316021693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=115371762316021693&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115371762316021693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115371762316021693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/07/decent-proposal.html' title='Decent Proposal'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-115277871343955617</id><published>2006-07-13T14:56:00.000+07:00</published><updated>2006-07-13T15:26:06.920+07:00</updated><title type='text'>Show people how you feel</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/1600/Picture%20032.0.jpg"&gt;&lt;img style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/5251/501/320/Picture%20032.0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Hari ini gue emosi jiwa berat sama orang Admin. Biasalah tipikal orang admin yang gak mau kerja repot, jadi nyuruh-nyuruh orang program buat bikin detil payment request (termasuk memfoto kopi paper work-nya) dan mereka tinggal ngecek-ngecek aja. Kurang ajar. Langsung aja gue kepret tuh orang Admin, gara-gara nyuruh gue fotokopi file buat dia. Kurang ajar. Kurang ajar. Kerjaannya dia kenapa gue yang disuruh?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Belakangan ini gue emang gampang banget emosi jiwa. Terutama sama orang Admin. Gue selalu complain sama service mereka ke kita2 di program karena sama sekali unhelpful dan lambattttt. Dulu awal2 masuk gue emang sabar2 aja ngadepin tingkah mereka, dan menyindir mereka dengan halus. Tapi belakangan gak lagi, dan terutama pagi ini, dengan spontanitas orang bangun tidur, gue langsung kepret orang yang memperlakukan gue sembarangan. Belum tau aja dia mbangunin macan tidur. I was feeling good though, setelah ngepret dia. Emang ada rasa nggak enak sedikit karena gue gak pernah marah ama orang (yeah, right..), tapi overall I was feeling soooo good!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Akhirnya setelah beberapa hari ini gue marah2 terus, awalnya gue berpikir mungkin penyebab gue marah2 terus adalah gara2 gue agak nervous untuk ninggalin kerjaan sebelum berangkat. Takut ada yang nggak beres dan malah bikin bingung sang penerus gue nantinya. Tapi setelah gue pikir2, apa yang gue komplain itu rata2 make sense sampe akhirnya gue berpikir gak papa lah mengeluarkan perasaan sekali-sekali, biar orang lain tau kalo kita gak suka dengan perlakuan mereka. Dan memang, it feels so good to let people know how we feel. Either letting them know that you're missing them, in love with them, or even mad at them. It's just good to tell them that. See how it goes and (hopefully) they'll get your message. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mau tau gue kalo marah kayak apa? Mungkin kayak si Wombat di atas (marah besar sambil ngegigit batang pohon). Aarrrrrhh...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-115277871343955617?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/115277871343955617/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=115277871343955617&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115277871343955617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115277871343955617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/07/show-people-how-you-feel.html' title='Show people how you feel'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-115158757875724730</id><published>2006-06-29T19:27:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T10:49:57.346+07:00</updated><title type='text'>Farewell</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dua hari yang lalu gue pergi ke satu farewell boss TAF. Walaupun gue udah banyak gak kenal anak2 di sana, tapi gue keukeuh pengen dateng dengan satu alasan: ketemu sama Rod, sang boss yang mau pindah ke Kamboja, dan ketemu temen2 lama yang masih di TAF. Sebenarnya gue juga sekalian ketemu sama orang2 TAF kayak Mbak Suki, Pak Udin, dan bapak2 yang lain, yang gak bakalan gue temuin kalo gue udah di Lund nanti.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pestanya seru dan fun, tipikal anak2 TAF yang selalu heboh dan happy, yang nggak bisa ditemuin di tempat lain. Acara nyanyi2 dan joged2 gak bisa dilewatin, gila banget emang, jadi inget berbagai kegilaan yang pernah gue lakukan waktu di TAF. Hehehe.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Belakangan ini gue emang lagi rada2 suka nostalgia. Semua gara2 pengumuman beasiswa (gue udah ngebayang harus ninggalin Jakarta, kangen makanan dan temen2 pastinya). Gak berapa lama gue baru sadar kalo gue akan jauh dari Sasha (ponakan gue) yang udah mulai funky karena bisa diajak jalan ke mall dan karaoke di Happy Puppy (walaupun masih nyanyi lagi Twinkle2 Little Star) --walaupun dia di Singapore, tapi kadang2 mereka suka dateng ke sini dan masih bisa ngasih big hug.. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Udah gitu minggu lalu Pak Kim dateng ke Jakarta, which led to old stories when he was here. Yang bikin sedih adalah waktu dia bilang kalau next time dia dan keluarga dateng ke Jakarta, gue bakalan udah ada di Sweden (huuuaaaaa...). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;To make things even worse, tiap gue nyetir sendirian sambil ngelewatin Kemang-Blok M gue jadi inget lagu2 80s yang gue suka denger di mobil tiap pulang kantor dulu, selain lagu2nya ADA band dan Peterpan. Hahaha! Rasanya udah sedih duluan deh, dan gak rela musti ninggalin Jakarta. (norak ya?)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalo diinget2 kata2 Stella, Yaya dan Donie yang udah pada sekolah overseas, gue jadi menerawang sendiri.. Sweden ternyata jauh ya... tiketnya mahal dan gak gampang buat dikunjungi. Gak kayak Singapore, gak kayak Bangkok, atau negara2 lain yang deket2.. Apalagi dua tahun rasanya lama banget, gak kayak trip waktu mission sama Asec, atau training 3 minggu di Canberra. Biasanya tiap lagi trip gue selalu kangen tanah air dan ngebayang pas pulang pengen makan indomie plus minum teh botol dingin. Kayaknya kali ini keinginan itu musti dikubur dalam2... :(&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;I obviously will miss my friends, gebetan gue yang culun2 (hehehe..), kangen gosip2 artis, kangen ngopi di Bakoel Koffie sambil ngakak malem2, kangen sama neng Sasha.. huaaaa... i miss everything already! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Makanya belakangan ini gue mau aja tiap diundang ke acara farewell. Biar bisa berbagi perasaan sama mereka! Hehehehe &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-115158757875724730?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/115158757875724730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=115158757875724730&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115158757875724730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/115158757875724730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/06/farewell.html' title='Farewell'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-113896812622823518</id><published>2006-02-03T18:56:00.000+07:00</published><updated>2006-02-03T19:02:06.240+07:00</updated><title type='text'>Today's words</title><content type='html'>&lt;em&gt;"Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA, Kenapakita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? "&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It strucks me to read those words. I had always thought that I know nothing and unable to take challenges in front of me. Always try to keep my expectation low.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But actually, if the opportunity to perform your best is actually there, why keep our expectation low?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-113896812622823518?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/113896812622823518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=113896812622823518&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113896812622823518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113896812622823518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/02/todays-words.html' title='Today&apos;s words'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-113887698955867503</id><published>2006-02-02T17:12:00.000+07:00</published><updated>2006-02-02T17:43:09.600+07:00</updated><title type='text'>Let gone be by gone</title><content type='html'>Hari ini gue telat ngantor gara2 kereta gak jalan dari Depok ke Jakarta. Ada penumpang yang jatuh katanya. Walah... Alhasil gue langsung telepon bos gue dan laporan kalo gue gak bisa meeting ama dia. Tapi ada yang aneh dari suara dia pagi ini. Biasanya dia riang gembira, tapi pagi ini suaranya bernada rendah. Ternyata ada temen kita di AusAID yang meninggal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil dari rumah gue gak ke kantor, tapi langsung ke rumah duka di kawasan Tebet. Belum banyak yang dateng ke sana, cuma beberapa temen dari Embassy yang duah duluan nyampe lagi ngeronce bunga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedih ngelihat temen sendiri meninggal. Mbak Elia Hartati. Dia orang pertama di Ausaid yang gue temuin. Yang bukain pintu di Embassy dan nganterin gue ke ruangan interview (pintu di dalem Embassy emang seberat2 gajah. beneran.). Baru dua hari yang lalu bos gue jenguk dia di RSPI akibat kanker rahim (gosh...). Kemarin kita baru bahas sakitnya Mbak Elia. "She is very sick", katanya. Kemarin Umi, temen di kantor, juga ngingetin gue untuk jenguk temen yang sakit sebelum menyesal nantinya. Huks, begitu denger berita duka ini gue langsung terbayang2 kata2 Umi, soalnya gue gak sempet jenguk dia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini gue sempetin lihat jenazahnya, ikut nyiram jenazahnya, dan lihat dia dipakein kain kafan. Gue emang selalu sedih kalo ada yang meninggal, dan sebisa mungkin pengen ada di sana. Pengen ikut berbagi kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu alasan gue selalu pengen dateng kalo ada yang meninggal sebenarnya lebih ke personal reason sih. Jujur aja, waktu bokap meninggal, gue gak sempet lihat dia dimandiin atau dibungkus kain kafan. Begitu juga waktu ompung dan kakek meninggal. Makanya sekarang tiap ada yang meninggal sebisa mungkin gue hadir dan melihat jenazah untuk terakhir kalinya. Supaya bisa mengenang wajahnya terakhir kali, mengingat interaksi kita sama dia, dan ya itu tadi.. berbagi kesedihan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah sedihnya... jadi inget mati.. Bukankah itu makna dari kematian bagi kita yang masih hidup? Untuk mengingat bahwa kematian ada di depan mata kita, ada di mana2, dan bisa datang kapan aja. It's for us to give meaning to life. To give the best to others without waiting for the right time. Cause now is the right time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innalilahi wa innailaihi raji'un. Let gone be by gone, may we gain strength after all the great loss.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-113887698955867503?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/113887698955867503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=113887698955867503&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113887698955867503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113887698955867503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/02/let-gone-be-by-gone.html' title='Let gone be by gone'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-113622376546934906</id><published>2006-01-03T00:07:00.000+07:00</published><updated>2006-01-03T00:42:45.513+07:00</updated><title type='text'>Kasih itu tidak berkesudahan....</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Huks, abis buka blognya Agus taunya dia posting undangan kawinnya. Ada kata2 yang bikin tertohok juga sih: "Kasih itu tidak berkesudahan".. *huks lagi* &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Selamat ya Gus, elo berhasil.... Sebagai orang yang gagal dan gagal lagi dalam bercinta (hahaha, pengakuan awal tahun gini?) gue seneng banget sama kata2 di undangan itu... Tertohok euy, karena kisah cinta gue masih berkesudahan dan berkesudahan aja. Hehehe.. &lt;em&gt;[Beberapa bulan lalu gue emang sempet berkaca2 di mejanya Agus, curhat ttg kisah cinta gue. Dan Agus dengan wisenya menghibur gue n ngasih opininya yang sangat obyektif sebagai lelaki sekaligus pecinta. Agus emang romantis bener... &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;em&gt;Thanks Gus, so happy for&lt;/em&gt; &lt;em&gt;you!]&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Semoga berbahagia ya Gus, selamat mewarnai hidup bersama pasangan hidup dan mudah2an memang tidak berkesudahan. &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Ternyata ikut bahagia juga ya rasanya, ada seorang teman yang akhirnya tiba di lembar kehidupan berikutnya. Yang berhasil at least at this stage, membuktikan bahwa p&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;asangan hidup adalah dua manusia yang saling sadar bahwa kasih itu tidak berkesudahan.. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Congrats Agus and Klodi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;Trekker Lodge, KL, 3 Jan 06&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/center&gt;&lt;center&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.hilowitz.com/john/test/evil.html" target="_"&gt;&lt;!-- Image here! --&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/center&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;I could go either way. I have sinned quite a bit but I still have a bit of room for error. My life is a tug of war between good and evil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://www.hilowitz.com/john/test/evil.html" target="_"&gt;Are you evil?&lt;/a&gt; find out at &lt;a href="http://www.hilowitz.com" target="_"&gt;Hilowitz.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-113622376546934906?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/113622376546934906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=113622376546934906&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113622376546934906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113622376546934906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2006/01/kasih-itu-tidak-berkesudahan.html' title='Kasih itu tidak berkesudahan....'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-113240324973568349</id><published>2005-11-19T19:21:00.000+07:00</published><updated>2005-11-19T19:27:29.736+07:00</updated><title type='text'>Yang Terbaik Bagimu - ADA Band</title><content type='html'>Teringat masa kecilku&lt;br /&gt;Kau peluk dan kau manja&lt;br /&gt;Indahnya saat itu&lt;br /&gt;Buatku melambung&lt;br /&gt;Disisimu terngiang&lt;br /&gt;Hangat nafas segar harum tubuhmu&lt;br /&gt;Kau tuturkan segala&lt;br /&gt;Mimpi-mimpi serta harapanmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ingin ku menjadi&lt;br /&gt;Yang terbaik bagimu&lt;br /&gt;Patuhi perintahmu&lt;br /&gt;Jauhkan godaan&lt;br /&gt;Yang mungkin kulakukan&lt;br /&gt;Dalam waktuku beranjak dewasa&lt;br /&gt;Jangan sampai membuatku&lt;br /&gt;Terbelenggu jatuh dan terinjak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tolonglah sampaikan&lt;br /&gt;Sejuta sayangku untuknya&lt;br /&gt;Ku terus berjanji&lt;br /&gt;Tak kan khianati pintanya&lt;br /&gt;Ayah dengarlah betapa sesungguhnya&lt;br /&gt;Ku mencintaimu&lt;br /&gt;Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikan detik itu&lt;br /&gt;Kan bergulir kembali&lt;br /&gt;Kurindukan suasana&lt;br /&gt;Basuh jiwaku&lt;br /&gt;Membahagiakan aku&lt;br /&gt;Yang haus akan kasih dan sayangmu&lt;br /&gt;Tuk wujudkan segala&lt;br /&gt;Sesuatu yang pernah terlewati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That one's for my father. &lt;em&gt;Miss u around, Dad.&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-113240324973568349?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/113240324973568349/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=113240324973568349&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113240324973568349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113240324973568349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/11/yang-terbaik-bagimu-ada-band.html' title='Yang Terbaik Bagimu - ADA Band'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-113240267947971909</id><published>2005-11-19T17:47:00.000+07:00</published><updated>2005-11-19T19:18:00.956+07:00</updated><title type='text'>Terate in November</title><content type='html'>Ya ampun... udah lama banget ya gue gak nulis? Emang sejak pindah kantor dan harus &lt;em&gt;share&lt;/em&gt; ruangan sama sang&lt;em&gt; boss&lt;/em&gt;, gue akhirnya jarang buka internet untuk urusan &lt;em&gt;personal&lt;/em&gt;, kecuali jam-jam makan siang atau malah &lt;em&gt;after office&lt;/em&gt;. Walhasil kalo mau nelpon dan cekakan sama temen2 via telpon musti dibatasi, buka2 &lt;em&gt;friendster, blog&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;search engine&lt;/em&gt; jadi jarang.. Sebel juga sih, tapi ya mau gimana lagi? Yang paling mungkin cuma nge cek imel yahoo aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posting kali ini sebenarnya merupakan usaha gue untuk melampiaskan rasa kangen yang gak terkira buat bokap gue dan keluarga Nasution gue di Bandung. Sebenarnya rasa kangen ini muncul karena sekarang, dan tepatnya hari ini, ada acara di rumah Ompung di Bandung, untuk merayakan ultah keponakan gue dan dua orang sepupu, dan gue gak bisa ke sana. Emang ada banyak di keluarga bokap yang lahir di bulan November. Selain bokap, Sasha (ponakan gue), Aldi (ponakan juga), Vicki n Andre (sepupu gue) ultah di Bulan November. Itu baru yang gue tahu karena mereka yang paling deket hubungannya sama gue. Katanya sih ada beberapa saudara lagi yang juga lahir di bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya di Bulan November rumah Ompung di Jl.Terate No. 10 di Bandung suka ada acara makan-makan dan syukuran sambil mendoakan anggota keluarga yang ultah. Lucunya di acara ini semua anggota keluarga yang hadir harus &lt;em&gt;speech&lt;/em&gt; dan mengeluarkan petuahnya buat saudara lain yang ultah. Acara makan-makannya juga dilengkapi sama menu wajib: nasi tumpeng plus ayam utuh dan telur rebus bulet2. Ompung Ana (nenek dari bokap) selalu mendoakan telur itu, dan orang yang ultah disuruh makan telur itu. Berhubung telurnya cuma satu dan yang ultah banyak, jadilah telur itu keliling dari satu mulut orang yang ultah ke mulut yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, sama seperti November-November sebelumnya, juga ada acara di Terate (begitu cara kita nyebut rumah Ompung di Bandung). Karena bokap udah gak ada, hari ini acaranya adalah untuk merayakan ultah Vicki, Andre dan Aldi. Tapi kayaknya perayaan hari ini lebih sendu dari biasanya karena November ini adalah bulan terakhir kita punya rumah Terate. Efektif akhir bulan November kita harus pindah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sejak Ompung Ana meninggal bulan Februari tahun 2005, rumah Terate memang sempat dikabarin mau dijual. Tapi masing-masing dari keluarga gak pernah menyangka kalau rumah itu akan dijual lumayan cepat begini. Memang sejak Ompung gak ada, praktis cuma dua orang yang tinggal di rumah sebesar itu sekarang, cucu-cucu Ompung, generasi ketiga dari keluarga Nasution kami. &lt;em&gt;Maintenance&lt;/em&gt; rumah jadi sesuatu yang gak gampang, apalagi rumah itu sangat besar dan uzur. Dijual memang jalan terbaik, dan itu memang udah ada di wasiat Ompung Nasution (kakek gue), yang bilang bahwa rumah itu boleh dijual hanya jika istri beliau sudah meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampai juga keluarga gue menghitung hari untuk melepaskan rumah Terate. November tahun ini tepat dengan Lebaran. Dan lebaran lalu adalah lebaran terakhir kita bisa kumpul di Terate. Abang gue dari Singapore mengharuskan diri dan keluarganya pulang dan lebaran di Jakarta, untuk terus lanjut ke Bandung. Di Bandung selain silaturahmi dan ziarah, masing-masing dari kita kelihatan berusaha menikmati hari-hari terakhir kami di Terate.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gue, abang, om, tante, dan beberapa sepupu yang juga pernah tinggal di Terate tidur, makan, becanda,  nonton tv, n ngobrol sepuas2nya di kamar-kamar tempat kita dulu tidur.  &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setiap sudut rumah difoto, dan masing-masing dari kami boleh membawa pulang furniture, peralatan rumah tangga, atau benda lain yang ada di rumah itu. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Well, mungkin orang akan bilang &lt;em&gt;"c'mon.. it's just a house!" But wait, Terate is different. It means a lot for my family&lt;/em&gt;.   Rumah itu penuh sejarah, penuh makna, penuh kenangan, kasih sayang dan kebahagiaan. Rumah itu bukan cuma dikunjungi tiap lebaran aja, tapi buat om2 dan tante gue, buat gue dan sepupu2, dan buat saudara-saudara yang lain yang sempet kuliah di Bandung, rumah ini adalah penampungan kita selama kita kuliah. Masa kuliah adalah masa yang paling berkesan untuk belajar menjadi 'lebih dewasa', belajar tentang prinsip hidup, dan untuk memaknai hidup.  Dan Terate adalah infrastuktur untuk menunjang proses belajar itu. &lt;em&gt;It's a learning center.&lt;/em&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anyway, afterall,&lt;/em&gt; munculnya kenangan ttg rumah Terate menambah satu memori tentang kentalnya hubungan keluarga gue dengan bulan November. &lt;em&gt;It is still my favorite month of the year.  It still sounds good in my ears when you say "November", and is still the month I'm looking at for my wedding day. A ha!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-113240267947971909?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/113240267947971909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=113240267947971909&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113240267947971909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/113240267947971909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/11/terate-in-november.html' title='Terate in November'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-112598345259509222</id><published>2005-09-06T11:11:00.000+07:00</published><updated>2005-09-06T14:00:12.016+07:00</updated><title type='text'>Lagi-lagi Kecelakaan</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;"&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Kecelakaan lagi. Kali ini &lt;strong&gt;Mandala Airlines&lt;/strong&gt;. Ada 149 orang yang meninggal. Wow.. &lt;em&gt;such a great number. And a great loss, definitely&lt;/em&gt;. Dari sekian banyak korban itu, paling tragis mendengar korban yang meninggal karena tertimpa pesawat. &lt;em&gt;Oh gosh, they did not even have any thought about flying, but still they have to bear with the risk. Imagine how their family would feel about this tragedy..&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Sepanjang perjalanan ke kantor tadi pagi gak sengaja gue denger &lt;em&gt;in-flight&lt;/em&gt; radio (A Radio?) di 96.7 FM. Biasanya gue gak pernah pindah2 &lt;em&gt;channel&lt;/em&gt;, tapi tadi gak tau kenapa rasanya pengen aja denger radio lain. Setelah nemu &lt;em&gt;in-flight&lt;/em&gt; radio tadi, ternyata penyiarnya bacain berita ttg kecelakaan &lt;strong&gt;Mandala Airlines&lt;/strong&gt; kemarin. Plus background lagu &lt;em&gt;"Leaving on a Jet Plane".&lt;/em&gt; Arg... jadi inget, gimana perasaan keluarga yang ditinggalkan korban kecelakan kemarin. Apalagi keluarga korban yang bukan penumpang pesawat. &lt;em&gt;What a big big big surprise. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kehilangan orang yang kita sayang, apalagi secara tiba-tiba, pasti sulit diterima. &lt;em&gt;Was like my mom, a minute she talked with my dad, another minute she was left for good by dad due to heart attack while driving.&lt;/em&gt; Rasa kaget, kehilangan, gak terima, marah, hopeless, nelangsa, semua campur jadi satu. Perasaan ini juga sangat sulit untuk di-&lt;em&gt;manage, a&lt;/em&gt;nd &lt;em&gt;it endures for long.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Berkaca dari kecelakaan pesawat yang kesekian kalinya, teman gue mengingatkan betapa kecilnya setiap elemen yang ada di dunia ini, termasuk hidup manusia. Dia berkata lewat metafora yang dikirim lewat imel beberapa bulan lalu. Di imel itu isinya ada satu ekor ayam, terus kita gerakin mouse sedikit, tenyata ayam itu cuma bagian kecil yang lagi cari makan di depan satu rumah, digerakin lagi ternyata rumah itu dilihat dari atas pesawat sangat kecil, dan ternyata lagi, pesawat itu cuma mainan yang lagi dimainin sama saorang anak kecil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;That picture in the e-mail does correspond with what Bette Middler says in her song:&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;".......&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;From a distance, we are instrument&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Marching in a commond land&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;......"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*************&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Despite all contemplating thoughts above&lt;/em&gt;, kalau rakyat yang menjadi '&lt;em&gt;boss&lt;/em&gt;' di negara ini bisa menegur '&lt;em&gt;officer&lt;/em&gt;2'nya yang bekerja di bidang transportasi, mungkin akan datang satu &lt;em&gt;note &lt;/em&gt;untuk mereka yang isinya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;"Dear stakeholders in transportation on the other side of this 'common land', &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;I feel sorry about what has been happening in your subject area. I think you all need to see that you need to have a deep think and futher take serious action to reorganize what you're doing.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Tell us what we, people, should do to help you sort things out. Feel free to ask us as you go."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*************&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Any thoughts?&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-112598345259509222?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/112598345259509222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=112598345259509222&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/112598345259509222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/112598345259509222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/09/lagi-lagi-kecelakaan.html' title='Lagi-lagi Kecelakaan'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-112286709343882582</id><published>2005-08-01T10:05:00.000+07:00</published><updated>2005-08-01T10:32:38.210+07:00</updated><title type='text'>Fokus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Wih, baru sekarang lagi bisa nulis di blog.. Selain kemarin2 gak ada ide buat nulis, gue juga gak bisa buka &lt;em&gt;webpage &lt;/em&gt;sering2 soalnya ada bapak ‘bos’ di samping gue.. Yeah, &lt;em&gt;for the sake of efficiency &lt;/em&gt;di kantor, akhirnya gue harus sekamar ama Pak Boss.. Huhuhu…&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, udah satu tahun nih gue ada blog, lumayan banget buat melatih pikiran gue, yang biasanya melayang2 entah kemana, dengan nulis jadi dipaksa untuk terarah. Walaupun sebenarnya sampai sekarang masih kelihatan tulisan gue suka loncat-loncat. Iya, kadang2 gue suka gampang pindah fokus, dari satu hal ke hal lain. Gak Cuma waktu nulis, tapi juga waktu kerja gue sering &lt;em&gt;distracted&lt;/em&gt;, atau waktu lagi nyetir di jalan, maunya pulang eh.. malah belok makan malam dulu. Hm, gimana ya caranya supaya bisa lebih fokus?&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Temen gue pernah bilang, sholat adalah salah satu cara untuk melatih pikiran kita supaya lebih fokus. Sholat yang khusuk pastinya. Nah, lucunya berhubung sang teman ini nggak sholat, jadi dia memilih olahraga buat melatih fokus pikirannya. Dan bener katanya, setelah olahraga rutin pikirannya lebih tenang dan badan lebih enak. &lt;em&gt;Well, it worked for him&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. ngomong2 tentang fokus, &lt;em&gt;despite&lt;/em&gt; sholat yang khusuk mungkin, gue merasa membaca adalah satu cara buat melatih kita untuk bisa fokus. Dulu, waktu jaman2nya patah hati (huahahaha), gue paling merasa ‘terselamatkan’ kalau baca buku. Soalnya waktu lagi baca pikiran kita jadi fokus dan dipaksa untuk menanggalkan pikiran2 ‘traumatis’tentang sang (mantan) pacar. &lt;em&gt;It worked for me, indeed, reading a book to free your mind from a broken heart&lt;/em&gt;. Walaupun banyak cara yang juga gue tempuh, misalnya ngebut di jalan tol, nge gym, nyanyi2 ampe kayak orang gila di karaoke, nonton, curhat, nangis, dll. tapi tetep, kayaknya baca buku yang paling asik. Tapi perlu dicatat yang dibaca bukan buku romantis. Soalnya kalo buku2 roman yang ada malah tambah bete.. Hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Tapi emang bener, mbaca sangat membantu gue meluruskan pikiran. Waktu gue dianggap ingkar janji dan gak konsisten sama temen gue, satu hal yang dia bilang ke gue (selain juga marah dan kecewa.. hiks.. ), “lo baca deh, Git”. Waduh, kalo mau marah sih rasanya tersinggung, kesannya gue kok guoblokk gitu, sampe harus banyak baca lagi. &lt;em&gt;But I took it as fair enough, though. Pretty seriously, as well&lt;/em&gt;. Gue emang perlu lebih fokus dalam melakukan sesuatu dalam hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***** &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Gees&lt;/em&gt;, kayaknya emang kita perlu fokus dalam menjalani setiap fase hidup. Sejumput keberanian dan tanggung jawab juga perlu. &lt;em&gt;Anyway… just set your heart, set your mind, and move on&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Good luck deh ya!&lt;/span&gt; &lt;em&gt;(gak gampang soalnya ;P ..)&lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana,sans-serif;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-112286709343882582?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/112286709343882582/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=112286709343882582&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/112286709343882582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/112286709343882582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/08/fokus.html' title='Fokus'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-112010009634814914</id><published>2005-06-30T09:22:00.000+07:00</published><updated>2005-06-30T09:54:56.370+07:00</updated><title type='text'>One day after your birthday.</title><content type='html'>Kok rasanya sama aja ya? Gak ada yang heboh, seneng banget juga nggak.. Justru kali ini gue banyakan bengongnya. Iya, karena mungkin tahun ini umur gue udah late 20s, dan achievement yang gue buat belom seberapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be honest, sebenarnya ultah tahun 2005 ini lumayan gue tunggu2. Sama kayak gue nunggu masuk ke kantor baru, sama kayak nunggu ketemu temen2 baru di kantor, termasuk ketemu boss baru.  Tapi khusus untuk tanggal 29 Juni ini apa yah yang gue tunggu sebenarnya? Gak jelas, mungkin gue menunggu perubahan aja. Perubahan yang gak pernah dibayangkan sebelumnya. Surprise for life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari udah lewat dari ulang tahun, but I did not feel too excited about my birthday. Yang ada malah panik, ya itu tadi, umur udah banyak tapi achievement kurang banyak :(&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;In fact, the biggest surprise for my birthday was to hear my niece singing 'Happy Birthday Tante Gita' over the phone last night. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Happy birthday to you&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Happy birthday to you&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Happy birthday Dear Tante Gita&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Happy birthday to you&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;How old are you now&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;How old are you now&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Happy birthday Dear Tante Gita&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Happy birthday to you&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Blow the candle!&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Sasha Nasution, Jurong Parc Vista, 29 June 2005)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, I am glad to be where I am now.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;And I am grateful for all birthday wishes (including gifts!) from my dearest friends.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Thanks for being around, people!&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-112010009634814914?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/112010009634814914/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=112010009634814914&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/112010009634814914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/112010009634814914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/06/one-day-after-your-birthday.html' title='One day after your birthday.'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-111681900903769558</id><published>2005-05-23T09:27:00.000+07:00</published><updated>2005-05-23T14:55:19.620+07:00</updated><title type='text'>Hopes and Fears</title><content type='html'>I love pay day. Biasanya kalo abis gajian gue punya kebiasaan beli kaset untuk di mobil. Kali ini gue beli beberapa kaset asik, salah satunya Keane, yang ngetop lewat lagu "Everybody's Changing."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi gue baru ngeh pas ngeliat sampul depan album Keane. Ternyata judul albumnya "Hopes and Fears". Gue langsung senyum sendiri sambil mengamini kata2 itu. Cool. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life is just between those two things, right? Hopes and Fears. Sometimes we got too worried about things that we could not even see any hope. Most of the times we were too afraid to get into new series of life. And we probably hoped for something too much that we could not bear any changes in it.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, everybody's changing. And each change requires two elements: Hopes and Fears. They all come in one package.&lt;br /&gt;                                ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Everybody's Changing&lt;br /&gt;by Keane&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You say you wander your own land&lt;br /&gt;But when I think about it&lt;br /&gt;I don't see how you can&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're aching, you're breaking&lt;br /&gt;And I can see the pain in your eyes&lt;br /&gt;Says everybody's changing&lt;br /&gt;And I don't know why&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So little time&lt;br /&gt;Try to understand that I'm&lt;br /&gt;Trying to make a move just to stay in the game&lt;br /&gt;I try to stay awake and remember my name&lt;br /&gt;But everybody's changing and I don't feel the same&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're gone from here&lt;br /&gt;Soon you will disappear&lt;br /&gt;Fading into beautiful light&lt;br /&gt;'cos everybody's changing&lt;br /&gt;And I don't feel right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So little time&lt;br /&gt;Try to understand that I'm&lt;br /&gt;Trying to make a move just to stay in the game&lt;br /&gt;I try to stay awake and remember my name&lt;br /&gt;But everybody's changing and I don't feel the same&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-111681900903769558?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/111681900903769558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=111681900903769558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111681900903769558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111681900903769558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/05/hopes-and-fears.html' title='Hopes and Fears'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-111649631850744808</id><published>2005-05-19T15:54:00.000+07:00</published><updated>2005-05-19T16:54:30.310+07:00</updated><title type='text'>Wimar's No Regrets</title><content type='html'>Akhirnya... gue bisa menghirup udara luar juga..&lt;br /&gt;Salmonella typhosa dan beberapa saudara2nya sempet mampir di badan gue tiga minggu lalu. Awalnya cuma pusing-pusing, terus demam, terus sakit perut, terus dicurigai darah rendah, ternyata setelah tes darah ketahuan si Salmonella ini yang bikin gue positif Typhus :(&lt;br /&gt;Dua minggu di rumah (cihuy!), cuma makan, tidur, baca, n nonton TV ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makasih juga sama penyakit typhus gue yang ke-3 kali ini (duh kaya' orang Jawa aja ya, udah sakit --yang ketiga kali-- masih ada untungnya juga.. hehe). Gara2 sakit kemarin gue sempet baca buku yang lumayan menarik, judulnya "No Regrets", semacam biografinya Wimar Witoelar waktu dia jadi spoke personnya Gus Dur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wimar nulis banyak ttg gimana dia direkrut, apa yang terjadi selama kerja sama Gus Dur, apa yang jadi pertimbangan Gus Dur ketika harus buat keputusan (yang kata orang kontroversi), apa yang terjadi selama rapat kabinet, beberapa konspirasi yang menurut orang 'legal' untuk menjatuhkan Gus Dur, media preferences waktu itu, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am not a fan of Gus Dur, tapi gak juga against dia. I always like my father's saying about Gus Dur ttg keputusan2 yang dia buat, "Cuma Gus Dur dan Tuhan yang tahu.."  Hehehe... Buat gue, Gus Dur is such an extraordinary person, he really thinks outside the box, even beyond what people could predict nor analyze.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loh kok jadi ngomongin Gus Dur? Sebenarnya gak maksud sih, karena gue cuma tahu segelintir ttg dia. Gue justru terkesan sama tulisan Wimar di buku itu, yang rela meninggalkan kantor dan popularitasnya untuk bantu Gus Dur. Being relatively low-paid, not to forget all risks he would bear after being posted, Wimar eventually took the position. "Kapan lagi bisa kerja bareng Gus Dur?" Mungkin kalo gue jadi Wimar, begitu kali ya komentar gue :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya gak lama Wimar nemenin Gus Dur (sama dengan sebentarnya Gus Dur jadi Presiden). Sebentarnya periode kerja mereka bisa dilihat dari tipisnya buku Wimar dan sedikitnya hal yang bisa diceritain.. Even so, gue bisa ngerasain sedihnya Wimar waktu dia tahu bahwa Gus Dur kena impeachment (waktu itu dia lagi di Sydney untuk seminar kalo gak salah, dan atas ijin Gus Dur juga). Wimar sempet kirim imel ke Gus Dur (mungkin curhat Wimar ke Presiden ttg kondisi saat itu kali yah..), yang isinya antara lain "Gus Dur has open the door to people, but they just don't want to use that door" Hal lain yang gue tangkep dari imelnya Wimar adalah he has no regrets working with Gus Dur, even with the stories they've gone through behind the scene... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kasusnya Gus Dur, adakalanya kita juga pernah bikin keputusan yang 'aneh' menurut orang lain. Dan cuma kita yang tahu bahwa benefit untuk itu baru bisa dirasa sometime in the future. Susah dan sedih memang kalau ternyata orang lain (apalagi orang terdekat) gak bisa paham dengan apa yang kita maksud. Setiap hari rasanya penuh dengan usaha untuk 'menyamakan isi kepala', tapi apa mau dikata kalau ternyata... harus end up dengan keributan atau malah kegagalan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I guess no need to be that gloomy, cause when we are reaching the future we could also quote what Wimar had said: "I have no regrets..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-111649631850744808?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/111649631850744808/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=111649631850744808&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111649631850744808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111649631850744808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/05/wimars-no-regrets.html' title='Wimar&apos;s No Regrets'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-111191915875264455</id><published>2005-03-27T16:15:00.000+07:00</published><updated>2005-03-27T17:25:58.760+07:00</updated><title type='text'>Satu Lagi tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;em&gt;I am thinking of you &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In my sleepless solitude tonight &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If it's wrong to love you &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Then my heart just won't let me right&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;My All, Mariah Carey&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa malam minggu lalu, lagu ini diputer untuk pendinginan waktu aerobik. Instruktur gerak hari Selasa emang jago banget, selain kita keringetan sampe mampus pas olahraga, pas pendinginan dia selalu sukses bikin kita ngantuk saking rileksnya. Lagu &lt;em&gt;My All&lt;/em&gt;-nya &lt;em&gt;Mariah Carey&lt;/em&gt; ini diputer untuk ngiringin kita tarik nafas, kontemplasi, dan menikmati suasana. Lagunya menye2 gitu, lampu-lampu dimatiin, terus kita disuruh tiduran di lantai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena takut ketiduran di lantai gym, gue jadinya menyimak kata2 di lagu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;If it's wrong to love you &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Then my heart just won't let me right&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue jadi teringat satu orang teman yang mengaku jatuh cinta pada orang yang salah. Waduh..., hancur emang rasanya kalo kita punya sejuta perasaan sama seseorang, tapi ternyata itu nggak boleh terjadi. Bisa karena orang yang kita cinta udah punya pasangan lain, atau karena perbedaan2: beda keyakinan, beda ideologi (beneran loh ada temen gue yang kisah cintanya kandas gara2 beda ideologi), atau beda-beda yang lain. Atau ada  juga kisah kegagalan cinta akibat kebanyakan persamaan, sama-sama keras kepala, sama-sama sibuk, sama-sama dominan, pokoknya saking banyak persamaannya, bukannya cocok malah bentrok terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, apapun penyebabnya, rasanya nggak &lt;em&gt;fair&lt;/em&gt; untuk meniadakan perasaan yang sudah susah payah tumbuh. Hati kita sering protes kalau dilarang jatuh cinta sama seseorang. Rasanya segala perjuangan bakal mungkin dilakukan buat membela perasaan kita ke orang yang kita sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;Tapi ada masanya perjuangan cinta tidak berhasil. Ada &lt;em&gt;emotional disconnection&lt;/em&gt;, kata Oprah Winfrey. Sesuatu yang mungkin banget terjadi bisa pada pasangan suami istri, tunangan, hubungan kerja, atau HTS. Pokoknya ketika &lt;em&gt;emotional disconnection&lt;/em&gt; terjadi, hubungan cinta seperti apapun bisa terputus.  Suami meninggalkan istri dan lima anaknya, pacar meninggalkan calon istrinya, seseorang meninggalkan selingkuhannya, atau siapapun. &lt;em&gt;Disconnected&lt;/em&gt;. Selesai. &lt;em&gt;The End&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut gue, khusus untuk kasus &lt;em&gt;emotional disconnected&lt;/em&gt; ini lah, kita bisa menyerah pada keadaan. &lt;em&gt;When you know that he is actually not that into you&lt;/em&gt;, begitu kurang lebih kata buku psikologi populer percintaan ala &lt;span style="color:#cc66cc;"&gt;Bridget Jones Diary&lt;/span&gt; :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wedeh, susah emang kalau mau mencari justifikasi tentang perasaan kita ke orang lain. Gue pun termasuk orang yang paling blo'on untuk urusan ini. Kalau elo n pasangan udah punya perasaan yang sama, kayaknya tinggal denger kata hati aja kali ya. &lt;em&gt;Regardless it's wrong or right, to love and be loved is the greatest thing in life.  Keep it alive while you can&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Dedicated to my dearest friends, with all forms of love they're having. &lt;/em&gt;Maju terus pejuang cinta! )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-111191915875264455?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/111191915875264455/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=111191915875264455&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111191915875264455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111191915875264455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/03/satu-lagi-tentang-cinta.html' title='Satu Lagi tentang Cinta'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-111104529089787152</id><published>2005-03-17T14:41:00.000+07:00</published><updated>2005-03-17T14:41:30.896+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://www.haloscan.com/" title="HaloScan Commenting and Trackback"&gt;Haloscan&lt;/a&gt; commenting and trackback have been added to this blog.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-111104529089787152?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/111104529089787152/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=111104529089787152&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111104529089787152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111104529089787152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/03/haloscan-commenting-and-tr_111104529089787152.html' title=''/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-111097672900666668</id><published>2005-03-16T19:38:00.000+07:00</published><updated>2005-03-16T20:50:10.280+07:00</updated><title type='text'>Dynamic Korea!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Seduced by Reti, my colleague who were together with me going for Korea, I  just realized that my non-malay speaking friends also need to enjoy stories and pictures of all fun in Korea. So, here are some pieces of memories when we were there (thanks for inspiring, Ret! Ide lo gue tiru ya... ;p). It was really a great time, Korea was a very nice place to be, and at the same time a perfect escape from our routine!,. In short, all experiences did prove the saying of "Dynamic Korea".&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;The fun, fresh ideas, hot discussions, the snow, ski, freezing temperatures, not to forget the good looking gals and guys, everything! One of my friend said : &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;"I wanna go back there!!!"&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;*couldn't be more agree than that! *&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; while other shared: &lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;"I miss snow.."&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Well, it was really a great great time outthere. Thank you Korea!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 263px; HEIGHT: 203px" height="1356" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/WhiteKorea.jpg" width="1591" /&gt;          &lt;img style="WIDTH: 290px; HEIGHT: 203px" height="1431" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/GitanSee.jpg" width="1455" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;White Korea                           /                           Gita n See&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 324px; HEIGHT: 211px" height="595" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/PersonalShot.jpg" width="479" /&gt;             &lt;img style="WIDTH: 233px; HEIGHT: 196px" height="704" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/StreetofInsadong.jpg" width="579" /&gt;&lt;br /&gt;My favorite shot at the Palace                          /                    Empty street at Insadong&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 276px; HEIGHT: 201px" height="692" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/JulieRetiSeanWawaatPalace.jpg" width="652" /&gt;                     &lt;img style="WIDTH: 271px; HEIGHT: 231px" height="580" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/HyundaiGroupPhoto.jpg" width="523" /&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;              Julie, Reti, Sean, n Wawa                /             Happy faces at the famous Hyundai factory     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="WIDTH: 283px; HEIGHT: 195px" height="668" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/AllHanbok.jpg" width="872" /&gt;              &lt;img style="WIDTH: 287px; HEIGHT: 201px" height="675" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/GroupDiscussion.jpg" width="747" /&gt;&lt;br /&gt;           Trying hard to be Koreans!                 /            Serious faces at Government Discussion&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 273px; HEIGHT: 196px" height="657" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/SkiGroupPhoto.jpg" width="620" /&gt;                     &lt;img style="WIDTH: 279px; HEIGHT: 196px" height="692" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/MessageBoard.jpg" width="742" /&gt;&lt;br /&gt;Ready to Ski                                          /                                 Cool message &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;                                                 &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;img style="WIDTH: 215px; HEIGHT: 252px" height="940" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/RetiGitaChang.jpg" width="328" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;                                        &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Myself, Chang -my ski instructor (thanks for the patience!), and Reti&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;img style="WIDTH: 312px; HEIGHT: 214px" height="637" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/GitaDownTown.jpg" width="540" /&gt;&lt;img style="WIDTH: 284px; HEIGHT: 215px" height="541" alt="Image hosted by Photobucket.com" src="http://i2.photobucket.com/albums/y49/gitanasution/GitaOlympicMuseum.jpg" width="574" /&gt;&lt;br /&gt;Down town                                            /                           Olympic Museum&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;For these amazing moments, feel free to drop a line at the comment box!&lt;br /&gt;And for more pictures, just visit: &lt;/span&gt;&lt;a href="http://photobucket.com/albums/y49/gitanasution/"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;http://photobucket.com/albums/y49/gitanasution/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Cheers!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-111097672900666668?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/111097672900666668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=111097672900666668&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111097672900666668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111097672900666668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/03/dynamic-korea_16.html' title='Dynamic Korea!'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-111000824075406121</id><published>2005-03-05T13:17:00.000+07:00</published><updated>2005-03-05T15:00:55.820+07:00</updated><title type='text'>Adaptasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Phiew..., exhausted banget rasanya minggu ini. Setelah 10 hari trip kantor, lanjut mampir di Singapore, ternyata gue harus langsung ke Bandung akibat satu sad news: my grandma passed away. Kaget lah, karena di tengah2 euphoria di Korea dan liburan, ternyata harus end up dengan berita duka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ompung, begitu gue manggil nyokapnya mendiang bokap, emang udah uzur, 89 tahun. Meninggal akibat stroke mendadak, cuma 2 hari. Malam sebelumnya beliau masih seperti biasa, nyanyi2, ngobrol2 dengan sepupu2, dan masih ngebahas iklan di Pantene di TV. My grandma was such a humorous person, ada satu cerita kocak beberapa hari sebelum beliau meninggal. Beliau mbahas iklan PANTENE yang lagi tayang di TV katanya, "kok gitu sih nama merk shampoo itu? gak sopan". Huahaha... komentar wajar dari seorang yang hidup dari jaman feodal. Walhasil semua sepupu2 berusaha meluruskan dan bilang, "bukan dibaca &lt;em&gt;Pante-ne&lt;/em&gt;, Pung, tapi: &lt;em&gt;Pentin&lt;/em&gt;". Tapi dengan cerdasnya ompung bilang "ya, tapi khan gak semua orang tau kalau cara bacanya begitu". Akhirnya semua cucu2 diam sambil senyum-senyum sendiri... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keesokan harinya waktu ngobrol bareng keluarga, gue sama satu orang oom gue ngebahas ttg hidup wanita yang bisa dibilang 'godfather' keluarga kita. Kita berdua kagum derngan perjuangan beliau yang gak pernah berhenti sampai titik nafas terakhirnya. Perjuangan yang terberat adalah adaptasi. Gimana nggak, pasti satu struggle yang luar biasa untuk seorang janda yang lahir tahun 1916 untuk terus menjalani hidup sampai tahun 2005. Setelah suaminya meninggal tahun 1997, emang ada masa2 lonely beliau, terutama karena teman2 'seangkatan'nya udah nggak ada. Ompung sudah mulai pikun sejak tahun 2001, praktis ketika cucu2nya sudah meninggalkan rumahnya karena lulus kuliah dan lanjut kerja. Sudah nggak ada teman lagi untuk melatih memorinya lagi mungkin, akibat semua temen ngobrolnya dari generasi ke generasi perlahan meninggalkan dia... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kegiatan Ompung kemarin2 adalah pengajian. Jangan disangka masih ada temen2 beliau di kelompok pengajian itu. Teman2 ompung disitu adalah teman2 anaknya, yang rata2 beumur 60an... &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalo dipikir2 dahsyat juga kemampuan adaptasi seorang nenek2 ya? My grandma is such a good example, masih bisa dia komunikasi sama enam orang cicitnya, berusaha untuk tetap dekat, walaupun kalo disimak isi obrolan mereka sama sekali gak nyambung! &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hah... dari segala kesedihan keluarga akibat ditinggal, yang paling lekat adalah kenangan yang dalammmmm selama panjang umur Ompung. Mengingat Beliau orang yang sangat struggle sepanjang hidup, seorang pendidik yang sangat baik untuk anak2nya, gak pernah marah, tegar dan mampu keep up dengan segala perubahan hidupnya. Hal terakhir ini yang membuat gue terbengong-bengong setengah mati.. Even ketika salah satu putranya mendahuluinya, which was my father, dia tetap dengan pesan keibuannya, "Baik-baik di sana ya, Nak...." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Despite all sorrow, setiap orang di keluarga gue juga merasakan satu kebahagiaan yang terselip untuk sang nenek. Berhasil sudah perjuangannya untuk terus beradaptasi dengan generasi di bawahnya, dengan segala permasalahan di lingkungannya, dan segala perubahan yang mungkin gak masuk akal untuk wanita jaman baheula seperti beliau. And for that, she really deserves a lovely reunion with her husband, friends, and other people from her generation. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berbagai kepergian, berita duka, dan segala kehilangan yang terjadi di dekat kita, menggelitik gue untuk mengutip sedikit lirik lagu dari The Eagles, The Last Resort. &lt;em&gt;Enjoy!.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Who will provide the grand design? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;What is yours and what is mine? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;'Cause there is no more new frontier &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;We have got to make it here&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;... &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-111000824075406121?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/111000824075406121/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=111000824075406121&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111000824075406121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/111000824075406121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/03/adaptasi.html' title='Adaptasi'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-110943782247198207</id><published>2005-02-26T21:59:00.000+07:00</published><updated>2005-02-27T00:14:40.096+07:00</updated><title type='text'>Be Humble to Your Problems</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Oh gosh I miss Jakartaaaaaa!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Sepuluh hari pergi dari Jakarta udah lumayan bikin kangen sama macem2, terutama makanannya. Teh botol, indomie rebus, nasi n lalapan, krupuk, wah....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Kebayang deh gimana rasanya temen2 gue yang lagi pada kuliah di negeri orang, kayak apa kangennya...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Trip kantor kali ini paling relax n fun! Seneng banget rasanya pergi ke tempat baru yang orang2nya bener2 gak mirip sama muka kita, bahasanya jauh beda, n cuacanya juga. What a great experience, karena semuanya jadi baru. Bahasa dan cuaca, itu yang pertama2 berasa menggetok kepala gue waktu nyampe di bandara Incheon, Seoul. Tapi setelah beberapa lama, rasanya semua hal jadi berbeda dan makin terasa kalo semua hal adalah pengalaman baru buat gue.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Salju, satu benda yang pengen banget gue liat sepanjang hidup selama ini (wakakakak, norak banget ya??) akhirnya bisa gue rasain juga.. Dulu rasanya seneng banget lihat gambar pemandangan yang bersalju, walaupun katanya dinginnya bisa bikin mampus, tapi gue pikir gak ada yang lebih asik daripada jalan di atas salju plus menikmati asap yang keluar dari waktu nafas. Wiii, rasanya susah banget supaya bisa begitu di Jakarta! Tapi emang bener kata orang :"no pain, no gain". Gue kudu bersusah payah bela-beli stocking, benda yang mustahil gue banget gue beli, supaya kaki gue tetep hangat n jari2nya gak kaku2 waktu jalan2..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Hal baru yang kedua buat gue: Subway. Jujur aja, itu baru perama kali gue rasain, hehe.. Awalnya gue pikir subway gak jauh beda sama busway, tapi ternyata I was a completely fool!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Banyak lagi yang bikin gue "belajar" lagi di sana. Disiplin udah pasti, semangat kerja, komitmen untuk lebih baik, itu sih selalu kalo kita jalan2 ke daerah yang lebih maju dari tempat tinggal kita. Kali ini despite pelajaran ski, belajar makan a la monk di temple, belajar nulis huruf korea, dan culture lainnya, ada hal yang paling menarik buat gue. Belajar untuk jadi &lt;em&gt;humble&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Gak tau kenapa itu yang ada di kepala gue waktu perjalanan pulang di pesawat. Gue belajar (lagi) untuk jadi original, menikmati detik2 hidup dengan apa adanya dari anak2 yang jadi delegasi untuk program ASEAN-Korea exchange kemarin. They did laugh, worry, fear, all blended together. But they had the courage to stick with present situation, with their original thoughts, and did not rush for escape or quick solution. They were then so humble with their difficulties.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Seringkali kita merasa gak nyaman dengan keadaan. Mungkin karena masalah dengan relationship, karir, keluarga, atau apapun. Berbagai cara dilakukan untuk bisa merubah keadaan, or at least untuk bisa survive. We fight, strive, and stumble. Tapi ketika keadaan tidak kunjung membaik, seringkali kita marah atau at least, protes. Too much sometimes. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Mungkin kemampuan untuk jadi humble yang kita perlu ketika kita menghadapi masa2 sulit. Nggak over acting, dan nggak panik ketika nyari solusi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Seseorang pernah ngingetin ke gue untuk selalu "make peace with yourself" atau "be cool" ketika punya masalah. Tapi setelah belajar dari anak2 muda di korea, gue punya kalimat sendiri untuk menggambarkan keadaan itu : &lt;em&gt;be humble with everything, even with your problems&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-110943782247198207?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/110943782247198207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=110943782247198207&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110943782247198207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110943782247198207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2005/02/be-humble-to-your-problems.html' title='Be Humble to Your Problems'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-110325568441361148</id><published>2004-12-17T09:51:00.000+07:00</published><updated>2004-12-17T10:54:44.413+07:00</updated><title type='text'>Hipnotis</title><content type='html'>Dua hari di rumah gara2 flu n batuk yg ajaib bikin gue nonton tv berjam2. Kemarin pagi ada acara di TransTV yang ngebahas ttg Hipnotis. Memang hipnotis lagi ngepop belakangan ini, hipnotis jadi sesuatu yang menghibur, bukan sesuatu yang menipu. Begitu kira2 konsep hipnotisnya Romy Rafael. Banyak atraksi kocak dari kecanggihan dia menghipnotis orang, misalnya orang bisa mengsugesti dirinya jadi dukun indian buat nyembuhin penyakit. Ada juga yang mensugesti dirinya jadi monyet. Semua dilakukan dalam keadaan gak sadar.&lt;br /&gt;Sebenarnya ada yang menarik dari hipnotis ini. Menarik ketika hipnotis dilakukan untuk sesuatu yang positif. Sebenarnya memang tujuan hipnotis khan untuk penyembuhan penyakit kejiwaan, tapi sayangnya yang sering kita denger justru hipnotis adalah kekuatan yang dekat dengan kejahatan atau penipuan. Di acara talkshow itu Romy Rafael bilang hipnoteraphy adalah ilmu yang ia pelajari di Amerika sana, selama 3 tahun. Ini adalah ilmu psikologi (please correct me if I'm wrong) untuk menyembuhkan gangguan psikis seseorang. Di Indonesia memang masih jarang, tapi ternyata ada juga klinik yang melakukan praktek ini. Kata seorang ahli, sewaktu seseorang menjalani hipnoteraphy sebaiknya didampingi seorang instruktur. Prakteknya kurang lebih begini, si pasien diminta duduk, dan mengosongkan pikirannya. Kalau pikiran sudah kosong, kemudian sang instruktur akan menyuruhnya melakukan gerakan2 tangan pelan2. Kalau dalam proses itu pasien mengeluarkan airmata, berarti dia sedang mengalami tekanan psikologis.&lt;br /&gt;Ternyata bukan untuk penyembuhan aja, untuk tujuan praktis, Romy Rafael pernah diminta membantu polisi untuk membongkar tiga kasus. Walaupun ada kesulitan, misalnya sang pelaku seringkali nggak mau dihipnotis karena takut perbuatan kriminalnya terbongkar, tapi hipnotis jadi bisa signifikan ketika dilakukan pada korban yang shock, karena akhirnya dia malah bisa berbicara dengan jelas dan runut. Wah, seru juga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malemnya waktu ngumpul2 sama keluarga, kita ngobrol tentang hipnotis ini lagi. Ternyata, kata kakak gue hipnotis juga bisa digunakan untuk orang yang mau ngurusin badan, atau yang mau berhenti merokok! Katanya sih sugesti untuk nafsu makan atau nafsu merokoknya yang diatur. Yang ini relevan banget buat banyak orang di sekitar kita. Yang lebih menakjubkan, hipnotis juga bisa dilakukan untuk mengganti bius lokal buat orang2 yang mau dioperasi... Wah.. dokter anestesi bisa nganggur kali ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi above all, hipnotis cuma bisa dilakukan jika seseorang mau melakukannya. Kalau dia nggak mau, ya nggak bisa. Misalnya seperti pelaku kejahatan tadi. Kalau mau, kita bisa berhenti merokok, ngurusin badan, atau melupakan kenangan2 buruk masa lalu, dengan cara menghapus sugesti tentang itu. Menghapus kenangan masa lalu? Mungkin lucu juga kalo orang2 yang trauma ditinggal pacar dicabut sugestinya tentang masa2 indah berdua jaman dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wakakakak...&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-110325568441361148?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/110325568441361148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=110325568441361148&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110325568441361148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110325568441361148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/12/hipnotis.html' title='Hipnotis'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-110238675824563645</id><published>2004-12-07T08:28:00.000+07:00</published><updated>2004-12-07T09:32:38.246+07:00</updated><title type='text'>Berpikir seperti pemula</title><content type='html'>Pernah berharap menjadi anak kecil di umur2 sekarang? Gue sering banget, apalagi kalo mulai stress ngadepin berbagai pilihan sulit. Rasanya pengen jadi anak kecil aja, semua hal kayaknya gampang dilalui, hidup rasanya menyenangkan... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan buat kembali ke masa kecil ternyata gak terlalu salah sih, kadang kita juga perlu menempatkan diri, bahkan perlu berpikir seperti anak-anak, seperti pemula. Aneh mungkin, tapi kurang lebih begitu kata Gede Prama, seperti yang gue denger di Female tadi pagi.&lt;br /&gt;Katanya jangan pernah merasa rendah jika diri ini adalah pemula. Karena ternyata pada pemula ada banyak kemungkinan-kemungkinan. Anak kecil, yang baru memulai hidup di dunia beberapa tahun saja, punya banyak sekali kemungkinan di depannya. Anak-anak selalu melihat sesuatu sebagai sesuatu yang mungkin. Benda apapun yang ada di dekatnya mungkin dia jadikan mainan, siapa pun yang ada di dekatnya mungkin dijadikan teman. &lt;br /&gt;Anak-anak belum punya rasa curiga, apapun dan siapapun bisa jadi menyenangkan. Mereka selalu memandang sesuatu dengan cinta (ini agak bombastis memang, tapi reasonable lah kalo cinta ini diartikan sebagai rasa suka cita). Katanya, anak-anak melihat ibunya dengan cinta, bahkan melihat pembantu pun dengan cinta. Belum ada pretensi apa-apa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada satu hal yang ingin disampaikan Gede Prama. Selain berusaha untuk selalu berpikiran bersih dan jernih seperti halnya anak-anak, manusia dalam hidupnya sebaiknya selalu menganggap bahwa apa pun itu mungkin terjadi, segalanya bisa dilakukan, bahkan dalam keadaan apapun. Setuju untuk hal yang satu ini, karena gue selalu merasa masa kecil adalah masa paling menyenangkan karena kita gak pernah berpikir dua kali untuk segala sesuatu yang kita mau lakukan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat gue pribadi masa kecil memang menarik. Sejak pertama kali punya keponakan, gue jadi jatuh cinta sama anak kecil dan iri sama dunia mereka. Penuh orisinalitas, penuh hal2 baru yang menyenangkan. Dan biasanya kalau lagi berada dalam keadaan sulit, gue pasti lari ke keponakan gue. Bukan cuma untuk melepaskan perasaan tertekan, tapi justru untuk belajar menikmati hidup secara maksimal, seperti anak-anak... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemula dalam dunia orang dewasa, sepertinya ada hal yang juga penting dari 'pesan' Gede Prama ini.. Menurut gue, berpikir sebagai pemula justru bisa mendorong kita untuk jadi lebih terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang datang, tidak curiga atau malah defensif terhadapnya, tapi justru selalu suka cita menghadapinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah optimisme di awal, mungkin itu yang bisa jadi modal untuk manusia berjalan terus sampai kemana pun dia mau. Bahkan ketika dia merasa tertekan di tengah jalan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-110238675824563645?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/110238675824563645/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=110238675824563645&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110238675824563645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110238675824563645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/12/berpikir-seperti-pemula.html' title='Berpikir seperti pemula'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-110120746931959732</id><published>2004-11-23T16:52:00.000+07:00</published><updated>2004-11-23T17:57:49.320+07:00</updated><title type='text'>Jangan sembarangan ngomong...</title><content type='html'>Kesel banget ya kalau tau ada orang lain ngomongin kita di belakang. Yang paling sebel lagi kalau dia menilai kita yang aneh2, yang cuma sebatas pemahaman dangkal mereka aja. Ujug2 tiba2 katakanlah si X  bilang ke Y yang lagi frustasi "jangan sembarangan ngomong, lihat tuh si Anu, apa akibatnya sekarang"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiii, coba kalau kita ganti "Anu" dengan nama kita sendiri. Most likely kita langsung bilang "maksudnya apa sih?", atau "tau apa sih dia tentang gue?", atau ungkapan protes lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan emosi begini biasanya banyak orang bilang &lt;br /&gt;"sabar, dia gak maksud bilang gitu kok...", atau &lt;br /&gt;"udahlah, jangan dimasukin hati.." atau kata2 lain yang maksudnya menenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi buat hati dan kepala yang lagi mendidih rasanya kita mau teriak dan bilang "kenapa juga kita yang dihakimi, yang diperlakukan tidak adil, tapi masih harus dituntut untuk mengerti orang lain??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih tersisa rasanya gondok di dada, tapi memang gak bisa dipungkiri kita suka sekali menilai orang dengan lugu (maklum, gak ketemu kata lain..), tanpa pemikiran panjang, tanpa berusaha meletakkan kaki kita di sepatunya (put ourselves in her shoes, red.)&lt;br /&gt;Kenapa kalau dalam keadaan seperti di atas yang selalu dituntut mengalah dan berbesar hati adalah korban (si Anu), sementara sang penggagas kata (X) tetap tidak sadar dan terus menyampaikan isi kepalanya yang sama ke orang2 lain, dan orang lain melanjutkan ke orang lain, terus.. terus.. terus.. begitu.. Kapan mereka akan menyadari kesalahannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Apakah ada orang yang berusaha bilang ke X bahwa penilaiannya terburu2? *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhmmmm... begitulah kita, sering kali terjebak pada sempitnya pemikiran oops... salah, maksudnya pada pemikiran yang sempit, dan isi kepala yang berbatas... Dan seringnya lagi, itu malah memperkecil pandangan kita atas banyak hal.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hhmmmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;FONT Face="verdana,sans-serif" Size="1"&gt;&lt;B&gt;I am 39% evil.&lt;/B&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;a HREF="http://www.hilowitz.com/john/test/evil.html" Target="_"&gt;&lt;!-- Image here! --&gt;&lt;/a&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT Face="verdana,sans-serif" Size="1"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;I could go either way. I have sinned quite a bit but I still have a bit of room for error. My life is a tug of war between good and evil.&lt;/font&gt;&lt;BR&gt;&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;&lt;FONT Face="verdana,sans-serif" Size="1"&gt;&lt;a HREF="http://www.hilowitz.com/john/test/evil.html" Target="_"&gt;Are you evil?&lt;/A&gt; find out at &lt;a HREF="http://www.hilowitz.com" Target="_"&gt;Hilowitz.com&lt;/A&gt;&lt;BR&gt;&lt;/FONT&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-110120746931959732?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/110120746931959732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=110120746931959732&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110120746931959732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110120746931959732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/11/jangan-sembarangan-ngomong.html' title='Jangan sembarangan ngomong...'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-110016516209758283</id><published>2004-11-11T15:56:00.000+07:00</published><updated>2004-11-11T16:26:02.096+07:00</updated><title type='text'>Te me gusta</title><content type='html'>jatuh cinta itu &lt;br /&gt;seperti ledakan &lt;br /&gt;gunung berapi&lt;br /&gt;bergetar&lt;br /&gt;bergejolak&lt;br /&gt;memuncak&lt;br /&gt;bercurah&lt;br /&gt;all out&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta sejati  &lt;br /&gt;seperti lahar &lt;br /&gt;mengalir pelan setelah &lt;br /&gt;ledakan gunung&lt;br /&gt;mengalir&lt;br /&gt;mengalir&lt;br /&gt;pelan&lt;br /&gt;pelan&lt;br /&gt;hangat&lt;br /&gt;pelan&lt;br /&gt;tapi ada&lt;br /&gt;ada&lt;br /&gt;ada&lt;br /&gt;ada&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt;da&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;....&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;d&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*h&lt;br /&gt;i&lt;br /&gt;l&lt;br /&gt;a&lt;br /&gt;n&lt;br /&gt;g*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-110016516209758283?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/110016516209758283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=110016516209758283&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110016516209758283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/110016516209758283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/11/te-me-gusta.html' title='Te me gusta'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109825050637056327</id><published>2004-10-20T13:17:00.000+07:00</published><updated>2004-10-20T12:36:23.483+07:00</updated><title type='text'>Tengo que Salir</title><content type='html'>tengo que salir&lt;br /&gt;tengo que dejar tu&lt;br /&gt;no intento para explorar tu &lt;br /&gt;te dejo&lt;br /&gt;tengo que dejar&lt;br /&gt;para mi suerte&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109825050637056327?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109825050637056327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109825050637056327&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109825050637056327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109825050637056327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/10/tengo-que-salir.html' title='Tengo que Salir'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109781693701702561</id><published>2004-10-15T11:57:00.000+07:00</published><updated>2004-10-15T12:08:57.016+07:00</updated><title type='text'>Diam</title><content type='html'>A message text arrived from a 56 years old women, sehari sebelum Ramadhan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Git slmt puasa ya hatihati dirmh sama siapa nanti sahur mm bangunin ya maafin mm ya jgn lupa sholat kirim buat pp dan jama diri ya kita udah engga punya pp lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sontak mendadak air mata mengalir pelan.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109781693701702561?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109781693701702561/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109781693701702561&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109781693701702561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109781693701702561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/10/diam.html' title='Diam'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109660694104756915</id><published>2004-10-01T10:20:00.000+07:00</published><updated>2004-10-01T12:02:21.046+07:00</updated><title type='text'>Knowing the Unknowable</title><content type='html'>Pagi ini sambil sarapan Indomie, seperti biasa gue nyuri2 bacaan (kebiasaan buruk banget sih, baca sambil makan..). Berhubung belakangan ini abis ribut2 soal Tuhan di rumah, akhirnya yang dibaca artikel ringan hasil wawancara Ulil Abshar-Abdalla sama Kautsar Azhari Noer, dosen pasca sarjana IAIN Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara garis besar disana dibilang bahwa Tuhan itu absolut, dan berada di luar kemampuan kita untuk mengetahuinya. Ketika kita berusaha mempersepsikan Tuhan atau menggambarkannya dengan kata-kata atau gagasan, di situ kita mulai membatasi sesuatu yang absolut. Membatasi sesuatu yang tidak bisa dibatasi, membahasakan sesuatu yang tidak pernah bisa untuk diuraikan. Di artikel itu juga disebut Pak Azhari tertarik dengan satu buku berjudul "Knowing the Unknowable God" dan ketika ditanya: jadi Tuhan itu untuk apa kalau dia tidak bisa diketahui? Dia bilang untuk dicintai dan dirasakan kehadirannya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inget satu acara TV yang cerita tentang kehidupan seorang waria. Waktu itu dia bertutur dengan sedih tentang hidupnya, tentang orang tuanya yang nggak mau nerima dia, tentang pandangan tetangga2nya, how (s)he dealt with people, with life, etc. Kasihan juga ya, berat banget pasti dia ngejalanin hidupnya.. Sambil menerawang kemudian gue berpikir bagaimana cara dia berkomunikasi dengan Tuhan? Bagaimana dia mengadukan kesedihannya kepada Tuhan? Berdoakah? Sholat kah? Ke gereja kah? Apa nggak tambah disalahin karena dia memilih jalan hidupnya kaya gitu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel tadi pagi menjawab kebingungan gue. Gak perlu bingung lagi dengan cara waria itu berkomunikasi dengan Tuhan. Pasti ada cara untuk berkomunikasi dengan Tuhan buat siapapun. Lewat agama, lewat kepercayaan, lewat simbol2 lain yang bisa merepresentasikan Tuhan (Tuhan masih perlu direpresentasikan dengan simbol untuk kebanyakan orang). Atau tanpa representasi sekalipun. Tanpa agama mungkin, buat sebagian orang. Cara jadi nggak penting. Dan dengan begitu Tuhan semakin menunjukkan bahwa Dia memang ada. Di mana2. Dan tulisan ini cuma cara yang sangat bodoh buat gue untuk mencoba memahami "The Unknownable"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109660694104756915?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109660694104756915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109660694104756915&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109660694104756915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109660694104756915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/10/knowing-unknowable.html' title='Knowing the Unknowable'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109591575020981631</id><published>2004-09-23T11:40:00.000+07:00</published><updated>2004-09-23T12:02:30.210+07:00</updated><title type='text'>Commit to Not Committed</title><content type='html'>Minggu lalu ke bandung, akhirnya... setelah udah lama banget ditunda2. Asli, ke bandung to do nothing, untuk melepaskan jerat yang disebabkan oleh 'komitmen'. Komitmen kerja, komitmen sama keluarga, komitmen sama diri sendiri, to keep on moving on. Hm, ngapain ya kita bikin komitmen? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata lepas dari komitmen itu enak juga. Bebas, dan semua jadi gampang rasanya. Gak inget jam kerja kantor, gak harus dibebani bangun pagi, gak mesti balik lagi setelah makan siang. Mahalnya kebebasan, sampe harus melarikan diri ke luar kota untuk bisa benar2 merasakannya. Gosh, kenapa kurang terus rasanya yah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kelamaan tanpa komitmen juga gak enak kali yah. Buktinya, even di tengah2 cuti, gue masih mimpiin kantor dengan segala hal yang gue benci. Hahaha, apa ini artinya gue rindu komitmen? Hihihi, sudah begitu terbiasa dengan tekanankah gue, sampe ketika bebas pun gue masih mencari2? Well, gak tau. My silly mind commented : "Mungkin karena manusia is bound to each other or at least to other thing, jadi dia selalu merindukan komitmen terhadap sesuatu, panggilan untuk patuh, sesuatu yang sanggup bikin hidupnya jadi lebih terpola dan berwarna, lebih berbentuk". Pikiran gue mulai mengangkang dan berpikir mungkin kalo orang meninggal bisa menggambarkan bentuk hidupnya dia bisa bilang hidupnya kayak ketupat warna merah, or kapal laut kali ya?. Apa sihhh?.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109591575020981631?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109591575020981631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109591575020981631&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109591575020981631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109591575020981631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/09/commit-to-not-committed.html' title='Commit to Not Committed'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109351007301094965</id><published>2004-08-26T15:26:00.000+07:00</published><updated>2004-08-26T15:47:53.010+07:00</updated><title type='text'>Last week of August: The world goes round and round and round </title><content type='html'>Such a hard week. &lt;br /&gt;Kayaknya udah lama banget gue jalanin minggu ini tapi kok masih hari Kamis yah? Padahal banyak banget yang terjadi so far. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin cuti setengah hari and terjadi transaksi pelunasan mobil (horeeee!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa diawali stress pagi n langsung cari perlindungan dengan nelpon nyokap (iya, masih anak mami...), di kantor sempet kirim imel ke seseorang (ehm..), siang ke rumah dini karena kakaknya meninggal, n sorenya ketemu sama Edo buat balikin kameranya. Malem, nginep di rumah Yaya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, Linda resign dan pamit2an ama kita2 (Lin, I'll be joining soon!!), ketemu sama Alim pas lunch terus sorenya ke Aksara mau ambil buku pesenan. Malem ama Maureen ke Salsa, nemenin dia kursus nari, sementara gue cuman tepuk2 tangan doang.. (duh, shameless banget sih??)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, hari ini, ketemu Felix pas lunch and ambil buku di Aksara (akhirnya!). Jam 1537 di depan komputer, ngantuk, males, lemes gara2 baru 'dapet' hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aaarrrrrgggggghhhhhhh So many things I did so far, actually. But still time goes by so very slowly.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, jadi inget satu lagu yang menggaruk2 tanah, my favorite sometime earlier, judulnya I Wanna See You Now. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gubrakk!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109351007301094965?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109351007301094965/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109351007301094965&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109351007301094965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109351007301094965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/08/last-week-of-august-world-goes-round.html' title='Last week of August: The world goes round and round and round '/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109288761465767076</id><published>2004-08-19T09:49:00.000+07:00</published><updated>2004-08-19T10:53:34.656+07:00</updated><title type='text'>Being Home Again and Tuesdays with Morrie</title><content type='html'>Good to be back home... Kemarin pagi rasanya excited banget pengen pulang, tapi begitu sampe bandara kok rasanya biasa aja, malah lebih sepi lagi. Yeah right, gak jelas banget gue maunya apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pesawat gue baca novel Tuesdays with Morrie. I was so addicted sampe2 mau keluar pesawat aja gue masih baca. Bukunya kurang lebih tentang hari2 terakhirnya si Morrie, yang kena penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit yang menyerang sistem syaraf (oh please correct me if I'm wrong). Awalnya Morrie cuma gak bisa gerakin kaki makanya dia butuh kruk, lama2 dia sama sekali gak bisa jalan sampe harus di kursi roda, terus masih bisa pake tangan, n masih bisa nahan nafas sampe 23 hitungan, tapi lama2 dia cuma bisa nahan nafas sampe 18 hitungan, terus tangannya gak bisa dia gerakin lagi, even he needed someone to wipe his ass. Di buku itu digambarin perkembangan penyakitnya Morrie, dan betapa dia membutuhkan orang lain buat berbuat apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik menurut gue, Morrie dengan suka hatinya share hari2nya dia ke berbagai orang, wartawan, n siapapun yang lagi punya masalah hidup. Dia bilang hidupnya itu bagaikan jembatan antara kehidupan dan kematian, karena dia tahu dia akan meninggal sooner, not later. Orang2 yang pengen tahu rasanya ada di ambang kematian dateng ke Morrie n bertanya tentang rasanya mau mati kaya' apa. Morrie happily shared this to others for he knew that his last times should be nice and as interesting as it could be. Wisdom and love, itu aja sih basic perjuangannya Morrie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Morrie, profesor sosiologi, ngajar mahasiswanya tiap kamis n gak pernah ngasih ujian selama mata kuliahnya. Dia juga gak pernah ngasih nilai buat mereka. Karena pelajaran yang Morrie kasih adalah The Meaning of Life, yang gak bisa diukur lewat nilai di akhir semester.. Hm, menarik nih, kapan ya gue punya dosen kayak gini? Hihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai sih bacanya, pengen banget sit back and read. Gue pikir bukunya berat, ternyata tidak sama sekali.. Malah lebih berat baca Mereka Bilang Saya Monyet!nya Djenar. Mungkin karena mood gue lagi ke situ aja kali yah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuesdays with Morrie, recommended buat orang2 yang lagi krisis identitas ;p And what a coincidence, gue nulis ini di hari kamis juga! Huahahahha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109288761465767076?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109288761465767076/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109288761465767076&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109288761465767076'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109288761465767076'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/08/being-home-again-and-tuesdays-with.html' title='Being Home Again and Tuesdays with Morrie'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109271927234583635</id><published>2004-08-17T11:51:00.000+07:00</published><updated>2004-08-17T12:07:52.346+07:00</updated><title type='text'>17 Agustus di KL</title><content type='html'>Tujuh belas agustus bangun pagi2 trus ke embassy. Buset, gak pernah kebayang gue ikutan ngerayain 17 Agustusan.. Pagi2 ngantuk berat, tapi harus bangun, mana agak2 gak fit juga karena kecapekan n kurang tidur (gak bisa tidur karena sumpah mati kangen Jakarta! Kampungan banget yah?). Akhirnya gue sama rombongan Indonesia dari Depdiknas n Deplu ke kedutaan di Jalan Thun Razak. Banyak banget ternyata orang Indonesianya, mungkin rindu kampung halaman juga (kayak gue!), rindu makanannya (terutama karena hari ini gratis!), sama rindu lagu2 Indonesia (baca: dangdut, hehehe). Bener aja, awalnya sih abis upacara ada rombongan bina vokalia (ada 175 anak2 bina vokalia yang dateng dengan biaya sendiri! hebat ya?), tapi lama2 begitu anak2nya udah kelar nyanyi, suasananya jadi tambah rame karena ada artis dari Jakarta bawain lagu2 dangdut.. Hm, bukan cuman diplomat aja yang hepi kayaknya, tapi semua orang, termasuk pekerja Indonesia yang ada di KL juga hepi. Yang pada pake konde n kebaya jadi satu sama mbak2 berbaju merah yang mungkin udah bertahun2 kerja di sini. Pak Rusdiharjo mantan kapolri, dubes Indonesia di sana, dikelilingin orang2 buat foto bareng (saking kangennya sama kampung halaman nih, gak ada presiden dubes pun jadi!). Oh iya, banyak anak2 pake seragam SD n seragam pramuka! Tapi sayang gak ada lomba balap karung sama panjat pinang... Tapi gak papa lah yang penting hepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haah, norak banget deh gue, hari ini gue hepi denger lagu2 kebangsaan (yang cuma gue denger tiap agustus aja, n biasanya gak hepi sama sekali), hepi makan gratis, hepi ngelihat pramuka, n yang paling norak adalah karena gue rindu kampung halaman padahal baru 3 hari di sini, n besok juga pulang! Huahahhaha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109271927234583635?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109271927234583635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109271927234583635&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109271927234583635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109271927234583635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/08/17-agustus-di-kl.html' title='17 Agustus di KL'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109238519327527112</id><published>2004-08-13T15:13:00.000+07:00</published><updated>2004-08-13T15:19:53.276+07:00</updated><title type='text'>The Reason</title><content type='html'>Lagi suka lagunya Hoobastank....&lt;br /&gt;Posting di sini deh biar gak lupa&lt;br /&gt;Kalo udah bosen delete aja ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm not a perfect person&lt;br /&gt;As many things I wish I didn't do&lt;br /&gt;But I continue learning&lt;br /&gt;I never meant to do those things to you&lt;br /&gt;And so I have to say before I go&lt;br /&gt;That I just want you to know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've found a reason for me&lt;br /&gt;To change who I used to be&lt;br /&gt;A reason to start over new&lt;br /&gt;and the reason is you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm sorry that I hurt you&lt;br /&gt;It's something I must live with everyday&lt;br /&gt;And all the pain I put you through&lt;br /&gt;I wish that I could take it all away&lt;br /&gt;And be the one who catches all your tears&lt;br /&gt;Thats why i need you to hear&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've found a resaon for me&lt;br /&gt;To change who I used to be&lt;br /&gt;A reason to start over new&lt;br /&gt;and the reason is You [x4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm not a perfect person&lt;br /&gt;I never meant to do those things to you&lt;br /&gt;And so I have to say before I go&lt;br /&gt;That I just want you to know&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've found a reason for me&lt;br /&gt;To change who I used to be&lt;br /&gt;A reason to start over new&lt;br /&gt;and the reason is you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've found a reason to show&lt;br /&gt;A side of me you didn't know&lt;br /&gt;A reason for all that I do&lt;br /&gt;And the reason is you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata2nya gitu2 aja yah?&lt;br /&gt;Itu lagi itu lagi diulang..&lt;br /&gt;Huahaha, gak papa lah biar gampang hapal&lt;br /&gt;;p&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109238519327527112?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109238519327527112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109238519327527112&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109238519327527112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109238519327527112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/08/reason.html' title='The Reason'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109221785431473384</id><published>2004-08-11T16:21:00.000+07:00</published><updated>2004-08-11T16:50:54.313+07:00</updated><title type='text'>Menghitung Hari</title><content type='html'>Rabu, 12 Agustus, &lt;br /&gt;Besok 13 Agustus, ultah Pak Herbin&lt;br /&gt;Besoknya lagi 14 Agustus, hari Pramuka (eh, masih ada gak yah?)&lt;br /&gt;Besokannya lagi 15 Agustus, hari Minggu gue berangkat ke kl. &lt;br /&gt;Males...&lt;br /&gt;Pengen liburan ke Bandung&lt;br /&gt;Ketemu Ompung&lt;br /&gt;Ketemu sepupu2 gue, ngobrol ampe pagi&lt;br /&gt;Ketemu ponakan gue yang demen nyanyi (kayak tantenya)&lt;br /&gt;Soalnya khan 16 Agustus hari kejepit (bisa cuti)&lt;br /&gt;Besokannya tanggal 17 Agustus libur lagi, hut ri katanya&lt;br /&gt;Pasti asik, libur, tidur2an, nonton tv..., nggak perlu kerja&lt;br /&gt;Tanggal 18 Agustus balik dari kl, langsung pulang ah...&lt;br /&gt;Gak mampir kantor lagi, padahal bawa box isi laporan n kertas2&lt;br /&gt;Abis udah sore jam 2 (eh, siang apa sore?)&lt;br /&gt;Abis itu ngapain di rumah?&lt;br /&gt;Nggak tau, paling2 bikin indomi&lt;br /&gt;Biasanya suka kangen indomi kalo abis miting&lt;br /&gt;Sama teh botol dingin.. Hmmm... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ampun, sekarang masih tanggal 12&lt;br /&gt;Masih lama ya tgl 18 n 22 Agustus&lt;br /&gt;Hari2 di mana hutang harus segera dilunasi&lt;br /&gt;Wakakakakakakak! Jadi intinya itu toh??&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109221785431473384?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109221785431473384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109221785431473384&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109221785431473384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109221785431473384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/08/menghitung-hari.html' title='Menghitung Hari'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7829924.post-109176164473835293</id><published>2004-08-06T09:41:00.000+07:00</published><updated>2004-08-06T10:07:24.740+07:00</updated><title type='text'>System doesn't Work</title><content type='html'>Wakakakak! Kenapa juga gue nulis judul begitu yah? Hehe, gak tau, cuma gue merasa perlu menggambarkan beberapa hal di diri gue yang lagi 'tidak bekerja' dengan baik. Hm, another middle life crisis? Nggak lah ya.. Okay, let's stop talking about me. Mari kita cari bentuk lain dari kejadian di mana sistem tidak bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi gue kaget ada surat yang belum dikirim lewat fax (padahal urgent), ternyata di catetan dari bu sekretaris kantor bilang, sebaiknya daftar alamat faxnya dibuat dalam bentuk portrait daripada landscape, karena kasihan operator fax nya nggak bisa lihat kalo dalam bentuk landscape. Haa?? Masa' iya sih? Apa bedanya yah template 'berdiri' (baca: portrait) atau 'landscape' (baca: melantai)? Kikikik, agak bt juga sih karena hal kecil begitu kok dimasalahin (ah, gue --dengan cara gue-- juga mempermasalahkannya kok. Sama aja ngaconya nih gue). Ya sud lah, akhirnya gue bikin juga template berdiri itu, daripada faxnya gak dikirim? Bisa dikepret lagi gue...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haa, kadang kita suka lupa yah, keadaan itu bisa berubah jadi lebih baik kalau kita berusaha berada di posisi orang lain. Bahasa canggihnya sistem akan bekerja kalau mesin sebelah kiri mau muter dan pindah tempat ke kanan, dan sebaliknya. Wakakaka, apaan lagi nih? Gak tau deh, pokoknya kayak gitulah...&lt;br /&gt;Kayak masalah fax itu, mungkin buat gue template gak jadi masalah, tapi buat sang sekretaris, kita perlu bikin template yang 'memudahkan kerja' pak operator fax. Untung aja akhirnya gue mau bikin template lagi, demi terkirimnya fax itu.. Akhirnya, sistem bisa bekerja lagi. Horee! --&gt;Duh, bener2 ngaco nih, gue.. ;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokoknya gitu deh, senangnya bisa melihat segala sesuatu berjalan lagi. Senangnya bisa berada dalam keadaan 'normal' lagi, walaupun mungkin bisa aja keadaan jadi berantakan lagi, tapi yah, itu mah gimana kita menjaga keadaan sekarang aja lah. Khan selalu ada harapan untuk orang yang mau berusaha.. ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh... nulis apaan sih gue tadi ya? Well, people close to me will really understand that. Gosh, IMU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7829924-109176164473835293?l=tukangkhayal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/feeds/109176164473835293/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7829924&amp;postID=109176164473835293&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109176164473835293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7829924/posts/default/109176164473835293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tukangkhayal.blogspot.com/2004/08/system-doesnt-work.html' title='System doesn&apos;t Work'/><author><name>*   gita   *</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10816035837303954647</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://static.flickr.com/96/236825551_233ac50016.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
